Inilah Kisah Penyelamatan Dramatis di Carstensz Pyramid
ASKARA — Tragedi menimpa para pendaki di Carstensz Pyramid. Dua orang dilaporkan meninggal dunia saat menuruni gunung pada malam hari, sementara tiga lainnya terjebak di ketinggian dekat puncak dalam kondisi lemah dan nyaris tidak bisa berkomunikasi melalui radio setelah bermalam tanpa perlindungan di suhu ekstrem, Sabtu (1/3).
Garrett Madison, High Altitude Mountain Guide & Expedition Leader, menerima kabar itu saat berada di base camp bersama rekannya, Ben Jones dan Tashi Lakpa Sherpa. Mereka segera menyusun strategi penyelamatan dan membawa perlengkapan darurat, termasuk air panas, obat-obatan, makanan, serta peralatan evakuasi. Berkat aklimatisasi dari pendakian sebelumnya, mereka mencapai lokasi dua pendaki yang sudah tak bernyawa dalam waktu sekitar 45 menit. Setelah memastikan keduanya telah meninggal dunia, tim melanjutkan perjalanan menuju punggungan, tempat tiga pendaki lainnya ditemukan dalam kondisi kritis akibat hipotermia dan kelelahan.
Tim penyelamat segera memberikan pertolongan pertama, termasuk suntikan Dexamethasone, air panas dengan elektrolit, gel energi, serta pakaian kering. Dengan upaya keras, mereka berhasil menurunkan ketiga pendaki itu ke base camp pada sore hari, sementara tim lain mengevakuasi jenazah dua korban. Beruntung, cuaca mendukung dan mereka tiba sebelum hujan turun.
Melalui unggahan di akun Instagram @madisonmtng, Madison mengungkapkan rasa syukurnya atas keberhasilan penyelamatan ini. “Jika hujan deras atau salju basah turun, situasinya bisa jauh lebih buruk,” tulisnya. Ia juga mengapresiasi rekan-rekannya, Ben Jones dan Tashi Lakpa Sherpa, yang dengan sigap bergerak tanpa ragu untuk membantu sesama pendaki.
Madison, yang juga atlet Mountain Hardwear dan pemimpin ekspedisi di Madison Mountaineering (madisonmountaineering.com/garrett-madison), mengaku awalnya kecewa karena harus membatalkan rencana kepulangannya ke AS akibat ekspedisi ini berlangsung lebih lama dari perkiraan. “Namun, saya percaya Tuhan memiliki rencana lain—mungkin ini adalah ‘misi yang lebih besar’ bagi kami,” ujarnya.

Komentar