Minggu, 07 Juni 2026 | 13:36
NEWS

Danny Hilman Bantah Tuduhan 'Kesalahan Ilmiah' Penelitiannya di Gunung Padang

Danny Hilman Bantah Tuduhan 'Kesalahan Ilmiah' Penelitiannya di Gunung Padang
Situs Gunung Padang (Dok Askara)

ASKARA – Ahli geologi Danny Hilman Natawidjaja menegaskan bahwa tidak ada kesalahan ilmiah dalam artikel penelitiannya yang diterbitkan di jurnal Archaeological Prospection, meskipun telah ditarik ulang (retracted) oleh editor jurnal dan penerbit Willey. Penarikan ini, menurut Danny, tidak memiliki dasar ilmiah dan melanggar etika akademis.

“Sekali lagi kami tegaskan, TIDAK ADA KESALAHAN ILMIAH dalam artikel ilmiah kami seperti dituduhkan. Silakan BACA artikelnya dan tunjukkan apa salahnya?” ujar Danny dalam pernyataan yang dikutip, Senin (30/12).

Danny menyebut tindakan penarikan artikel ini sebagai bentuk sensor dan fitnah terhadap fakta sejarah warisan leluhur Nusantara. Ia juga mengkritik pihak-pihak yang menyerang penelitiannya tanpa dasar yang jelas.

“Peneliti bisa salah, tetapi pantang untuk berbohong. Silakan yang tidak sependapat berdebat di mimbar ilmiah atau melihat faktanya langsung di lokasi bersama kami,” tambahnya.

Danny Hilman dan timnya meneliti situs Gunung Padang sejak 2011 hingga 2014. Penelitian mereka menemukan adanya empat lapisan dengan masa pembangunan berbeda di situs tersebut. Pada lapisan terdalam, mereka mengidentifikasi inti lava yang telah mengeras dan diduga dipahat oleh manusia sekitar 27.000 tahun lalu.

Penanggalan karbon dilakukan pada tanah di antara bebatuan hasil pengeboran, mendukung klaim bahwa situs ini merupakan hasil karya manusia prasejarah. Namun, klaim usia ini mendapat kritik dari berbagai kalangan, termasuk ilmuwan yang meragukan metode penanggalan dan interpretasi data yang digunakan.

Editor Archaeological Prospection akhirnya menarik artikel tersebut, memicu kemarahan Danny dan timnya. Mereka menilai langkah ini sebagai tindakan tidak senonoh terhadap peneliti Gunung Padang dan masyarakat Indonesia.

Danny Serukan Dukungan Masyarakat Nusantara

Danny menyerukan masyarakat Indonesia untuk tidak mudah terpengaruh oleh narasi yang ia sebut sebagai “fitnah keji”. Ia juga menyoroti pihak-pihak tertentu yang menggunakan dalih sains untuk melemahkan kredibilitas penelitian tentang situs Gunung Padang.

“Retraction dan berita seperti ini bukan hanya tindakan tak senonoh pada para peneliti Gunung Padang saja, tetapi pada kita semua. Mohon saudara-saudaraku se-Nusantara tidak mudah terkena hasutan keji,” katanya.

Gunung Padang, yang terletak di Cianjur, Jawa Barat, adalah situs megalitik terbesar di Asia Tenggara. Penelitian Danny dan timnya telah membuka diskusi baru tentang sejarah peradaban di wilayah Nusantara, meskipun kontroversi terus menyelimuti klaim-klaim tersebut.

Penarikan artikel dari jurnal ilmiah biasanya dilakukan jika ada temuan yang dianggap tidak valid atau melanggar standar akademik. Namun, kasus ini telah memunculkan perdebatan lebih luas mengenai objektivitas penerbitan jurnal dan tekanan politik atau ekonomi yang mungkin memengaruhinya.

Danny berharap diskusi tetap dilakukan di ranah akademis dengan mengedepankan fakta dan integritas ilmiah. "MERDEKA!" tutup.

 

 

Komentar