Selasa, 21 Juli 2026 | 15:52
NEWS

Harry Ara Hutabarat Tekankan Transparansi sebagai Kunci Kebijakan Publik dalam Debat Pilkada DKI Jakarta 2024

Harry Ara Hutabarat Tekankan Transparansi sebagai Kunci Kebijakan Publik dalam Debat Pilkada DKI Jakarta 2024
Harry Ara Hutabarat dalam Debat Pilkada DKI Jakarta 2024 (Dok Harry)

ASKARA – Ketua Komisi Informasi (KI) DKI Jakarta, Harry Ara Hutabarat, berperan sebagai panelis dalam debat ketiga Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta 2024 dengan tema “Lingkungan Perkotaan dan Perubahan Iklim.” Acara yang digelar di Hotel Sultan, Jakarta Pusat, Minggu (17/11), ini menjadi rangkaian akhir dari debat publik Pilkada DKI.

Dalam keterangannya di Kantor KI DKI Jakarta, Rabu (20/11), Harry menekankan pentingnya transparansi dalam kebijakan publik sebagai salah satu tolok ukur utama masyarakat dalam memilih pemimpin Jakarta. Menurutnya, isu transparansi menjadi landasan bagi terciptanya pemerintahan yang terbuka, akuntabel, dan responsif terhadap kebutuhan publik.

“Transparansi adalah kunci. Masyarakat Jakarta membutuhkan pemimpin yang mampu menghadirkan kebijakan berbasis keterbukaan informasi, terutama dalam isu-isu strategis seperti lingkungan perkotaan dan perubahan iklim,” ujar Harry.

Ia menyoroti beberapa aspek transparansi yang menjadi perhatian dalam debat tersebut. Pertama, transparansi anggaran untuk penanganan banjir yang menjadi masalah klasik di ibu kota. Harry menegaskan, keterbukaan ini akan meningkatkan kepercayaan publik dan memastikan setiap dana dialokasikan untuk solusi jangka panjang, bukan sekadar penanganan sementara.

Kedua, keterbukaan dalam kebijakan ketersediaan air bersih. Harry menilai pelibatan masyarakat dalam pengawasan program air bersih sangat penting untuk memastikan kebijakan tersebut benar-benar sesuai dengan kebutuhan warga.

Ketiga, transparansi dalam perjanjian fasilitas umum dan fasilitas sosial (fasum dan fasos) antara pemerintah dan pihak ketiga. Harry mengingatkan pentingnya keterbukaan informasi untuk mencegah potensi konflik kepentingan serta menjamin pemanfaatan fasum dan fasos bagi masyarakat luas.

Selain itu, Harry juga menyoroti isu penurunan emisi, polusi udara, dan transisi energi terbarukan. Menurutnya, pemerintah perlu secara terbuka menyediakan informasi terkait kualitas udara dan kebijakan transisi energi yang direncanakan. Hal ini akan membangun kesadaran masyarakat sekaligus memperkuat komitmen pemerintah dalam mengelola kebijakan lingkungan secara berkelanjutan.

Debat bertema lingkungan ini diharapkan dapat memberikan gambaran kepada masyarakat tentang komitmen konkret para kandidat dalam menghadapi isu-isu yang mendesak. Harry menegaskan, transparansi dalam setiap kebijakan publik harus menjadi fondasi utama bagi pemimpin Jakarta mendatang.

“Langkah ini bukan hanya tentang keberlanjutan pembangunan, tetapi juga membangun kepercayaan publik terhadap pemerintah. Pilihan masyarakat nantinya harus berdasarkan visi dan program yang jelas, terbuka, dan berpihak pada kepentingan warga Jakarta,” tutup Harry.

 

 

Komentar