Kamis, 04 Juni 2026 | 10:11
COMMUNITY

PGI Sukacita Sambut Kedatangan Paus Fransiskus

PGI Sukacita Sambut Kedatangan Paus Fransiskus
PGI sukacita sambut kedatangan Paus Fransiskus (Dok Ronald)

ASKARA - Paus Fransikus dijadwalkan akan tiba di Indonesia pada 3 September besok. Selama tiga hari hingga 6 September mendatang pemimpin tertinggi umat Katolik ini akan berada di Indonesia dan mengikuti sejumlah rangkaian kegiatan bersama dengan tokoh lintas agama selama berada di Tanah Air.

Dihimpun dari berbagai sumber salah satu alasan yang mendorong kedatangan Paus Fransiskus ke Indonesia adalah  eksistensi keberagaman dan praktik kerukunan antar umat beragama di Tanah Air.

Kedatangan Paus Fransiskus yang turut membawa pesan damai disambut baik dan penuh sukacita oleh Persekutuan Gereja-gereja Indonesia (PGI). Hal itu disampaikan langsung oleh Sekretaris Umum PGI (Sekum PGI) Pdt. Jacklevyn Frits Manuputty di sela-sela pembukaan Festival Toleransi 2024, yang  digelar di Galeri Nasional, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat, Senin siang (2/9).

“PGI mengambil bagian untuk terlibat dalam segala dinamika ini, turut memberikan warna untuk memperkaya pesan-pesan harmonis, pesan-pesan perdamaian, memperkaya pesan-pesan kekeluargaan dan kegotongroyongan yang menjadi karakter dan ciri khas Indonesia sebagai bangsa,” ujar pendeta yang akrab disapa Jacky Manuputty, ini, saat diwawancarai awak media.
 
Pendeta Jacky melihat kedatangan Paus Fransiskus akan ikut menambah spirit positif bagi bangsa Indonesia, karena “Bapa Suci”  tidak hanya dikenal lekat sebagai simbol keagamaan namun turut menjadi simbol kemanusiaan yang telah melampaui berbagai batasan, mulai dari batasan agama, suku bangsa, hingga batas-batas etnik.

“Karena itu dia (Paus Fransiskus-red) hadir sekali pun secara personal, hanya satu orang, tetapi kesannya itu resonansinya sangat besar, dan itu yang selalu dibicarakan. Itu yang akan menjadi inspirasi, memperkokoh apa yang menjadi karakter kita dari Indonesia,” ujarnya.

Di sisi lain, Pendeta Jacky juga melihat kunjungan Paus dapat dijadikan sebagai sebuah kesempatan bagi bangsa Indonesia dalam mempromosikan keragaman yang sudah menjadi ciri khasnya selama ini.

“Dengan kehadiran Bapa Suci, kita (bangsa Indonesia) juga bisa mempromosikan bahwa ini lah Indonesia dalam keragamannya. Bahwa terkadang ada masalah, terkadang ada gesekan antar agama, antar etnis, dan lain-lain, tetapi kita mampu menyelesaikannya sebagai keluarga besar dan itu sesuatu yang luar biasa,” tambah Pendeta Jacky.

Dalam perjalanannya, imbuh Sekum PGI, Indonesia telah memiliki modal yang kuat bagi terciptanya persatuan bangsa. Sebagai contoh adalah keberadaan Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, hingga tradisi agama-agama besar yang berkelindan dengan kebudayaan-kebudayaan lokal sehingga mampu menampilkan wajah yang sejuk kepada sesama. 

Tak berhenti sampai di situ, modal penting lainnya menurut Sekum PGI adalah hadirnya akar budaya bangsa yang telah menjadi sistem nilai dan etika dalam relasi antar manusia di Indonesia, sejak dahulu kala.

“Oleh karena itu kami dari Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia menyambut dengan sangat antusias kehadiran Bapa Suci dan berpartisipasi dalam seluruh proses itu untuk menyambutnya. Dan semoga ini dapat menjadi sebuah pesan yang manis dari Indonesia selain kami juga menerima seluruh pesan yang manis dari Bapa Suci,” tutup Pendeta Jacky Manuputty.

 

Komentar