Rabu, 17 Juni 2026 | 17:06
COMMUNITY

Awas! Ada Koloni 'Wartawan Zombie' di Banten

Awas! Ada Koloni 'Wartawan Zombie' di Banten
Ilustrasi peringatan berbahaya (Dok Askara)

ASKARA - Konflik internal Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) yang bermula dari dugaan adanya cashback dana Uji Kompetensi Wartawan (UKW) di Kementerian BUMN, kini menyeret organisasi tertua wartawan ini ke dalam pusaran kemelut yang lebih dalam. Persoalan tersebut bahkan merambah hingga ke daerah, termasuk di Provinsi Banten.

Di Banten, kelompok wartawan yang masa keanggotaan PWI-nya telah lama berakhir mendadak kembali aktif. Mereka disebut membentuk pengurus PWI Banten dengan pemimpin seorang Pelaksana Tugas (Plt) yang SK-nya dikeluarkan oleh HCB. Namun, HCB sendiri telah diberhentikan sebagai anggota PWI pada 16 Juli 2024 oleh Dewan Kehormatan PWI Pusat atas dugaan keterlibatan dalam kasus dana cashback BUMN serta pelanggaran Peraturan Dasar/Peraturan Rumah Tangga (PD/PRT) dan Kode Perilaku Wartawan (KPW).

Teguh Akbar Idham, Wakil Ketua Bidang Organisasi PWI Banten, mengungkapkan bahwa kelompok ini didukung oleh sebuah media cetak yang disebutnya telah berada di ambang kebangkrutan. Media tersebut, kata Akbar, selama bertahun-tahun dikenal sebagai penerima porsi terbesar anggaran media dari APBD di Provinsi Banten.

“Media itu selama ini menjadi corong kelompok ini. Sayangnya, mereka sering melanggar kode etik jurnalistik dan menyajikan pemberitaan yang tidak berimbang,” ujar Akbar pada Jumat (13/12).

Menurut Akbar, kelompok yang disebutnya sebagai "gerombolan zombie" ini diduga tidak hanya menyajikan berita bohong kepada publik, tetapi juga melanggar PD/PRT organisasi demi mempertahankan akses terhadap dana aspirasi. Akbar juga menyebut adanya dugaan keterlibatan kelompok ini dalam proyek-proyek pemerintahan, termasuk pekerjaan pembuatan situs web desa yang pernah bermasalah.

Akbar menyerukan kepada kepala daerah dan anggota legislatif di Banten untuk berhati-hati terhadap kelompok ini. Ia juga meminta pihak kepolisian dan kejaksaan untuk waspada.

“Kami meminta semua pihak untuk tidak terpengaruh oleh isu yang mereka bawa. Tetap jaga kondusifitas di Banten, dan jangan takut terhadap ancaman mereka agar dana aspirasi tetap mengalir kepada mereka,” tegasnya.

PWI Banten, lanjut Akbar, saat ini tetap solid di bawah kepemimpinan pengurus pusat Zulmansyah Sekedang. Mereka berkomitmen untuk menjalankan program kerja sesuai amanah PWI Pusat, termasuk mendorong pembangunan di Provinsi Banten.

“Kami tetap fokus dan konsisten dalam melaksanakan tugas serta fungsi kami untuk mendukung pembangunan daerah,” pungkasnya.

 

 

Komentar