Prof. Rokhmin Dahuri Ungkap Tiga Amalan Utama Pada Hari Jadi Kuningan ke 526
ASKARA - Guru Besar Fakultas Perikanan dan Kelautan – IPB University, Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri, MSc menyampaikan ada tiga amal utama yang mesti kita lakukan dalam memperingati Hari Jadi Kuningan yang ke-526 ini. Pertama, kita mensyukuri atas limpahan rahmat dan berkah Allah SWT kepada kita masyarakat dan pemerintah Kabupaten Kuningan.
Demikian dikatakan Prof Rokhmin Dahuri dalam sambutannya, bertema "Memperingati Hari Jadi Kuningan Ke-526: Momentum Untuk Akselerasi Mewujudkan Kabupaten Kuningan Yang Maju, Sejahtera, Mandiri, Ramah Lingkungan, Dan Berkelanjutan" pada acara Peringatan Hari Jadi Kuningan ke-526, Ahad, 1 September 2024.
Acara tersebut dihadiri Pj. Bupati Kabupaten Kuningan Dr. Iip Hidajat, MPd., Ketua DPRD Nuzul Rachdy, SE., beserta seluruh anggota DPRD Kab. Kuningan
"Sehingga, meskipun di sana – sini masih banyak kekurangan, tetapi Kabupaten Kuningan terus membaik, lebih maju, dan lebih sejahtera dari waktu ke waktu," ujar Prof Rokhmin Dahuri.
Lebih dari itu, lanjutnya, bersyukur kepada Allah SWT itu baik bagi kita, dan Allah pun akan menambahkan berbagai macam nikmat (berkah) kepada kita masyarakat dan pemerintah Kabupaten Kuningan.
Sebagaimana Firman Allah dalam Surat Ibrahim, Ayat - 7 yang berbunyi: ”Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti kami akan menambahkan (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azabku sangat pedih.”
Kedua, kita bermuhasabah, introspeksi atas semua kesalahan, kemaksiatan, kebohongan, dan perbuatan munkar lainnya yang kita lakukan setahun lalu. Warga (penduduk) Kabupaten Kuningan yang di masa lalu masih malas harus bekerja lebih rajin, produktif, dan efisien. Yang dulu berperilaku ”tangan di bawah” menjadi ”tangan di atas”.
Yang di masa lalu banyak berprasangka buruk (suudzan) kepada sesama warga menjadi berprasangka baik (khusnudzan), dan positive thinking. Dari yang semula punya iri dan dengki, menjadi lebih silih asah, asuh, dan asih. Dan, perlikau serta amal-amal kebajikan lainnya.
Para pemimpin dan birokrasi pemerintahannya akan lebih jujur, buka pembohong. Bekerja lebih cerdas, keras, dan ikhlas lagi untuk mencerdaskan dan mensejahterakan seluruh rakyat Kabupaten Kuningan secara berkeadilan.
Ketiga, menyusun rencana pembangunan yang komprehensif, holistik, tepat, dan benar serta dilaksanakan secara berkesinambungan, supaya Kabupaten Kuningan lebih baik lagi, lebih maju, rakyatnya hidup lebih sejahtera dan damai, lingkungan hidupnya bersih, sehat, indah, asri, dan lestari (berkelanjutan), dan mandiri.
Para pemimpin, pemerintah, dan rakyat Kabupaten Kuningan mesti terus memperbaiki diri, berhenti berbuat maksiat dan kemungkaran, dan mulai sekarang secara sinergis – kolaboratif bekerja cerdas, keras, tuntas, dan ikhlas membangun Kabupaten Kuningan lebih baik lagi.
Mengutip Prof. Dr. Walter Issard, Cornell University, AS (1976), Prof Rokhmin Dahuri menegaskan bahwa suatu wilayah (Kabupaten/Kota, Propinsi maupun Negara) bisa menjadi maju, sejahtera, dan mandiri (berdaulat), bila ia punya Rencana (Road Map dan Blueprint) Pembangunan yang komprehensif, holistik, tepat, dan benar.
"Kemudian, dengan menggunakan IPTEK dan inovasi, pemerintah bersinergi bersama rakyatnya melaksanakan rencana pembangunan itu secara berkesinambungan," ujar Ketua Dewan Pakar Masyarakat Perikanan Nuantara itu.
Semua atau mayoritas warga dan aparat pemerintah nya menyumbangkan kemampuan terbaiknya untuk menjadikan wilayah nya berkemajuan, adil-makmur, dan mandiri (berdaulat).
