Gerakan Mengelola Sampah (GEMES)
Mahasiswa Sekolah Vokasi IPB Ajak Warga Baros Kelola Sampah Jadi Kerajinan Bernilai Jual
Oleh: Alika Kasyaf Rahimah
Mahasiswi Sekolah Vokasi IPB University
ASKARA – Mahasiswa Sekolah Vokasi IPB mengadakan acara penyuluhan bernama Gerakan Mengelola Sampah atau GEMES, yang bertujuan untuk mengolah sampah menjadi kerajinan bernilai jual. Kegiatan yang berlangsung pada Kamis, 7 November 2024, di Kelurahan Baros ini mengusung tema "Gerakan Peduli Lingkungan dengan Pengelolaan Sampah," mengajak masyarakat Baros untuk ikut serta dalam pengelolaan sampah secara kreatif dan bermanfaat.
Acara ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah, sekaligus memperkenalkan cara-cara inovatif dalam mengolah sampah menjadi kerajinan tangan yang bernilai jual. Acara diawali dengan pembukaan oleh MC dan dilanjutkan sambutan dari Ketua Pelaksana. Mahasiswa menghadirkan narasumber, Bapak Andri Sopiyandi, founder komunitas Sapulidi, yang memberikan materi tentang cara memilah sampah rumah tangga dan memanfaatkan limbah plastik, kertas, serta kaleng menjadi produk kerajinan yang bermanfaat.
Selain pemaparan materi, GEMES juga menghadirkan sesi praktik langsung, di mana warga belajar membuat kerajinan tangan dari sampah plastik. Kegiatan ini dipandu oleh Kak Dede Ruslan, founder komunitas Saling.id beserta tim, yang memiliki pengalaman dalam mengolah sampah menjadi kerajinan tangan. Di tengah-tengah acara, para mahasiswa menyisipkan sesi ice breaking untuk mencairkan suasana dan menjaga semangat peserta.
Antusiasme masyarakat Baros terlihat dari banyaknya peserta yang hadir dan mengikuti sesi materi serta pelatihan dengan penuh semangat. Para peserta mengaku bahwa GEMES membuka pandangan serta keterampilan baru tentang pengelolaan sampah menjadi barang bernilai jual. “Senang bisa ikut bergabung sama kakak-kakak, dapat pelajaran cara membuat pouch dari sampah plastik. Pokoknya the best buat keseluruhan acaranya,” ujar salah satu peserta.
Melalui acara GEMES ini, para mahasiswa berharap dapat menginspirasi warga untuk memanfaatkan limbah rumah tangga dan sampah lainnya sebagai bahan dasar produk kerajinan yang memiliki nilai jual.

Komentar