Kampung Jimpitan dan Kampung Pandora: Inspirasi Saling Berbagi
ASKARA - Keberadaan Kampung Jimpitan di Kelurahan Batujaya, Kota Tangerang, semakin menarik perhatian. Kampung ini merupakan salah satu dari enam titik di enam provinsi yang memiliki fasilitas Ruang Bersama Indonesia (RBI), sebuah program unggulan yang bertujuan menciptakan ruang aman, inklusif, dan memberdayakan, khususnya bagi perempuan dan anak di tengah masyarakat.
Karena peran strategisnya, Kampung Jimpitan sempat dikunjungi oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA), Arifah Choiri Fauzi, pada 16 Desember 2024. Saat itu, Pemkot Tangerang berkomitmen menciptakan ruang aman bagi perempuan dan anak, serta mendorong inovasi di Kampung Jimpitan agar dapat diadopsi oleh kampung-kampung lain guna meningkatkan inklusivitas di Kota Tangerang.
Kunjungan ASJB: Mendorong Ruang Aman dan Inklusif
Terinspirasi oleh program RBI, perkumpulan Alumni SMA Jakarta Bersatu (ASJB) melakukan kunjungan kerja ke Kampung Jimpitan pada Selasa, 28 Januari 2025. Rombongan yang terdiri dari sekitar 15 anggota ASJB menyempatkan diri berbincang dengan Bapak Nanang selaku pemangku kepentingan, serta masyarakat sekitar, untuk membahas peluang dan kiat menciptakan lebih banyak ruang aman di tempat-tempat lainnya.
Sebagai bagian dari masyarakat, ASJB mendukung agar RBI tidak hanya menjadi ruang untuk belajar dan berkarya, tetapi juga menciptakan ekosistem yang memungkinkan perempuan memaksimalkan potensi dan perannya, serta anak-anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal. Program RBI diharapkan menjadi momentum bagi ASJB dalam mewujudkan masyarakat yang lebih inklusif, mandiri, dan berdaya saing, tidak hanya di Kota Tangerang, tetapi juga di wilayah lain.
Ketua Umum ASJB, RA Jeni Suryanti, berharap dapat berkolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan agar RBI menjadi ruang edukasi yang memperkenalkan kembali permainan tradisional, cerita sejarah, dan nilai-nilai kearifan lokal sebagai solusi kreatif untuk mengurangi ketergantungan anak-anak pada gawai.
“ASJB sangat berkepentingan mendorong suasana aman dan damai sebagai syarat mutlak dalam kelancaran pelaksanaan pembangunan nasional. Oleh karena itu, kunjungan kerja ini diharapkan dapat menjadi sarana belajar dan dapat diaplikasikan ke seluruh wilayah kerja ASJB. Minimal, satu kelurahan di setiap koordinasi wilayah (korwil) dapat menjadi Ruang Bersama Indonesia,” ujar Jeni Suryanti di Tangerang, Selasa (28/01).
Jeni juga berharap setiap korwil nantinya memiliki petugas atau PIC yang akan berkoordinasi dengan Pengurus ASJB Pusat dalam mendampingi kelurahan yang dibina.
Jimpitan: Tradisi Gotong Royong yang Tetap Relevan
Nama "Jimpitan" sendiri merujuk pada tradisi masyarakat desa yang berbentuk sumbangan kolektif, baik berupa uang, beras, atau bahan lain. Hasil jimpitan yang terkumpul digunakan untuk membantu warga yang membutuhkan atau memperbaiki fasilitas desa. Tradisi ini mencerminkan semangat gotong royong dan solidaritas sosial.
Dengan jumlah anggota aktif ASJB yang mencapai sekitar 4.000 orang di delapan korwil, konsep jimpitan ini dapat diimplementasikan dalam bentuk bantuan antarsesama anggota.
“Meski istilah jimpitan ini jarang terdengar di perkotaan, ide berbagi dari warga untuk warga masih sangat relevan dengan kondisi saat ini. Terlebih bagi ASJB, yang memiliki ikatan solidaritas kuat, konsep ini sangat mungkin diwujudkan,” ujar Poppy, Ketua ASJB Korwil Jakarta Selatan.
Kunjungan ke Kampung Pandora: Perspektif Baru dalam Civic Engagement
Setelah mengunjungi Kampung Jimpitan, rombongan ASJB melanjutkan perjalanan ke Kampung Pandora, yang berjarak kurang dari 2 km. Kampung ini merupakan kampung tematik yang mengedepankan keterlibatan warga dalam aspek pendidikan dan olahraga (Pandora).
Kunjungan ke Kampung Pandora memberikan perspektif baru bagi ASJB dalam memahami keterlibatan warga (civic engagement) dalam memanfaatkan ruang bersama. Keseriusan yang ditunjukkan oleh Bapak Rayyan selaku pemangku kepentingan di Kampung Pandora menunjukkan bagaimana pendidikan dan olahraga dapat menjadi sarana efektif untuk mengajak warga berpartisipasi dalam membentuk masa depan masyarakat sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih ramah dan bermanfaat secara nyata.
Kunjungan kerja ASJB ke Kampung Jimpitan dan Kampung Pandora menjadi langkah penting dalam memperkuat hubungan serta komunikasi antara anggota ASJB dan masyarakat. Hal ini merupakan wujud nyata kiprah ASJB dalam mendukung pembangunan sosial yang inklusif dan berkelanjutan.

Komentar