Selasa, 14 Juli 2026 | 19:59
NEWS

Intervensi Pemerintah Diperlukan Antisipasi Naiknya Harga Pangan

Intervensi Pemerintah Diperlukan Antisipasi Naiknya Harga Pangan

ASKARA-Untuk mengantisipasi naiknya harga pangan  menjelang Ramadan dan Lebaran 2025 yang tidak mencekik leher masyarakat diperlukan intervensi  dari pemerintah.

Demikian pandangan pengamat ekonomi Institute for Development of Economics and Finance atau Indef, Eko Listiyanto dalam diskusi Dialektika Demokrasi bertajuk “Menjaga Stabilitas Harga Pangan Jelang Ramadan” di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (27/2/2025),

Menurutnya  harga pangan mulai menunjukkan tren kenaikan menjelang Ramadhan. Kenaikan tersebut baginya sebagai yang wajar. Namun yang perlu diantisipasi adalah naiknya harga kebutuhan pangan secara signifikan yang dapat membebani masyarakat.

Untuk  itu Eko merasa perlu pemerintah menerapkan strategi intervensi yang tepat agar lonjakan harga tidak memberatkan masyarakat, terutama menjelang puncak kenaikan permintaan. Langkah ini menurut Eko diperlukan mengingat pemerintah sering menyatakan stok pangan mencukupi, bahkan berlebih.

“Namun, fakta di lapangan menunjukkan kenaikan harga yang mulai terasa meskipun belum mencapai puncaknya,” ujarnya. Intervensi pemerintah itu diperlukan jika kenaikan harga pangan sudah keluar dari batas toleransi. Kalau masih dianggap wajar, dia melanjutkan tak perlu pemerintah intervensi secara berlebihan karena juga berdampak positif bagi petani dan pelaku usaha.

Eko menyarankan agar pemerintah menggelar  operasi pasar  yang  dilakukan pada saat yang tepat dan di lokasi strategis, seperti pasar tradisional, agar dampaknya lebih terasa.

“Dalam kondisi seperti ini, pemerintah seharusnya bisa lebih proaktif dengan memastikan distribusi berjalan lancar dan intervensi pasar dilakukan pada waktu yang tepat,” tegasnya.

Dengan berbagai tantangan tersebut, Eko berharap pemerintah dapat mengambil langkah lebih efektif dalam menjaga stabilitas harga pangan dan daya beli masyarakat, sehingga dampak ekonomi menjelang Ramadan dan Lebaran dapat diminimalkan.

Lebih lanjut, Eko menyoroti beberapa faktor utama yang mempengaruhi inflasi menjelang Ramadan dan Lebaran. Dia menegaskan pangan menjadi komponen terbesar dalam kenaikan inflasi, terutama bahan pokok seperti beras, cabai, daging, dan minyak. Selain itu, kenaikan harga tiket transportasi juga menjadi tantangan bagi masyarakat berpenghasilan rendah, yang sering mengalami lonjakan harga lebih tinggi dibanding kelas ekonomi atas.

Eko juga menekankan bahwa selain ketersediaan komoditas, distribusi menjadi faktor krusial dalam pengendalian harga. Stok pangan bisa mencukupi di satu daerah, tetapi jika distribusi terhambat akibat infrastruktur atau spekulasi pasar, harga tetap melambung.

“Kadang barangnya ada, tapi datangnya terlambat dua hari. Itu langsung memicu lonjakan harga,” katanya.[dry]

Komentar