Negara Bukan-Bukan: Menelusuri Pemikiran Gus Dur tentang Pancasila dan Keutuhan NKRI
Spesifikasi Buku
Judul: Negara Bukan-Bukan: Prisma Pemikiran Gus Dur tentang Negara Pancasila
Penulis: Nur Khalik Ridwan
Penerbit: IRCiSoD
Tahun Terbit: 2018
ISBN: 978-602-7696-29-7
Jumlah Halaman: 255
Resensi Buku
Buku Negara Bukan-Bukan karya Nur Khalik Ridwan merupakan kajian mendalam mengenai pemikiran Gus Dur tentang Pancasila dan negara Indonesia. Sebagai seorang pemikir dan negarawan, Gus Dur menegaskan bahwa Pancasila adalah landasan fundamental bagi keberlangsungan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Nur Khalik Ridwan meramu berbagai pandangan Gus Dur dengan analisis yang tajam, memperlihatkan bagaimana Pancasila bukan hanya sekadar konsensus politik, tetapi juga solusi terbaik untuk menjaga keutuhan bangsa yang majemuk. Gus Dur menolak gagasan menggantikan Pancasila dengan ideologi lain, sebab menurutnya, tanpa Pancasila, Indonesia akan kehilangan fondasi keberagamannya.
Buku ini sangat relevan untuk dibaca di tengah dinamika sosial-politik saat ini, di mana masih ada kelompok yang ingin mengganti ideologi negara. Dengan argumen yang kuat dan referensi yang luas, buku ini memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang peran Pancasila dalam menjaga harmoni dan keberlanjutan bangsa.

Kelebihan:
Menghadirkan pemikiran Gus Dur secara sistematis dan mendalam.
Menggunakan pendekatan historis dan filosofis yang memperkaya wawasan.
Relevan dengan kondisi politik dan ideologis Indonesia saat ini.
Kekurangan:
Gaya bahasa akademik yang mungkin sedikit berat bagi pembaca awam.
Membutuhkan pemahaman dasar tentang pemikiran Gus Dur agar lebih mudah dipahami.
Sinopsis Buku
Buku ini mengupas secara komprehensif pemikiran Gus Dur mengenai negara Pancasila dan bagaimana ideologi ini menjadi kompromi terbaik bagi bangsa Indonesia. Gus Dur menegaskan bahwa tanpa Pancasila, Indonesia akan berada dalam ancaman perpecahan.
Melalui analisis mendalam, buku ini menjelaskan bagaimana Gus Dur memahami relasi antara agama dan negara dalam konteks Indonesia. Ia menilai bahwa Pancasila tidak bertentangan dengan nilai-nilai Islam, tetapi justru menjadi jembatan yang memungkinkan kerukunan antarumat beragama.
Selain itu, buku ini juga membahas bagaimana kelompok-kelompok tertentu mencoba merongrong Pancasila dan bagaimana cara terbaik untuk mempertahankan ideologi bangsa ini. Dengan pendekatan yang reflektif, pembaca diajak untuk memahami pentingnya Pancasila sebagai perekat bangsa dan fondasi bagi keberagaman Indonesia.
Buku ini sangat direkomendasikan bagi mereka yang ingin memahami lebih dalam pemikiran Gus Dur dan peran Pancasila dalam menjaga keutuhan NKRI. (Dwi Taufan Hidayat)

Komentar