Kampung Tolong Menolong : Ciptakan Kebersamaan Dari Masyarakat Untuk Masyarakat
ASKARA - Warga RW 03 Keluarga Tegal Parang, Mampang Prapatan melakukan kegiatan Kampung Tolong Menolong (KTM), Masjid Memberdayakan Masyarakat. Kegiatan yang berlangsung setiap bulan ini mengangkat tema "Dari Masyarakat & Untuk Masyarakat, Dengan Kebersamaan Insya Allah Kita Kuat.
Acara ini dihadiri oleh Pembina KTM Ustad H. Rofiq Thoyyib Lubis atau Ustad MTRL, Ustad H. Fahrurrozi dan H. Murodi, selaku pengurus Mushollah Albadru dan ibu-ibu rumah tangga wilayah RW 03 Tegal Parang.
"Kampung Tolong Menolong. Tolong-menolong namanya tolong-tolong. Sebenarnya kalau kita cermati tolong-menolong ini kan diambil dari sejarah Rasulullah ketika hijrah ke Madinah. ada 3 pilar pembangunan Madinah itu, " ujar Rofiq kepada media ini usai acara di Mushollah Albadru, Tegal Parang, Mampang, Jakarta Selatan, Sabtu (7/9).

Ibu - Ibu Rumah Tangga antrin untuk dapatkan sembako murah hasil dari celengan sisa belanja. KTM diadakan sebulan sekali. (Foto Zk)
Pilar Pertama, kata pengurus Dewan Masjid Indonesia (DMI) itu perjanjian di Aqabah sebelum Rasulullah menerima kepemimpinan di Madinah. Artinya, terlebih dahulu dilakukan akad atau kepastian dan perjanjian itu dipegang. Maka Rasulullah ketika sampai di Madinah membangun Masjid Nabawi. Jadi, pilar-pilar pertama, menjadikan masjid sebagai pusat semua kegiatan (center of activities).
Pilar Kedua, membangun persaudaraan antar sesama Muslim (ukhuwah islamiyah). Yaitu mempersaudarakan antara Muhajirin (pendatang) dan Anshar (penduduk setempat). Dari sinilah dipakai pada Kampung Tolong Menolong, dimana dalam Kampung Tolong Menolong ini sama saja ada orang muhajirinnya diJakarta dan Ansornya penduduk setempat.
Ketiga, membangun persaudaraan dengan umat agama lain (ukhuwan insaniyah). Hal ini disadari oleh Rasulullah bahwa Madinah memiliki masyarakat yang majemuk. Beragam agama yang dianut, ada umat Islam, ada umat Nasrani, ada umat Yahudi, dan yang lainnya.

