Kamis, 04 Juni 2026 | 05:36
NEWS

Torium di Babel Berpotensi Jadi Sumber Listrik Dunia Selama 1.200 Tahun?

Torium di Babel Berpotensi Jadi Sumber Listrik Dunia Selama 1.200 Tahun?
Haidar Alwi (Dok tangkapan layar)

ASKARA – Haidar Alwi, anggota Dewan Pembina Alumni ITB, menyatakan bahwa potensi torium yang ada di Bangka Belitung (Babel) dapat menjadi sumber energi listrik dunia hingga 1.200 tahun. Hal ini disampaikan Haidar dalam sebuah podcast yang ditungkil pada Jumat (6/12).

"Torium yang terdapat di Babel adalah salah satu kekayaan alam yang luar biasa. Jika dimanfaatkan dengan teknologi yang tepat, torium dapat menjadi solusi kebutuhan energi global selama lebih dari satu milenium," ujar Haidar.

Menurutnya, torium memiliki keunggulan sebagai bahan bakar nuklir yang lebih aman dan efisien dibandingkan uranium. "Dengan teknologi reaktor berbasis torium, risiko radiasi jauh lebih kecil, limbahnya juga lebih sedikit," jelasnya.

Haidar menekankan bahwa potensi ini perlu segera dimanfaatkan, mengingat kebutuhan energi dunia yang terus meningkat dan tantangan terhadap penggunaan bahan bakar fosil. Ia juga mendorong kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan industri untuk merealisasikan pengembangan energi berbasis torium di Indonesia.

"Jika kita bisa mengoptimalkan ini, Indonesia tidak hanya memenuhi kebutuhan energi domestik tetapi juga bisa menjadi pemain utama dalam penyediaan energi global," tambah Haidar.

Pernyataan ini mendapat perhatian luas mengingat pentingnya diversifikasi energi di tengah upaya global untuk beralih ke energi terbarukan. Bangka Belitung sendiri dikenal memiliki cadangan torium yang melimpah sebagai hasil samping dari aktivitas pertambangan timah di daerah tersebut.

Torium dinilai sebagai salah satu bahan bakar nuklir masa depan yang menjanjikan karena ketersediaannya yang melimpah dan potensi pengurangan dampak lingkungan dibandingkan energi fosil.

Haidar berharap pemerintah dan pihak terkait dapat segera mengembangkan roadmap untuk mengeksplorasi dan memanfaatkan potensi besar ini demi kemajuan bangsa dan kebutuhan energi global.

 

 

Komentar