Selasa, 21 Juli 2026 | 23:39
NEWS

Waspada La Nina Lemah

Curah Hujan Diprediksi Meningkat hingga 40 Persen

Curah Hujan Diprediksi Meningkat hingga 40 Persen
Badai (Dok Pixabay)
ASKARA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat akan potensi peningkatan curah hujan akibat fenomena La Nina Lemah yang berlangsung mulai November 2024 hingga Maret atau April 2025. Fenomena ini diperkirakan dapat meningkatkan curah hujan sebesar 20-40 persen dan memicu berbagai bencana hidrometeorologi.
 
“La Nina Lemah disebabkan oleh suhu permukaan laut di Samudra Pasifik yang lebih dingin dari biasanya. Kondisi ini dapat berdampak signifikan pada cuaca, khususnya bagi wilayah perbukitan, lereng gunung, dataran tinggi, dan bantaran sungai,” ujar Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, dalam keterangan yang dikutip, Senin (25/11).
 
Potensi Bencana Hidrometeorologi
 
Dwikorita menyebutkan, fenomena ini berpotensi memicu banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, puting beliung, dan banjir lahar hujan, terutama di wilayah gunung berapi yang baru saja erupsi. Ia menegaskan pentingnya kesiapsiagaan dari masyarakat, pemerintah pusat, dan daerah untuk memitigasi dampak yang ditimbulkan.
 
Menurut BMKG, beberapa faktor utama yang memengaruhi cuaca di Indonesia pada tahun 2025 adalah penyimpangan suhu muka laut di Samudra Pasifik, Samudra Hindia, dan perairan Indonesia, serta fenomena Indian Ocean Dipole (IOD). Sebanyak 67% wilayah Indonesia diprediksi akan mengalami curah hujan tinggi, meliputi sebagian besar Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua.
 
Manfaat Positif La Nina
 
Meski berpotensi menimbulkan bencana, La Nina Lemah juga memberikan peluang positif jika dimitigasi dengan baik. "Keberlimpahan air hujan dapat dimanfaatkan untuk mendukung ketahanan pangan, air, dan energi," kata Dwikorita.
 
Di sektor pertanian, peningkatan curah hujan membuka peluang percepatan dan perluasan area tanam padi, sejalan dengan Program Asta Cita yang digagas Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Sementara di sektor energi, tingginya curah hujan mendukung operasional pembangkit listrik tenaga air serta panen air hujan untuk kebutuhan musim kemarau.
 
Langkah Mitigasi BMKG
 
BMKG telah menyiapkan langkah antisipasi, seperti pemasangan sistem peringatan dini, edukasi masyarakat melalui program Sekolah Lapang Iklim (SLI), dan penyediaan data prediksi iklim. "Kami mendukung pemerintah daerah dan sektor terkait untuk menggunakan informasi cuaca dan iklim guna menyusun kebijakan yang tepat," ujar Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan.
 
Dengan langkah mitigasi yang optimal, BMKG berharap dampak negatif dapat diminimalkan dan potensi positif La Nina dapat dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat. 
 
 

Komentar