Kamis, 04 Juni 2026 | 07:01
COMMUNITY

Majelis Sinode GPIB Gelar Doa Bersama untuk Kesuksesan SR XVIII PGI

Majelis Sinode GPIB Gelar Doa Bersama untuk Kesuksesan SR XVIII PGI
Foto bersama Majelis Sinode GPIB usaib gelar doa bersama untuk kesuksesan SR XVIII PGI (Dok Ronald)

ASKARA - Penyelenggaraan Sidang Raya XVIII (SR XVIII) Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) tinggal menghitung hari. Di sidang raya yang akan diselenggarakan di Kabupaten Tana Toraja dan Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan, pada 8 hingga 14 November mendatang itu akan dihadiri oleh ratusan perwakilan PGI Wilayah (PGIW) dan utusan dari 97 sinode gereja anggota PGI.

Perhelatan “Pesta Iman” tersebut tidak hanya melibatkan unsur PGI dan gereja anggota sebagai pesertanya, namun juga masyarakat dan pemerintah setempat, hingga mitra PGI yang berasal dari dalam dan luar negeri.

Sebagai permohonan doa penyertaan Tuhan atas penyelenggaraan kegiatan lima tahunan itu, Majelis Sinode Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (MS-GPIB) menggelar doa bersama bertajuk "Perjumpaan Oikoumenis", yang dilaksanakan di ruang ibadah GPIB Jemaat Paulus, Jakarta Pusat, Kamis pagi (17/10).

Rangkaian doa bersama diawali dengan sambutan singkat dari Ketua II Bidang Germasa MS-GPIB yang juga mantan Ketua Umum PGIW DKI Jakarta, Pdt. Manuel Raintung. Kemudian, dilanjutkan dengan renungan singkat yang dibawakan oleh Ketua Majelis Jemaat GPIB Paulus Pdt. Jhony Lontoh.

Dalam renungannya Pdt. Jhony membawa pesan tentang bagaimana gerakan oikoumene dapat diresapi oleh setiap warga gereja. Jhony juga menjelaskan bagaimana gerakan oikoumene di masa lalu ikut dimotori oleh gereja-gereja termasuk di antaranya jemaat GPIB Paulus yang ikut membuka pintu rumah mereka sebagai tempat dari pertemuan awal pembentukan PGI yang dahulunya dikenal sebagai Dewan Gereja-gereja di Indonesia, di tahun 1950.

Doa bersama bagi kelancaran rangkaian SR XVIII-PGI kemudian dibawakan oleh Ketua III Bidang Pelkat MS-GPIB Pdt. Susi Rumeser, Ketua Sinode GKSI Pdt. Iwan Tangka, dan Pdt. Tanti.

Memasuki sambutan, Ketua Umum MS-GPIB Pdt. Paulus Kariso Rumambi menyebut bahwa penyelenggaraan Sidang Raya PGI memiliki peran penting bagi bangsa dan gereja-gereja yang ada di Indonesia. 

Dirinya juga menjelaskan, terdapat latar belakang tersendiri diselenggarakannya doa bersama bagi Sidang Raya PGI dengan mengambil tempat di gedung gereja Paulus, Jakarta.

“Kami melihat persidangan ini sangat penting bagi bangsa, bagi gereja dan bagi umat kristen yang ada di Indonesia. Bukan tanpa sebab juga mengapa doa Sidang Raya diadakan di tempat ini. Di tempat inilah (gereja Paulus-red), tepatnya di ruang sebelah, dilakukan pertemuan awal untuk membentuk Dewan Gereja-gereja di Indonesia, sebelum dideklarasikan di STT Jakarta,” ujarnya.

Pendeta Rumambi juga mengungkap bahwa Majelis Sinode GPIB dan jemaat GPIB Paulus tengah bersukacita, karena gereja yang dibangun pada era pra kemerdekaan Republik Indonesia itu telah melewati berbagai momen bersejarah perjalanan bangsa mau pun gereja-gereja di Indonesia, sehingga akhirnya menyandang status baru sebagai bangunan Cagar Budaya, pada 15 Oktober 2024 lalu.

"Saya juga mendengar, baru dua hari lalu juga gereja ini ditetapkan oleh Pemerintah sebagai Cagar Budaya oleh Pemerintah," ujarnya penuh syukur.