Pengurus KTM (Foto /Zk)
Jadi, dengan digunakan KTM ini mencontoh Rasulullah membangun sebuah peradaban Yastrib berubah jadi maju yakni "Madinatul Munawwarah" atau sebuah daerah, wilayah yang penuh dengan cahaya keberkahan.
"Nah ketika kita lakukan KTM, maka kita berharap ada keberkahan. Kenapa? karena adanya kepedulian semuanya. Bukan hanya orang kaya, mampu yang peduli kepada orang yang tidak mampu, namun yang tidak mampu peduli pula kepada keluarga yang tidak mampu. Jadi intinya saling peduli pada sesama," tambahnya.
Lebih lanjut, yang diutamakan pada KTM adalah saling tolong- menolong, saling bantu-membantu, ditambah lagi support pendukung, pengurus RT/RW, tokoh-tokoh masyarakat, tokoh-tokoh agama, majelis taklim dan lainnya semuanya mendukung gerakan ini.
Dengan hadirnya KTM dapat mewujudkan Serambi Madinah di seluruh wilayah Indonesia. Seluruh wilayah Indonesia mendirikan Kampung Tolong Menolong, saling membantu, tapi dengan catatan, tidak boleh lagi ada orang fakir dan miskin diwilayah. Allah itu menciptakan manusia untuk saling tolong+menolong karena kebutuhan setiap individu itu dicukupkan.
Artinya, kalau orang mencukupi kebutuhan harusnya tidak ada fakir dan miskin, tapi kenyataannya ada. Untuk itu, adanya KTM, tentunya mengikis atau mengurangi warga fakir dan miskin disuatu setempat. Tujuannya, untuk menyelamatkan diri, semuanya dan keluarga yang tidak mampu secara ekonomi.
Rasulullah pernah mengatakan, tidak beriman seseorang bila dia tidur dalam keadaan kenyang, sementara tetangganya lapar. Yang menjadi pertanyaan, bagaimana bila mengetahui tetangga dalam keadaan lapar, sementara tetangga yang lapar itu menutup diri.
Oleh karena itu, jika ada yang peduli dan ingin mengetahui kondisi ekonomi tetangganya, maka caranya cukup mudah, datang dan tanyakan ke warung-warung, toko kelontong apakah ada orang yang memiliki utang, terutama utang sembako.
Kalau ada maka keimanan tetangga yang mampu itu digugat.
"Kenapa? Kalau kita tidak peduli, maka sujud kita, shalat lima waktu di Masjid, bangun Shalat Tahajud tengah malam, berdoa menjelang fajar minta rezeki "halalan thayyiban mubarokah". Tapi kita biarkan ada tetangga kita yang lapar, untuk makan saja ngutang. Itu bukan bagian orang beriman. Jangan kamu berkata beriman sebelum kamu diuji. Jangan kamu merasa dibutuhkan oleh surga sebelum kamu diuji. Banyak sekali kita diingatkan," terangnya.
Untuk itu, dibentuknya Kampung Tolong Menolong, Pertama, Mengikuti jejak, pola Rasulullah Shallallahualaihiwasallam, yakni mempersaudarakan kaum muhajirin dan anshar supaya erat kekuatan masyarakat, mengeratkan tali persaudaraan. Tetangga yang baik itu adalah tetangga yang peduli terhadap tetangganya.
Kedua, Menyelamatkan diri dari pengadilan akhirat karena sudah memberikan kemudahan bagi saudara fakir. Jadi bisa dipastikan tidak ada lagi warga yang berhutang dilingkungan untuk makan saja. Inilah telak ukurnya sehingga dengan adanya KTM semuanya bisa mewujudkan Serambi Madinah di Indonesia dari Sabang sampai Merauke.
Peran Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah atau Lazis DMI
Kampung Tolong Menolong merupakan program Lazis Dewan Masjid Indonesia yang bekerja sama dengan warga setempat untuk melaksanakan program ini. Tapi kalau dibilang sejarahnya, warga negara Indonesia itu, sebelum ada Indonesia sudah saling tolong menolong. Itu sudah ada catatan sejarahnya dan merujuk pada serikat tolong-menolong, ada masyarakat yang membantu.
Jika disuatu wilayah ada yang sebagian sulit diajak, tentu wajar karena itu sudah hukum alam. Segala sesuatu itu menuai pro dan kontra, ada yang setuju dan tidak setuju karena Allah menciptakan manusia memiliki pandangan yang berbeda-beda. Ada yang menerima dan ada yang menolong. Ada yang memuji dan mencaci. Itu adalah hal yang biasa dan harus siap, bijak menerimanya.
Yang jelas, ajakan seperti ini diawali dengan "bismillah" demi kebaikan dan didoakan yang sifatnya buruk mendapat hidayah. Allah menciptakan, bahwa dalam diri manusia itu ada beberapa sifat fujur, pembangkang dan taqwa
"Dilingkungan RW 03, ada yang tidak setuju, tapi itu skala kecil. Skala kecil berarti ini baik," katanya.
Kampung Tolong Menolong, karena ini berdimensi ruhiyah dari Rasulullah, otomatis semua punya cita cita, punya visi dan misi, tidak ada lagi orang makan menghutang. Yang jelas, tujuan utamanya tidak ada warga di sekitar lingkungan makan harus berhutang
"Karena gerakan ini niatnya baik, maka direspon oleh orang-orang baik dan saya yakin, disetiap lingkungan di Jakarta ini pasti banyak orang baik. Nah keyakinan itu ada. Itulah yang mengantarkan terwujud Kampung Tolong Menolong. Kita yakin, semua orang yang baik-baik ingin yang baik-baik dan berbuat baik. Kampung Tolong Menolong, Masjid Memberdayakan Masyarakat," pungkas Rofiq.
Sementara itu, dilokasi yang sama Pembina KTM dan Pengurus Mushollah Albadru, Haji Murodi mengatakan, kehadiran KTM dilingkungan RW 03, membuatnya senang dan bangga karena ternyata masih ada yang peduli tentang budaya leluhur Indonesia, yakni gotong-royong, tolong-menokong.
KTM sebenarnya sudah ada sejak 6 bulan lalu dan RW 03 melakukan kegiatan sosial sebulan sekali dengan membagikan sembako murah. sayuran gratis. Sembako murah tersebut merupakan hasil celengan dari Ibu-Ibu yang menyisipkan uang sisa belanja dari 1000 rupiah, 2000 dan seterusnya dengan ikhlas. Kemudian celengan itu sebulan sekali dikumpulkan.
Dia juga menambahkan, kalau partisipasi masyarakat mengalami kemajuan dari tahun ketahun, ditambah lagi perhatian dari donatur dari luar RW 03, maka,
mantan RT 09 periode (2010-2020) ini bilang, bukan hanya fokus pada sembako, namun merambah ke bidang pendidikan dan lain sebagainya.
"Terima kasih pada Ustad Rofiq Lubis yang telah membina, terutama ibu-ibu rumah tangga, sehingga mereka giat menyisipkan sebagian uang hasil belanja. Sekali lagi, Ini sangat baik untuk mempererat tali persaudaraan. Alhamdulilah RW 03 menjadi wilayah percontohan Kampung Tolong Menolong RW lain. KTM dari masyarakat dan untuk masyarakat," ujar Murodi.
Diketahui, ada Lima besar RT yang termasuk warga KTM RW 03, seperti pada urutan ke Lima itu adalah RT 10 dengan jumlah KTM 27 Kartu Keluarga (KK), urutan ke Empat RT 03 dengan jumlah 35 KK. Sedangkan pada urutan Ketiga RT 09 dengan jumlah 49 KK, lalu pada urutan Kedua RT 05 jumlah KTM 56 KK dan pada urutan Pertama adalah RT 06 jumlah KTM mencapai 65 KK.
Kemudian pada, peningkatan atau pertumbuhan KTM bulan ini, September yang pasukan pada tiga besa, yakni :
Urutan Ketiga, RT 05 dengan pertambahan 6 KK.
Urutan Kedua RT 04 jumlahnya mencapai 9 KK dan pada urutan Pertama adalah RT 07 dengan jumlah 11 KK. (Abuzakir Ahmad)

Komentar