PGI Sambut HUT ke-75 dengan Spiritualitas Ugahari
ASKARA - Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) akan merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75 pada Mei mendatang. Momentum ini dijadikan PGI untuk merefleksikan dan merevitalisasi misi gereja, di mana peran gereja diharapkan menjadi jawaban bagi berbagai pergumulan bangsa.
Pada perayaan HUT kali ini, PGI mengusung tema “Kesatuan Tubuh Kristus yang Tangguh dan Relevan.” Tema ini dilandasi oleh Spiritualitas Keugaharian, atau yang lebih dikenal dengan konsep hidup merasa cukup.
Hal itu disampaikan oleh Pdt. Henriette Hutabarat-Lebang, mantan Ketua Umum PGI (2014-2019) yang kini menjabat Ketua Umum Lembaga Alkitab Indonesia. Dalam konferensi pers di Jakarta Selatan, Rabu (5/3), ia menegaskan bahwa gereja harus menjadi jawaban di tengah berbagai krisis masyarakat.
Ketua Umum PGI 2024-2029, Pdt. Jacklevyn F. Manuputty, menjelaskan bahwa tema ini mencerminkan komitmen gereja-gereja di Indonesia sebagai Tubuh Kristus untuk mempererat persaudaraan dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
"Selain itu, tema ini juga memperkuat kehadiran PGI di tengah bangsa melalui berbagai program dan inisiatif yang relevan," ujar pendeta yang juga dikenal sebagai aktivis perdamaian Maluku itu.
Rangkaian Kegiatan HUT ke-75 PGI
Sebagai bagian dari perayaan, PGI menggelar berbagai kegiatan di sejumlah kota, melibatkan unsur PGI Wilayah dan STT dari sinode gereja anggota PGI.
Beberapa rangkaian acara meliputi: Lomba MARS PGI, Ecumenical Awards, Bakti Sosial, Seminar Teologi, Ziarah Ekumenis, Peluncuran Buku, Ibadah Syukur.
Acara puncak Ibadah Raya 75 Tahun PGI akan berlangsung di ICE-BSD City, Tangerang Selatan, pada 30 Mei 2025. Perayaan ini akan diisi dengan Ecumenical Awards, peluncuran Buku Refleksi 75 Tahun PGI, seni dan musik, serta penampilan dari Butet Kartaredjasa.
Ketua Panitia Pelaksana HUT ke-75 PGI, Prof. Dr. (H.C.) Olly Dondokambey, S.E., menegaskan bahwa perayaan ini menjadi momen refleksi dan revitalisasi misi gereja dalam masyarakat.
"Tema ini mencerminkan harapan gereja-gereja yang menghadapi banyak krisis dan tantangan. Dengan pertolongan Tuhan dan persekutuan dengan sesama, kita akan semakin tangguh dan relevan," ujar mantan Gubernur Sulawesi Utara itu.
Sejarah PGI
PGI didirikan pada tahun 1950 di Jakarta dengan nama Dewan Gereja-gereja di Indonesia (DGI). Pada Sidang Raya X DGI di Ambon tahun 1984, nama organisasi ini resmi diubah menjadi PGI.
Sejak berdiri, PGI berperan sebagai lembaga ekumenis yang mewadahi gereja-gereja di Indonesia dalam membangun kebersamaan dan pelayanan bagi masyarakat. Memasuki usia ke-75, PGI terus berkomitmen untuk menjadi mitra gereja dalam menciptakan masyarakat yang adil, damai, dan sejahtera.

Komentar