Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:08
CULINARY

Mengintip Keistimewaan Restoran Jajaghu di Kota Tua Jakarta untuk Perayaan Imlek 2025

Mengintip Keistimewaan Restoran Jajaghu di Kota Tua Jakarta untuk Perayaan Imlek 2025
Hidangan Restoran Jajaghu di Kota Tua Jakarta (Dok Jajaghu Restaurant)

ASKARA - Jakarta memiliki banyak tempat yang menyimpan jejak sejarah, salah satunya adalah House of Tugu di Kota Tua. Di sini, cerita masa lalu masih terasa melalui arsitektur bangunan yang pernah menjadi pusat perdagangan, tempat tinggal, hingga gudang penyimpanan gula. 

Dalam perayaan Imlek 2025, restoran Jajaghu yang berada di dalam kompleks ini menawarkan pengalaman kuliner khas yang memadukan sejarah, budaya, dan tradisi.  

Memasuki restoran Jajaghu, pengunjung langsung disambut oleh suasana yang megah. Nama Jajaghu sendiri berasal dari istilah yang melambangkan keagungan dan kesucian, terinspirasi dari candi di Jawa Timur yang dikenal sebagai Candi Jago. Langit-langit restoran yang tinggi dihiasi dengan arca besar, serta batang pohon yang dipasang sebagai elemen dekoratif dan dicat putih, menciptakan kesan elegan bak salju.  

Jajaghu memiliki beberapa area bersantap, termasuk sushi bar dengan konsep tempat duduk ala bar dan ruang makan fine dining yang memberikan pengalaman bersantap mewah. Setiap sudut restoran menghadirkan atmosfer khas masa lalu yang membawa tamu seolah-olah melakukan perjalanan waktu.  

Imlek di Jajaghu semakin meriah dengan pertunjukan barongsai yang diiringi tabuhan drum ritmis. Tarian ini dipercaya membawa keberuntungan dan keseimbangan, sejalan dengan makna Tahun Ular Kayu.  

Tidak hanya hiburan, restoran ini juga menyajikan berbagai hidangan khas Imlek yang terinspirasi dari kuliner Peranakan. Beberapa menu yang ditawarkan antara lain Yee Sang, sop baso kepiting, bihun kerapuh Koh Asiung, Nyonya Oei’s Ginger Scallion Lobster, Kueh Keranjang & Ronde Tiga Warna.

Menu spesial ini bisa dinikmati dengan harga mulai dari Rp50.000, sementara paket spesial seharga Rp400.000 sudah termasuk akses gratis ke Museum Peranakan. Hidangan Imlek ini tersedia hingga perayaan Cap Go Meh, sehingga pengunjung masih memiliki kesempatan untuk mencicipinya.  
 
Selain menikmati sajian lezat, pengunjung juga dapat mengunjungi museum yang masih berada dalam kompleks House of Tugu. Bangunan ini dulunya merupakan tempat tinggal para saudagar keturunan Tionghoa yang berdagang di Batavia. Salah satu tokohnya adalah Oei Tiong Ham, yang dikenal sebagai "Raja Gula" pada masanya.  

Museum ini menyimpan koleksi barang-barang bersejarah, termasuk peninggalan Raden Saleh, pelukis legendaris Indonesia, serta dokumen dan barang pribadi milik Presiden Soekarno. Salah satu ruangan bahkan memajang celana milik sang proklamator, beserta surat-surat yang pernah ditulisnya.  

Bagi yang ingin merasakan pengalaman kuliner istimewa di Jajaghu, disarankan untuk melakukan reservasi terlebih dahulu karena tingginya minat pengunjung selama perayaan Imlek. Selain menikmati hidangan, tempat ini juga memberikan kesempatan untuk menyelami sejarah dan budaya yang kaya di jantung Kota Tua Jakarta.  

Jadi, jika Anda mencari tempat untuk merayakan Imlek dengan nuansa berbeda, Jajaghu bisa menjadi pilihan sempurna yang menggabungkan cita rasa, tradisi, dan warisan sejarah dalam satu pengalaman tak terlupakan.

 

 

Komentar