Menari untuk Kebahagiaan
Umie Khulsum Promosikan Budaya Indonesia di ICTMD ke-48
ASKARA - Menari bukan hanya sebuah bentuk hiburan, tetapi juga sarana untuk meningkatkan kesehatan mental dan emosional. Aktivitas ini terbukti mampu mengurangi stres, mengatasi gejala kecemasan dan depresi, serta meningkatkan rasa percaya diri. Tidak heran jika menari sering dianggap sebagai cara yang efektif untuk mencapai kebahagiaan.
Semangat menari ini dibawa oleh Umie Khulsum, Ph.D, yang mewakili Indonesia dalam International Council for Traditions of Music and Dance (ICTMD) ke-48 di Selandia Baru. Sebagai bagian dari delegasi, Umie Khulsum tak hanya menampilkan tarian tradisional, tetapi juga mempromosikan kekayaan budaya leluhur yang menjadi warisan bangsa.
“Menari adalah bentuk ekspresi yang luar biasa. Lewat gerakan, kita tidak hanya menyampaikan cerita, tetapi juga menunjukkan identitas budaya yang kita miliki. Saya merasa bangga dapat memperkenalkan seni tradisional Indonesia kepada dunia,” ujar Umie Khulsum, Minggu (12/1).
ICTMD ke-48 digelar oleh Universitas Victoria dan Te Kōkī Sekolah Musik Selandia Baru. Acara ini juga mendapat dukungan dari Tourism New Zealand dan Business Events Wellington, menjadikannya sebuah ajang penting dalam memamerkan keberagaman tradisi dan budaya dari berbagai negara.
Konferensi ini berlangsung di Tākina, sebuah pusat konvensi dan pameran baru di Wellington yang menjadi tempat berkumpulnya seniman, akademisi, dan pecinta budaya dari seluruh dunia. Kehadiran Indonesia dalam acara ini menjadi bukti nyata komitmen untuk terus memperkenalkan tradisi dan seni ke panggung internasional.
“Semoga kehadiran kita di sini dapat menginspirasi generasi muda untuk semakin mencintai budaya Indonesia. Kita harus bangga dan terus melestarikannya, agar tradisi ini tetap hidup dan dikenal di seluruh dunia,” tambah Umie Khulsum penuh semangat.

Komentar