Adrian Napitupulu Sebut Rencana Jokowi Hanya Bisa Dihancurkan Anak Muda
ASKARA - Perdebatan sengit tentang kondisi Indonesia di kalangan politisi menjadi sorotan, karena melibatkan beberapa elemen. Bahkan mahasiswa menjadi Man Of The Match.
Perdebatan bermula dari Silfester Matutina yang mengatakan Indonesia baik-baik saja walaupun adanya demonstrasi berdarah beberapa waktu lalu.
“Hari ini siaran masih baik, masyarakat masih bisa makan dan semua kebebasan kita tidak terbelenggu,” ucap pria yang menjabat sebagai Ketum Solidaritas Merah Putih, dikutip dari channel YouTube INews bertema Indonesia Bersuara.
Nggak ada yang perlu kita khawatirkan tentang pemakzulan. Makanya kita santai-santai aja, nggak khawatir gitu lho, Indonesia baik-baik saja,” sambungnya.
Sontak hal itu memicu Anggota DPR dari partai PDI-P, Adrian Napitupulu. Dia menanyakan bukti Indonesia sedang baik-baik saja ketika mahasiswa berdemo dan berjatuhan korban.
“Sampaikan di mana Negara (Indonesia) sedang baik-baik saja ketika di 40 tempat mahasiswa bentrok dan aparat (penjaga keamanan-red),” tanya Adrian.
“Dimana definisi baik-baik saja ketika ada yang terluka, berdarah, koma, hingga matanya satu hilang ketika berdemonstrasi di Bandung. Apakah itu definisi baik-baik saja? Jangan-jangan kalian (Silfester) sudah tidak mampu membandingkan antara yang baik dan tidak baik,” cetusnya.
Adrian juga menjabarkan bahwa keberadaannya bisa duduk bersama dalam acara itu bukan satu indikasi Negara kondisif.
“Bahwa kita bisa duduk bersama di sini, itu tidak menjadi satu indikasi bahwa negara sedang baik-baik saja,” bebernya.
Jurnalis Aiman Wicaksono selaku host dalam acara tersebut mempersilahkan seorang mahasiswa yang menjadi peserta unjuk rasa, untuk mengomentari perdebatan tersebut.
“Kalau disebut Indonesia kini baik-baik saja, saya rasa ini hal yang aneh ketika mahasiswa diinjak dihajar serta tidak diberikan akses bantuan hukum. Ketika ditangkap dianggap baik-baik saja, kekerasan yang dianggap kebiasaan kok menjadi seperti Banalitas aja gitu,” ungkap Iqbal Ramadhan.
Sebelumnya Adrian juga melontarkan narasi yang mengejutkan dan tidak ada yang membantah.
“Keputusasaan mereka (mahasiswa) kepada negara ini, bagaimana keputusan MK yang pertama dipuji-puji, kemudian keputusan MK yang kedua mau dirubah kembali. Memangnya mereka orang yang tidak mengerti,” seloroh Adrian.
“Bagi orang baik, mereka mahasiswa yang segar dan lucu, bagi yang tidak baik, mahasiswa itu menakutkan,” sambungnya.
Dalam sesi selanjutnya, Adrian mengungkapkan bahwa keberuntungan Presiden Jokowi sudah berakhir di tangan Mahasiswa.
“Dia (Jokowi) gagal bukan karena parlemen, dia gagal bukan karena politisi, tapi dia gagal oleh anak muda yang tak terduga (mahasiswa),” pungkas pria yang menjadi aktivis 1998 itu.

Komentar