Sabtu, 13 Juni 2026 | 16:12
COMMUNITY

Indonesia Juara Umum MTQ Internasional IV, Bukti Kuatnya Tradisi Pembinaan Al-Qur'an

Indonesia Juara Umum MTQ Internasional IV, Bukti Kuatnya Tradisi Pembinaan Al-Qur'an
Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Ahmad Tholabi Kharlie (Dok UIN)

ASKARA – Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Internasional IV resmi ditutup oleh Wakil Menteri Agama RI, Romo H. R. Muhammad Syafi’i, pada 1 Februari 2025. Perhelatan akbar yang diikuti 60 peserta dari 38 negara ini menasbihkan Indonesia sebagai juara umum setelah seluruh delegasinya menjadi terbaik pertama di semua cabang yang diperlombakan.

Keberhasilan ini semakin mengukuhkan Indonesia sebagai negara dengan reputasi tinggi dalam pembinaan dan pengembangan Al-Qur’an. Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Ahmad Tholabi Kharlie, menilai prestasi ini wajar karena Indonesia memiliki tradisi pengaderan yang kuat dalam Musabaqah Al-Qur’an dan Hadis.

"Hampir di setiap MTQ Internasional, delegasi Indonesia selalu menempati posisi terhormat. Ini bukti bahwa sistem pembinaan kita sudah sangat matang," ujar Tholabi di Jakarta, 3 Februari 2025.

Strategi Pembinaan Al-Qur’an di Indonesia

Tholabi menjelaskan bahwa kesuksesan Indonesia dalam berbagai kompetisi Al-Qur’an, baik di bidang tilawah, hifzh (hafalan), tafsir, maupun khath (kaligrafi), bukanlah kebetulan. Pemerintah melalui Kementerian Agama telah menjadikan pembinaan Al-Qur’an sebagai program prioritas, dengan berbagai kebijakan yang mendorong umat Islam untuk membaca, memahami, dan mengamalkan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

"Sejak MTQ Nasional pertama kali digelar di Ujung Pandang pada 1968, gairah umat Islam dalam membaca dan memahami Al-Qur’an meningkat pesat. MTQ tidak hanya melahirkan talenta baru, tetapi juga mendorong berdirinya berbagai lembaga dan sentra pembinaan Al-Qur’an di seluruh Indonesia," jelasnya.

Salah satu elemen penting dalam ekosistem pembinaan Al-Qur’an di Indonesia adalah Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ). Lembaga ini, yang dijalankan oleh pemerintah dan tokoh agama, memiliki peran strategis dalam menggerakkan syiar Al-Qur’an secara nasional.

"LPTQ berhasil menciptakan inovasi dan modernisasi dalam penyelenggaraan MTQ. Digitalisasi dalam musabaqah membuat proses seleksi semakin transparan dan berkualitas, meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap sistem yang diterapkan," ungkap Tholabi.

Keberhasilan Indonesia sebagai juara umum dalam MTQ Internasional IV bukan hanya tentang medali, tetapi juga mencerminkan keunggulan sistem pembinaan Al-Qur’an di tanah air. Standar penyelenggaraan yang semakin profesional dan modern menjadikan Indonesia sebagai kiblat dalam pengembangan Musabaqah Al-Qur’an di tingkat global.

"MTQ yang kredibel pasti melahirkan output yang kompetitif. Saya tidak ragu dengan capaian gemilang delegasi Indonesia tahun ini," tutup Tholabi.

Dengan prestasi ini, Indonesia kembali menegaskan posisinya sebagai pusat pembinaan Al-Qur’an dunia, sekaligus menunjukkan bahwa nilai-nilai Al-Qur’an terus hidup dalam kehidupan masyarakat.

 

 

Komentar