Uskup Agung Ende Dukung Sahabat Misionaris Indonesia
ASKARA – Uskup Agung Ende, Mgr. Paulus Budi Kleden SVD, menyambut baik pembentukan Sahabat Misionaris Indonesia (SAMINDO) dan rencana pendirian Rumah Pengharapan bagi para misionaris asal Indonesia. Keberadaan SAMINDO diharapkan menjadi wadah bagi umat Katolik Indonesia untuk mendampingi para misionaris dalam perjalanan pelayanan mereka.
Dukungan ini disampaikan Mgr. Budi Kleden dalam perbincangannya dengan Rm. Leo Mali Pr. di sela perayaan Ekaristi Misio Canonica bagi 131 calon katekis dari Sekolah Tinggi Pastoral Atma Reksa (STiPAR) Keuskupan Agung Ende, Rabu (26/2).
Inisiatif Dukungan bagi Misionaris
Indonesia dikenal sebagai negara dengan jumlah misionaris Katolik terbesar di dunia, tersebar di lebih dari 70 negara di lima benua. Banyak di antara mereka berasal dari Nusa Tenggara Timur (NTT). Bahkan, pada 2022, Paus Fransiskus mengakui peran besar Indonesia dalam mengirimkan misionaris ke berbagai belahan dunia dan memberikan berkat khusus bagi mereka atas inisiatif Paguyuban Wartawan Katolik Indonesia (PWKI).
Gagasan pembentukan SAMINDO muncul dari berbagai pihak, termasuk Rm. Leonardus Mali Pr., doktor lulusan Universitas Kepausan Urbaniana, Roma, dan Rm. Paulus Halek Bere SSCC, lulusan Pontifical Biblical Institute, Roma. Mereka berkolaborasi dengan relawan PWKI di bawah koordinasi pendiri sekaligus penasihat PWKI, AM Putut Prabantoro.
Menurut Rm. Leo Mali, ide pendirian Rumah Pengharapan berawal dari pengalaman selama pandemi Covid-19, ketika grup WhatsApp Sahabat Misionaris Indonesia dibentuk pada 3 Juni 2021. Grup ini menjadi sarana komunikasi dan dukungan bagi para misionaris yang kembali ke Indonesia atau menuju negara misi baru.
"Dalam pengalaman selama Covid-19, kami membantu para misionaris agar tidak kesulitan saat kembali ke Indonesia, termasuk akses ke Wisma Atlet untuk karantina sesuai prosedur. Kebersamaan ini terus kami lanjutkan hingga kini," ujar Rm. Leo yang kini mengajar di Universitas Katolik Widya Mandira Kupang.
Rumah Pengharapan untuk Misionaris
Sebagai tindak lanjut dari upaya ini, relawan PWKI di Jakarta, yang dikoordinasi Putut Prabantoro, telah mengambil inisiatif untuk menyambut para misionaris yang kembali dari luar negeri. Rencana selanjutnya adalah mendirikan Rumah Pengharapan dekat Bandara Soekarno-Hatta sebagai rumah transit bagi misionaris yang tidak memiliki komunitas atau keluarga di Indonesia.
"Saya akan berdiskusi dengan para Uskup NUSRA (Jatim, Bali, dan NTT) mengenai inisiatif ini. Saya sudah berbicara dengan dua uskup dan akan melanjutkan diskusi dengan uskup lainnya," kata Rm. Leo Mali.
Mgr. Budi Kleden mengapresiasi rencana ini dan berharap agar gagasan tersebut bisa segera diwujudkan. "Semoga Tuhan menghendaki tahun Yubileum ini menjadi momentum berahmat bagi para misionaris Indonesia di seluruh dunia," pungkas Rm. Leo Mali.

Komentar