Senin, 08 Juni 2026 | 00:53
Ruang Menulis

Dari Asisten Dosen hingga Peneliti Muda: Kisah Ahmad Fadhli dalam Mengawal Transformasi Berkelanjutan Indonesia

Dari Asisten Dosen hingga Peneliti Muda: Kisah Ahmad Fadhli dalam Mengawal Transformasi Berkelanjutan Indonesia
Ahmad Fadhli S.A (Dok Naura)

Oleh: Naura Kirana Maheswari

Mahasiswa IPB University (J0401231053)

Langit Jakarta dan Urgensi Perubahan

Langit Jakarta yang kelabu oleh polusi menjadi saksi bisu atas urgensi perubahan dalam sistem transportasi kota. Di tengah hiruk-pikuk ibu kota yang sesak oleh kendaraan pribadi, seorang pemuda berusia 24 tahun tengah bekerja keras demi transformasi besar di sektor transportasi Indonesia.

Ahmad Fadhli Syarif Askar, seorang asisten dosen muda di Sekolah Vokasi IPB University, mahasiswa Universitas Bina Nusantara, sekaligus peneliti di tim Urban EVs, tengah memetakan masa depan transportasi berkelanjutan di ibu kota.

Berawal dari Mimpi Seorang Anak Sukabumi

Lahir di Sukabumi pada 15 Februari 2001, Fadhli tumbuh sebagai anak pertama dari empat bersaudara. Kota kelahirannya yang masih asri dengan udara bersih menanamkan kesadaran mendalam akan pentingnya menjaga lingkungan.

Sebagai putra sulung, ia memahami bahwa pendidikan adalah kunci untuk mengubah nasib keluarga. Tekadnya membawanya ke Sekolah Vokasi IPB University, di mana ia memulai perjalanan akademisnya di Program Studi Manajemen Agribisnis.

Dari Mahasiswa Menjadi Mentor

Perjalanan Fadhli di dunia akademis dimulai saat ia masih menjadi mahasiswa tingkat akhir. Keaktifannya dalam berbagai organisasi kampus, seperti BEM KM dan BEM SV IPB, membentuk karakter kepemimpinannya.

"Saya ingat bagaimana rasanya menjadi ketua panitia pemilihan raya dari BEM KM," kenangnya. Pengalaman ini mengajarkannya tentang manajemen dan kepemimpinan.

Selain itu, keterlibatannya dalam IPB Goes to School bersama OMDA (IKAMASI: Ikatan Keluarga dan Mahasiswa Sukabumi) semakin mempertajam kemampuan organisasinya.

Kesempatan menjadi asisten dosen datang melalui program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dalam skema Wirausaha Merdeka. "Awalnya hanya coba-coba mendaftar, tidak menyangka akan membuka jalan menuju karir ini," ungkapnya.

Kini, ia dipercaya mengajar beberapa mata kuliah penting di Sekolah Vokasi IPB University, seperti:

Dasar-Dasar Bisnis

Studi Kelayakan Bisnis

Manajemen Sumber Daya Manusia

Perencanaan dan Pengembangan Usaha Agribisnis

Revolusi Transportasi Berkelanjutan: Proyek Ambisius Urban EVs

Tak puas hanya mengajar, Fadhli bergabung dengan tim PKM Riset Sosial Humaniora (RSH) bernama Urban EVs dari BINUS Online Learning. Tim ini berhasil mendapatkan pendanaan dari Kemenristekdikti untuk penelitian berjudul:

"Menuju Transportasi Berkelanjutan: Studi Eksperimental tentang Perkiraan Perilaku Adopsi Kendaraan Listrik dan Dampak Berkelanjutan di Kawasan Urban."

Hasil risetnya telah dipublikasikan di jurnal Infotech dengan judul:

"Analisis Niat Penggunaan Kendaraan Listrik: Pendekatan Teori Perilaku Terencana dalam Konteks Mobilitas Berkelanjutan."

Selain itu, mereka juga melakukan diseminasi Policy Brief kepada Dinas Perhubungan DKI Jakarta pada 16 Juli 2024.

