Bicaralah Presiden. Jujur, Apa Adanya
Oleh: Agus Mualif Rohadi.
ASKARA - Kita semua harus saling jujur. Ekonomi memang sedang lemah. Itu kata SBY. Ungkapan yg betul. Termasuk untuk SBY.
Pemangkasan anggaran itu apa betul hanya untuk efisieni dan menutup peluang korupsi ?
Tidak. Karena apa.
Dalam survey, Kebocoran anggaran itu mencapai 30 %. Kebocoran itu selain inefisiensi juga korupsi.
Namun pemangkasan yg dilakukan Presiden Prabowo itu sampai lebih dari 70 %.
Ya pasti ada yg merasa kegelapan, gelagapan, terampas masa depan, dll.
Ke - PU - an dari 110 T tingga 29,5 T. Beribu kotraktor dan ratusan ribu karyawan konstruksinya tiba tiba kehilangan pekerjaan, padahal karyawan konstruksi itu harus makan, nyekolahkan anak, dll.
Jalan jalan akan banyak bolong bolong nggak tertambal, infrastruktur banyak yg nggak terpelihara, yang rencana akan dibikinkan jembatan terpaksa dibatalkan, irigasi pertanian tidak nambah dan yang rusak nggak bisa diperbaiki, dll. Gelap.
Pendidikan dari 75 T tinggal 19 T. Pasti ribuan suply alat alat pendidikan, buku perkuliahan, sampai bea siswa akan terpangkas. UKT akan semakin mahal. Berapa puluh ribu tenaga kerja disektor pendidikan tiba tiba kehilangan pekerjaan. Gelap.
Demikian pula kesehatan, dll. Gelap
Bahkan beberapa menteri pun mengeluh.
Menteri KKP yg selama ini heroik dalam memberantas korupsi pun juga mengeluh.
" Yaaahhh dapat 10 T. Yaahh akan kita lihat apa yang akan bisa kita perbuat dengan anggaran sebesar itu ".
Bantu nelayan, petani ? Bantu apa berapa orang ? Apa yg bisa dibantukan ? Tentu sangat pusing membuat prioritasnya. Nelayan mana, petani mana yang masih akan kejatuhan rejeki ? Gelap.
Jadi harus terbuka, jujur untuk menarasikan kebijakan itu.
Presiden belum menjelaskan.
Keprasan duwit yang sangat besar itu akan diperuntukkan apa ?
Refocusing apa ? Realokasi apa ?
Yg jelas di depan mata, apbn yg sdh disahkan sebelumnya itu oleh dpr, untuk
Bayar hutang jatuh tempo 800 T.
Rencana defisit 700 T.
Sdh 1500 T sendiri.
Presiden perlu menjelaskan sebenarnya mau apa ? supaya rakyat paham.
Jgn ditutup tutupi, apakah ekonomi Indonesia sdng baik baik saja,
atau ekonomi sedang mengalami keterpurukan sehingga harus membuat langkah yg sangat drastis.
Ibarat menarik hand rem Bus yg sudah berjalan oleng akan masuk gorong gorong. Bus memang harus munting asal jangan terbalik yang penting penumpang selamat.
Ada sebagian penumpang yg akan terluka. Terhadap yang terluka apa sdh siap jaring pengaman sosialnya.
Tetapi apa seperti itu ?
Bicaralah Presiden.
Anda perlu empati dari rakyat. Anda butuh dukungan moral rakyat.
Jangan marah pada rakyat yg meraba raba langkah anda. Mereka yang sudah merasa akan jadi kurban langkah anda.

Komentar