Kamis, 04 Juni 2026 | 12:00
COMMUNITY

59 Instruktur Lulus Sertifikasi Senam Pencegahan Osteoporosis di Tangerang

59 Instruktur Lulus Sertifikasi Senam Pencegahan Osteoporosis di Tangerang
Pelatihan dan sertifikasi instruktur senam pencegahan osteoporosis yang diselenggarakan pada 25-26 Januari 2024 di Kabupaten Tangerang (Dok Perwatusi)

ASKARA – Pelatihan dan sertifikasi instruktur senam pencegahan osteoporosis yang diselenggarakan pada 25-26 Januari 2024 di Kabupaten Tangerang telah selesai dengan sukses. Sebanyak 59 peserta dinyatakan lulus dan berhak mendapatkan sertifikat, sementara 1 peserta lainnya masih harus menyelesaikan ujian praktik di Jakarta.

Ketua panitia sekaligus Ketua DPC Perkumpulan Warga Tulang Sehat Indonesia (PERWATUSI) Kabupaten Tangerang, Dwi Lestari, menyampaikan apresiasinya atas antusiasme peserta dalam mengikuti pelatihan ini.

Pelatihan ini dibuka oleh Ketua Umum PERWATUSI, Anita A. Hutagalung, yang hadir bersama Bendahara PERWATUSI, Anti, serta Dewan Pengawas, Deny. Sementara pada acara penutupan, hadir Sekretaris Umum dr. Ida Ayu, MBA, dan Wakil Sekretaris Umum Ir. Silvana Retno.

Berbagai materi pelatihan disampaikan oleh narasumber berkompeten di bidangnya, di antaranya, Anita A. Hutagalung dengan topik Pengenalan PERWATUSIDr. Florentitia Angkawijaya, MARS, yang membawakan dua materi, yaitu Anatomi Fisiologi Tulang, Otot, dan Sendi serta Serba-serbi Osteoporosis. Dr. Ade Tobing, Sp. KO, yang menjelaskan tentang Latihan Fisik sebagai Pencegahan dan Pengobatan Penyakit OsteoporosisYenny Maria, yang memberikan sesi praktik senam, didampingi oleh instruktur lokal Ira dan Fora.

Selama pelatihan, para peserta mengikuti rangkaian evaluasi yang meliputi: Pre-Test Teori. Post-Test Teori. Ujian Praktik

Dr. Ade Tobing menegaskan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari program unggulan PERWATUSI dengan target pencapaian jumlah instruktur senam yang lebih luas dalam dua tahun ke depan.

"Instruktur senam ini akan menjadi perpanjangan tangan PERWATUSI hingga ke tingkat RT untuk memperluas jangkauan edukasi dan pencegahan osteoporosis di masyarakat," ujar dr. Ade Tobing.

Dengan selesainya pelatihan ini, diharapkan para instruktur yang telah tersertifikasi dapat berperan aktif dalam menyebarkan pengetahuan dan keterampilan senam osteoporosis demi meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan tulang.

 

 

Komentar