Selasa, 21 Juli 2026 | 23:40
NEWS

Siaga! Inilah Daerah dengan Curah Hujan Tinggi di Awal November 2024

Siaga! Inilah Daerah dengan Curah Hujan Tinggi di Awal November 2024
Ilustrasi banjir (Dok Freepik)

ASKARA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan dini terkait curah hujan tinggi yang berlaku pada Dasarian I (sepuluh hari pertama) bulan November 2024. Peringatan ini terbagi ke dalam tiga status: "Waspada," "Siaga," dan "Awas," dengan cakupan wilayah yang meliputi sejumlah provinsi di Indonesia.

Status Waspada

Wilayah dengan status "Waspada" diprediksi mengalami peningkatan curah hujan yang dapat berpotensi menimbulkan genangan air atau banjir ringan. Kabupaten dan kota di Provinsi Sumatra Utara, Sumatra Selatan, Bengkulu, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Barat, dan Sulawesi Selatan berada dalam kategori ini.

Status Siaga

Wilayah dengan status "Siaga" meliputi sejumlah daerah di Provinsi Sumatra Selatan, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, NTT, dan Sulawesi Selatan. Masyarakat di wilayah ini diminta untuk lebih berhati-hati karena curah hujan yang tinggi berpotensi menimbulkan banjir, tanah longsor, dan bencana alam lainnya yang dapat berdampak lebih signifikan.

Status Awas

Status "Awas" dikeluarkan untuk beberapa kabupaten dan kota di Provinsi Banten dan Jawa Barat. Masyarakat di wilayah dengan status ini diminta untuk tetap waspada, menghindari aktivitas di lokasi-lokasi rawan banjir dan longsor, serta mengikuti arahan dari pihak terkait untuk tindakan evakuasi jika diperlukan.

BMKG mengimbau masyarakat agar tetap memantau informasi cuaca dan peringatan dini dari pihak BMKG, serta meningkatkan kesiapsiagaan untuk menghadapi potensi bencana. Kesiapan seluruh pihak, baik pemerintah daerah, BPBD, maupun masyarakat, sangat penting untuk meminimalisir dampak yang mungkin terjadi akibat cuaca ekstrem ini.

 

 

Komentar