Dan, terakhir pemimpinnya (Presiden, para Menteri, para Kepala Daerah, para anggota legislatif dan yudikatif, dan CEO perusahaan BUMN, Swasta, dan Koperasi) harus yang kompeten, capable, baik (beretos kerja unggul, berakhlak mulia, dan memiliki IMTAQ yang kokoh menurut agama masing-masing), dan strong (kuat).
Kemudian Prof Rokhmin Dahuri menguraikan ada 10 persyaratan (Indikator Kinerja Utama = Key Performance Indicators) suatu wilayah dinobatkan sebagai wilayah yang maju, sejahtera, dan mandiri (berdaulat).
Yaitu: (1) rata-rata pendapatan per kapita (GNI) penduduknya diatas USD 14.005; (2) IPM (Indeks Pembangunan Manusia) nya diatas 0.90;
(3) tidak ada rakyat miskin (semua penduduk hidup sejahtera); (4) tidak ada pengangguran penduduk usia produktif (umur 15 – 64 tahun);
(5) adanya keadilan ekonomi (Koefisien GINI < 0.3); (6) berdaulat (ketahanan) pangan, farmasi, dan energi; (7) kondisi POLHUKAM stabil, aman, dan damai (berdaulat);
(8) kapasitas IPTEK termasuk kelas-1; (9) kondisi LH termasuk baik sampai sangat baik; dan (10) keberlanjutan (sustainability) lingkungan hidup tergolong baik hingga sangat baik (UNDP dan Bank Dunia, 2020).
"Dari 10 IKU tersebut, Kabupaten Kuningan baru cukup berhasil untuk IKU ke-9 (kondisi LH), dan IKU ke-10 (keberlanjutan). Sedangkan, 8 IKU lainnya masih tertinggal (mencapai target)," tandasnya.
Oleh karena itu, Peringatan Hari Jadi Kuningan ke-526 ini harus kita jadikan momentum untuk pemerintah dan rakyat Kabupaten Kuningan bangkit bersama, mengeluarkan dan menyumbangkan kemampuan terbaiknya guna memperbaiki 8 IKU yang masih di bawah target sampai memenuhi target sesuai standar internasional (UNDP dan Bank Dunia, 2020). Dan, secara simultan merawat dan mempertahankan 2 IKU yang telah memenuhi target.
Mengakhiri sambutan, Prof Rokhmin Dahuri mengajak diri sendiri dan kita semua untuk senantiasa meningkatkan IMTAQ (Iman dan Taqwa) kita kepada Tuhan YME sesuai dengan agama dan kepercayaan kita masing-masing.
Karena, Allah SWT berjanji dalam Al-Qur’an, Surat Al-A’raf (7), Ayat-96, bahwa ”Jikalau penduduk suatu negeri (Kabupaten/Kota, Propinsi, Negara, dan bahkan Dunia), beriman dan bertaqwa kepada Allah, maka Allah akan menurunkan berkah (keberhasilan, kebahagiaan, dan kedamaian), yang datangya dari langit dan bumi”.
Dalam kesempatan itu, Prof Rokhmin Dahuri mengucapkan selamat kepada seluruh rakyat dan pemerintah Kabupaten Kuningan atas Hari Jadi Kuningan yang ke-526 ini.
Semoga Kabupaten Kuningan yang sudah baik, kedepannya akan lebih baik lagi, lebih maju, rakyatnya semua hidup berkecukupan dan sejahtera, damai, mandiri, ramah lingkungan, dan berkelanjutan (sustainable).
"Saya merasa sangat terhormat dan tersanjung diundang oleh Bapak Pj. Bupati untuk memberikan Sambutan pada acara Peringatan Hari Jadi Kuningan ke-526 yang mulia dan membahagiakan ini," imbuhnya.
"Saya mohon maaf, bila ada kesalahan dalam menyampaikan Sambutan ini. Yang benar datangnya dari Allah Azza wa Jalla, dan yang salah pasti datangnya dari saya yang dhoif. Semoga sambutan saya ini bermanfaat dan menginspirasi kita semua, khususnya para pemimpin dan tokoh masyarakat, untuk bangkit bersama mengakselerasi pembangunan dalam rangka mewujudkan Kabupaten Kuningan yang maju, sejahtera, damai, aman, ramah lingkungan, dan berkelanjutan (Baldatu Toyibatun wa Robbun Ghofur)," ucap Ketua Umum Gerakan Nelayan dan Tani Indonesia (GANTI) itu.

Komentar