PIKI Siap Gandeng Cendekiawan Lintas agama Awasi Program MBG
ASKARA - Dewan Pimpinan Pusat Persatuan Inteligensia Kristen Indonesia (DPP-PIKI) menyatakan siap menggandeng lembaga cendekiawan lintas agama dalam mengawal dan mengawasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan oleh pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Hal itu disampaikan oleh Ketua Umum DPP-PIKI Dr. Badikenita Br. Sitepu, S.E., S.H., M.Si, saat ditemui askara.co, di sela acara Refleksi Awal Tahun DPP-PIKI bertajuk “Pangan dan Energi untuk Negeri”, yang dilangsungkan di aula kampus STISIP Widuri, Palmerah, Jakarta Barat, Kamis siang (30/01).
Badikenita menjelaskan jika dilihat dari tujuan diselenggarakannya program tersebut maka pemberian MBG mesti dilakukan secara tepat sasaran, dan diawasi baik secara besaran maupun pendistribusiannya oleh segenap pemangku kepentingan, termasuk lembaga cendekiawan keagamaan.
“PIKI juga sebagai lembaga cendekiawan bersama-sama dengan lembaga cendekiawan lintas agama akan melakukan pengawasan terhadap program ini. Bukan sekedar memberikan kritik tetapi juga memberikan kritik yang membangun, dan kalau bisa berkolaborasi bersama untuk tujuannya,” ujar Badikenita.
Lebih lanjut diuraikan Badikenita, nantinya segala bentuk kritik konstruktif akan disampaikan oleh PIKI bersama lembaga cendekiawan lintas agama melalui media massa, lembaga keagamaan, mau pun lembaga pendidikan itu sendiri.
“Kita bisa melalui media, mungkin juga pesantren, gereja, vihara, kan semua yang bergabung bersama kita di sini berasal dari semua agama yang punya lembaga cendekiawan. Juga bisa melalui bentuk literasi,” ujarnya.
Ketua Komite II DPD-RI yang mewakili Provinsi Sumatra Utara itu juga optimis Program MBG akan memberi dampak positif bagi masyarakat luas. Terlebih pihak perbankan khususnya BUMN juga sudah menyatakan kesiapan mereka dalam mendukung UMKM yang telah mengantongi surat penunjukan pengadaan paket MBG.
“Tadi juga ada disampaikan dari segi perbankan, mungkin dari bank BUMN ya yang bisa memberikan bantuan permodalan bagi yang sudah mendapatkan kontrak kerja atau mendapatkan pesanan (paket MBG-red). Dalam seminggu itu kan lima hari ya, misalnya tiga ribu paket perhari, itu akan diberikan bantuan permodalan. Nah ini kan bisa juga untuk (membantu-red) UMKM,” tutupnya.

Komentar