Metodologi Riset yang Komprehensif

Tim Urban EVs menggunakan pendekatan kuantitatif yang ketat dalam penelitian mereka, menyasar lima kotamadya di Provinsi DKI Jakarta untuk mendapatkan gambaran kesiapan masyarakat dalam mengadopsi kendaraan listrik.

Bersama tim yang beranggotakan Rini Kurnia Sari, Aisyah Qanita, Siti Fitria Fadila, Febryenda, dan Muhammad Dhandi Dharma, Fadhli meneliti faktor-faktor yang mempengaruhi adopsi kendaraan listrik di Indonesia.

Dalam penelitiannya, mereka menggunakan metode sampling kenyamanan, mengumpulkan data dari 149 responden yang menggunakan kendaraan bermotor sebagai alat transportasi sehari-hari di Jakarta. Data ini dianalisis dengan teknik Structural Equation Modeling - Partial Least Square (SEM-PLS) untuk menguji hipotesis yang telah ditentukan.

Hasil Riset yang Mengubah Kebijakan

Penelitian ini menemukan bahwa:

Sikap positif terhadap kendaraan listrik meningkatkan niat adopsi.

Norma subjektif berpengaruh signifikan dalam mendorong penggunaan kendaraan listrik.

Kontrol perilaku memiliki dampak besar dalam keputusan masyarakat untuk beralih ke kendaraan listrik.

Temuan ini menjadi wawasan penting bagi pemerintah dan industri dalam merumuskan strategi efektif untuk meningkatkan adopsi kendaraan listrik di Indonesia.

Mengelola Tiga Peran Sekaligus

Menjadi asisten dosen di Sekolah Vokasi IPB University, mahasiswa S1 di Universitas Bina Nusantara, dan peneliti bukanlah hal yang mudah.

"Tantangan terbesar adalah manajemen waktu, terutama di minggu-minggu sibuk seperti saat membantu dosen mempublikasikan nilai mahasiswa atau ketika saya akan ujian," ungkapnya.

Namun, ia punya strategi untuk mengatasinya:

Persiapan matang dalam setiap kegiatan.

Komunikasi yang baik dengan semua pihak.

Membangun hubungan lebih dari sekadar profesional dengan rekan-rekannya.

Dukungan Keluarga Menjadi Pilar Utama Kesuksesan

Di balik keberhasilannya, ada dukungan kuat dari keluarga.

"Orang tua saya selalu mendukung, baik secara verbal maupun non-verbal," ujarnya.

Dukungan ini menjadi motivasi besar baginya untuk terus berprestasi dalam setiap peran yang dijalani.

Meski sudah mencapai banyak hal di usia muda, Fadhli tak ingin berhenti bermimpi.

"Setelah menyelesaikan S1, saya ingin melanjutkan pendidikan dan menjadi dosen tetap," ungkapnya.

Selain itu, ia juga berencana membuka bisnis yang sejalan dengan bidang keahliannya.

Pesan untuk Generasi Muda

Kepada mahasiswa lain, Fadhli berpesan:

"Manfaatkan setiap kesempatan sebaik-baiknya. Kesempatan belum tentu datang dua kali, dan ini adalah waktu terbaik untuk menata masa depan."

Ia juga menekankan pentingnya memiliki passion dalam setiap hal yang dilakukan.

"Ketika kita bekerja dengan passion, segala kesulitan akan terasa lebih ringan," tambahnya.

Menatap Masa Depan dengan Optimisme

Ahmad Fadhli Syarif Askar membuktikan bahwa usia muda bukanlah penghalang untuk berkontribusi dalam perubahan besar.

Sebagai akademisi dan peneliti, ia terus berupaya mengawal transformasi transportasi Indonesia menuju masa depan yang lebih berkelanjutan.

Kisahnya menjadi inspirasi bahwa dengan tekad kuat, kerja keras, dan dukungan yang tepat, seseorang dapat memberikan kontribusi nyata bagi bangsa—bahkan di usia yang masih sangat muda.

Perjalanannya masih panjang, tetapi langkah-langkahnya telah menunjukkan bahwa ia berada di jalur yang tepat menuju impiannya.

 

Komentar