Wartawan Senior Berbagi Pengalaman dengan Personel Pendam Jaya
ASKARA – Tiga wartawan senior, Egy Massadiah, Roso Daras, dan pegiat media sosial-desain grafis Muhammad Rifqi, mengunjungi Markas Penerangan Kodam (Pendam) Jaya di Jakarta Timur untuk berbagi pengalaman dan wawasan dalam dunia jurnalistik.
Acara yang digelar pada Selasa (26/11) di aula Pendam Jaya dibuka oleh Kapendam Jaya, Kolonel Inf Deki Rayu Syah Putra. Dalam suasana yang hangat dan penuh antusiasme, puluhan personel Pendam Jaya hadir mengikuti diskusi yang bertujuan memberikan wawasan lebih dalam tentang peran media dalam membangun citra institusi, khususnya di tengah perkembangan dunia yang semakin terpengaruh oleh fenomena post-truth.
“Di era ini, kebohongan bisa menyamar menjadi kebenaran. Maka dari itu, kita harus cermat dalam menyampaikan pesan yang akurat, melalui reportase yang mengutamakan etika dan kejujuran,” ungkap Egy Massadiah, yang juga menjabat sebagai staf khusus media Kepala BNPB, Letjen TNI Doni Monardo (2019–2021).
Egy, yang sebelumnya terjun ke dunia hiburan sebagai artis sinetron dan film, menyampaikan pentingnya menjaga standar jurnalistik dan mengingatkan para personel Pendam Jaya untuk selalu mengikuti kaidah baku dalam setiap liputan. "Jurnalistik punya etika yang jelas. Ketika dilanggar, dampaknya bisa besar. Saya harap ini dapat menjadi pedoman bagi kita semua,” lanjut Egy, yang juga menulis buku Titik Nol Corona di bidang kebencanaan.
Roso Daras, yang berpengalaman meliput di lingkungan militer sejak era 90-an, berbagi kisah tentang bagaimana mengelola informasi militer secara kreatif, namun tetap patuh pada aturan yang berlaku. Ia menyebutkan bahwa banyak kisah menarik yang bisa digali dari institusi militer, termasuk Kodam Jaya, seperti kisah seorang Babinsa yang terkenal karena aksi sosialnya atau bangunan eks Kodim Jakarta Timur yang memiliki nilai sejarah penting.
“Kita harus pandai memilih angle yang tepat agar informasi yang kita angkat dapat menarik perhatian masyarakat,” tambah Roso, yang telah menulis beberapa buku tentang tokoh-tokoh militer.
Sementara itu, Muhammad Rifqi, pegiat media sosial, berbicara mengenai pentingnya memanfaatkan platform digital untuk memperkuat citra positif Pendam Jaya. “Media sosial dapat menjadi alat yang sangat efektif untuk menyebarkan informasi dengan cara yang menarik. Mulai dari pembuatan script yang kreatif hingga pemilihan visual yang tepat,” tuturnya.
Di akhir acara, Kapendam Deki berharap kolaborasi antara Pendam Jaya dan praktisi media dapat menghasilkan konten yang lebih baik dan maksimal. "Saya mengapresiasi ketiga wartawan senior yang telah berbagi ilmu dan pengalaman dengan kami,” ujarnya.
Egy Massadiah menutup acara dengan ucapan terima kasih. “Ini adalah sesi berbagi pengalaman, bukan pelatihan formal. Kita semua belajar bersama untuk saling menginspirasi. Saya percaya personel Pendam Jaya sudah siap untuk terus berkembang. JAYAKARTA!!!” serunya, yang disambut pekikan semangat, “JAYA!!!” dari peserta yang hadir.

Komentar