Rabu, 22 Juli 2026 | 00:04
NEWS

Sosialisasi Empat Pilar MPR RI Bersama Prof. Rokhmin Dahuri: Pentingnya Perkokoh Ketahanan Nasional dan Kedaulatan Bangsa

Sosialisasi Empat Pilar MPR RI Bersama Prof. Rokhmin Dahuri: Pentingnya Perkokoh Ketahanan Nasional dan Kedaulatan Bangsa
Prof Rokhmin Dahuri menyampaikan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI

ASKARA - Anggota Komisi IV DPR RI 2024 - 2029, Prof. Dr. Ir. H. Rokhmin Dahuri, M.S., menggelar acara Sosialisasi Empat Pilar MPR RI yang berlangsung di Pendopo Bupati Cirebon, Jalan Kartini, Kota Cirebon. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) untuk memperkenalkan dan mengedukasi masyarakat dan menguatkan pemahaman masyarakat tentang empat pilar kebangsaan yang menjadi landasan negara Republik Indonesia.

Acara yang dihadiri oleh Bupati Cirebon, Imron Rosyadi, Ketua DPRD Kabupaten Cirebon, Sofie Gotas, serta berbagai undangan terkait lainnya, bertujuan untuk memperkuat pemahaman dan kesadaran masyarakat tentang nilai-nilai luhur yang terkandung dalam empat pilar kebangsaan.

"Sosialisasi ini kami laksanakan untuk mengingatkan kembali pentingnya empat pilar sebagai dasar kehidupan berbangsa. Pancasila sebagai dasar negara, UUD 1945 sebagai konstitusi yang mengatur hidup bernegara, NKRI sebagai bentuk negara, dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan yang menggambarkan keragaman yang harus dipersatukan," kata nya 

Esensi Sosialisasi Empat Pilar

Dalam pemaparannya, Prof. Rokhmin Dahuri menjelaskan bahwa sosialisasi ini tidak hanya membahas amandemen UUD, tetapi juga memperkenalkan dan memperkuat makna Empat Pilar Kebangsaan, yaitu:
1. Pancasila sebagai dasar negara dan pandangan hidup bangsa.
2. Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 (UUD 1945) sebagai konstitusi negara.
3. Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai bentuk negara.
4. Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan persatuan dalam keberagaman.

Pada kesempatan yang sama, Prof. Rokhmin Dahuri juga menegaskan bahwa empat pilar ini bukan hanya menjadi sebuah doktrin, tetapi merupakan prinsip moral yang harus dijadikan pedoman oleh setiap warga negara dalam mencapai tujuan kehidupan yang lebih baik. 

“Keempat pilar ini adalah prinsip moral dan dasar keindonesiaan yang akan menuntun capaian kehidupan bangsa yang merdeka. Bersatu, berdaulat, adil, dan makmur adalah kalimat yang dapat mengkristalisasi makna dari Empat Pilar tersebut,” tambahnya.

Dalam pemaparannya, Prof. Rokhmin Dahuri menjelaskan bahwa setiap pilar memiliki fungsi dan konteks yang berbeda, tetapi semuanya saling mendukung untuk mewujudkan cita-cita bangsa Indonesia. "Keempat pilar ini adalah dasar yang harus diyakini dan diterima oleh setiap warga negara untuk membangun Indonesia yang lebih maju, adil, dan makmur," ujar Menteri Kelautan dan Perikanan 2001-2004 itu..

Pilar Sebagai Pemersatu Bangsa

Prof. Rokhmin Dahuri menguraikan bahwa Pancasila memiliki fungsi sebagai pandangan hidup, ideologi negara, ligatur (pemersatu), dan sumber dari segala sumber hukum. Sementara NKRI dikelola secara “bergotong royong,” seperti yang digaungkan oleh para pendiri bangsa. Adapun Bhinneka Tunggal Ika menekankan pentingnya menghormati keberagaman dalam agama, budaya, bahasa, dan tradisi sebagai warisan bangsa.

"Prinsip-prinsip ini adalah jembatan yang mempersatukan masyarakat Indonesia dari berbagai latar belakang agar tetap harmonis dalam perbedaan," imbuhnya.

Ketahanan Pangan untuk Kesejahteraan Bangsa

Selain membahas empat pilar kebangsaan, acara ini juga mengangkat tema tentang pentingnya ketahanan pangan, khususnya dalam sektor perikanan yang menjadi perhatian utama Prof. Rokhmin sebagai anggota Komisi IV DPR RI. Ketahanan pangan dianggap sebagai salah satu faktor penting dalam memperkokoh ketahanan nasional dan kedaulatan bangsa.

Pada kesempatan ini, beliau  juga menyoroti pentingnya ketahanan pangan dalam menjaga kesejahteraan bangsa. Sebagai kebutuhan dasar manusia, pangan menentukan kesehatan dan kecerdasan masyarakat.

"Dalam jangka panjang, kekurangan pangan akan melahirkan generasi yang lemah, kurang cerdas, dan tidak produktif. Dengan kualitas SDM seperti ini, tidak mungkin sebuah bangsa bisa maju dan sejahtera," tegas Ketua Umum Masyarakat Akuakultur Indonesia (MAI) itu.

Sebagai negara bahari dan agraris tropis terbesar di dunia, Indonesia memiliki potensi besar untuk berswasembada pangan. Namun, ironisnya, sektor pangan Indonesia masih bergantung pada impor, sementara mayoritas petani dan nelayannya belum sejahtera.

"Indonesia seharusnya bukan hanya mampu berswasembada pangan, tetapi juga menjadi pengekspor pangan ke seluruh dunia. Untuk itu, kita perlu meningkatkan pendapatan masyarakat di sektor pangan, memperluas lapangan pekerjaan, dan mewujudkan kesejahteraan bagi masyarakat," tegas Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan - IPB University itu.

Meneguhkan Langkah Menuju Masa Depan

Prof. Rokhmin Dahuri menutup acara ini dengan ajakan untuk bersama-sama memperkokoh Empat Pilar Kebangsaan sebagai fondasi persatuan bangsa dan menjadikan ketahanan pangan sebagai prioritas pembangunan nasional.

"Melalui pemahaman dan penerapan Empat Pilar serta komitmen bersama untuk mengelola potensi pangan, kita dapat membangun Indonesia yang maju, mandiri, dan diridhoi Allah SWT," tutupnya.

Acara sosialisasi ini memberikan wawasan berharga tentang peran fundamental Empat Pilar dalam kehidupan berbangsa, sekaligus menginspirasi langkah konkret untuk mengatasi tantangan ketahanan pangan demi kesejahteraan bersama. 

Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat dapat lebih memahami pentingnya Empat Pilar sebagai landasan hidup berbangsa dan bernegara, serta memperkuat komitmen untuk bersama-sama menjaga persatuan, keadilan, dan kemakmuran Indonesia.

Komentar