Senin, 08 Juni 2026 | 02:43
LIFESTYLE

Saat Darma Mangkuluhur Beralih Fokus ke Bisnis Golf

Saat Darma Mangkuluhur Beralih Fokus ke Bisnis Golf
Darma Mangkuluhur (Dok Sisca)

ASKARA - Darma Mangkuluhur melihat begitu banyak potensi pariwisata Indonesia yang masih bisa dikembangkan, terutama di bidang lapangan golf. Olahraga ini bukan hal baru. Sejak kecil sang ayah Tommy Soeharto selalu mendorongnya untuk menjadi pegolf.

Namun, saat masih anak-anak Darma lebih memilih balapan, mengikuti jejak ayahnya. “Sebetulnya dari kecil saya sudah sering ke lapangan golf. Setiap balap di Sirkuit Sentul, pasti makannya di Palm Hill Golf Club. Bapak saya selalu push untuk saya jadi pegolf. Tapi, saya pilih menjadi pembalap karena adrenalinnya lebih dapat. Harusnya sekarang golf,” ungkap Darma dalam wawancara eksklusif dengan Askara di Belitung, pekan lalu.

Kini di usia 26 tahun, pengusaha muda ini fokus pada pengembangan bisnis lapangan golf. Darma sekarang menjabat sebagai Komisaris Utama PT Intra GolfLink Resort Tbk. Perusahaan ini memilliki tiga lapangan golf di Indonesia, yaitu Palm Hill Golf Club di Sentul, New Kuta Golf & Ocean View di Bali, dan Black Rock Golf Club di Belitung. Di bawah kepemimpinannya, tahun 2024 perusahaan tersebut menjadi Perusahaan Terbuka. Dengan kode nama saham GOLF, mereka menyelesaikan proses IPO dan mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) mulai 8 Juli lalu.

Hal itu dilakukan demi mewujudkan target mereka untuk melakukan ekspansi di di industri lapangan golf. “Kami ingin melakukan ekspansi agresif. Kami sudah tahu market-nya. Dari data yang sudah ada kami yakin ekspansi ini perlu dilakukan. Jangan sampai bersaing di dalam negeri, tapi harus meningkatkan level lapangan golf dibandingkan dengan negara asing lainnya. Jangan sampai kalah dari Vietnam dan negara-negara lain di Asia Tenggara,” jelas Darma.

Dia ingin memberikan experience yang berbeda kepada para pemain golf, baik lokal maupun yang datang dari luar negeri.  “Saat ini kami sedang bikin hotel, invest lagi dengan lapangan golfnya dibagusin, club housenya ditingkatkan. Kami juga akan membangun fasilitas driving range. Semua itu kami lakukan untuk ekosistem yang bagus dan memadai untuk para pegolf, mulai dari level pemula sampai profesional.” Mengikuti perkembangan jaman, Darma juga akan melengkapi fasilitas lapangan golf dengan teknologi golf yang terus berkembang.

Cucu dari Soeharto, Presiden RI kedua ini menyelesaikan pendidikan tingginya di EU Bisnis School, Barcelona Spanyol. Sebelumnya, dia menempuh pendidikan dasar dan menengah di Singapura. Dengan pengalaman tinggal di luar negeri dan mengunjugi banyak negara lain, Darma menjadi semakin kaya pengalaman. Melihat masih banyak potensi pariwisata Indonesia yang belum dikelola secara maksimal, dia merasa terpanggil untuk ikut serta memajukannya.

Sebelum terjun ke lapangan golf, Darma berhasil menjalankan bisnis restoran, yaitu BOCA RICA Tapas Bar & Lounge di Jakarta. Selain itu dia juga menggagas Lounge in The Sky, sebuah konsep makan malam unik di udara dengan ketinggian 50 meter.

Walaupun masih terbilang baru di bisnis lapangan golf, namun Darma sudah memiliki pandangan yang matang soal bisnis ini. “Banyak pemilik lapangan golf yang masih fokus di local market, sedangkan local market sangat price sensitive. Total pegolf kita ada sekitar 170 ribu orang. Peluang kita masih sangat besar. Jika dibandingkan dengan negara-negara lain kita masih sangat kecil. Kita harus fokus untuk tarik orang asing main di Indonesia. Dari tahun 2023 ke 2024 sebenarnya sudah kenaikan kunjungan golf tourism. Investasi tidak banyak, tapi hasilnya sudah banyak. Kalau kita benar-benar investasi di golf tourism, peluang dan hasilnya bisa sangat besar,” jelas Darma. Dari golf tourism Thailand bisa mendatangkan 6 juta orang ke negaranya, Vietnam 1,5 juta orang, dan Malaysia 500 ribu. Jumlah itu masih jauh dari yang dicapai Indonesia.

Darma yakin Indonesia mempunyai potensi yang besar untuk lebih mendatangkan pegolf dari negara-negara lain. Salah satu selling point lapangan golf di dalam negeri adalah natural landscape Indonesia yang sangat indah dan unik di setiap lapangan. Salah satunya di Belitung dimana pemandangannya sangat indah dengan pantai yang diwarnai bebatuan besar yang unik.

Menurutnya, lapangan-lapangan golf Indonesia justru harus saling kolaborasi agar wisatawan yang datang mendapatkan pengalaman yang lebih banyak. “Dengan main di beberapa lapangan golf, kita bikin resort yang bagus maka mereka pasti senang dan mau balik lagi,” kata Darma.

 

Komentar