Ketua Umum PGI Pdt. Dr. Gomar Gultom. M.Th, ketika memberi sambutan menyampaikan apresiasinya atas segala upaya GPIB dalam mendukung gerakan oikoumene di Tanah Air. Dirinya juga mengucapkan selamat kepada GPIB yang telah mengutus kadernya untuk melayani di PGI.

“Saya mengucapkan selamat kepada GPIB, karena tidak semua gereja punya kader yang bisa diusulkan untuk menjadi calon di PGI,” jelas Ketua Umum PGI yang terpilih di Sidang Raya XVII-PGI di Pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur, pada November 2019 silam.

Pendeta Gomar juga berharap, ke depannya perjalanan gereja-gereja di Indonesia akan membuahkan karya yang lebih baik dari yang apa  yang telah mereka tanamkan saat ini.

“Jika Tuhan berkenan, saya berharap perjalanan gereja-gereja ke depan akan berubah jauh lebih baik dari yang sudah kita tanamkan bersama-sama ini,” ujar Pendeta Gomar yang akan memasuki masa purna tugas di PGI.

Sambutan terakhir disampaikan oleh Sekretaris Eksekutif bidang Kesaksian dan Keutuhan Ciptaan PGI sekaligus Steering Committee SR XVIII-PGI, Pdt. Jimmy Sormin, M.A. 

Di kesempatan itu Pdt. Jimmy Sormin melaporkan kepada seluruh peserta doa bersama yang dihadiri oleh PGIW Jakarta, Musyawarah Pelayanan GPIB Sejabodetabek, dan perwakilan sinode gereja di wilayah Jabodetabek,  tentang kemajuan persiapan Sidang Raya XVIII-PGI.

“Kita bisa lihat bersama untuk Sidang Raya XVIII-PGI sendiri akan dihadiri lebih dari tujuh ratus perserta di meja registrasi. Itu yang dari sisi sinode, sedangkan dari PGI Wilayah dan SAG (Sinode Am Gereja-red) itu sudah ada seratus lebih yang hadir sebagai peserta di dalamnya,” ujar pendeta yang aktif di pertemuan lintas iman tersebut.

Pendeta Jimmy juga menyampaikan, rangkaian persidangan pada SR XVIII-PGI akan didahului oleh Pertemuan Raya Pemuda Gereja (PRPG) dan Pertemuan Raya Perempuan Gereja (PRPrG) yang dimulai sejak 30 Oktober hingga 3 November 2024.

“Di dua kegiatan pra Sidang Raya yakni PRPG dan PRPrG masih membutuhkan dukungan dari bapak dan ibu, terutama yang memiliki kapasitas untuk mengutus utusan atau perserta bagi pra event Sidang Raya ini,” tambah Pendeta Jimmy.

Lebih dalam Pendeta Jimmy Sormin mengurai, keikutsertaan utusan pemuda dan perempuan gereja di PRPG dan PRPrG menjadi penting karena kegiatan tersebut merupakan rangkaian dari sakramen dari Sidang Raya itu sendiri.

Di sisi lain, kegiatan PRPG dan PRPrG sekaligus menjadi wadah untuk menghimpun pemuda dan kaum perempuan di lingkungan gereja untuk bisa bersama dalam arak-arakan ekumenis, memberikan pemikiran yang terbaik mereka untuk gerakan kepemudaan mau pun juga dalam isu perempuan di tengah gereja-gereja, di Indonesia. 

Doa bersama  untuk penyelenggaraan Sidang Raya XVIII-PGI ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Pendeta Rudy Ririhena mewakili Gereja Protestan Indonesia (GPI).

Rangkaian pra persidangan Sidang Raya XVIII PGI akan didahului dengan acara PRPG dan PRPrG yang berlangsung di Makale, Kabupaten Tana Toraja. Kemudian Sidang Majelis Lengkap PGI juga akan digelar di Ketekesu, Kabupaten Toraja Utara, pada tanggal 6 hingga 7 November 2024. Puncak persidangan akan berlangsung pada 8 hingga 13 November 2024, di Rantepao, Toraja Utara.

 

Komentar