Selasa, 21 Juli 2026 | 22:53
NEWS

Walikota Makassar Danny Pomanto Ungkap Pantai Losari Amal Jariyah Prof. Rokhmin Dahuri

Walikota Makassar Danny Pomanto Ungkap Pantai Losari Amal Jariyah Prof. Rokhmin Dahuri
Walikota Makassar Danny Pomanto menyerahkan buku karangan Prof. Rokhmin Dahuri

ASKARA - Walikota Makassar, Muhammad Ramdhan Pomanto mengungkapkan banyak yang tidak tahu, Pantai Losari Makassar jadi itu karena Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri, MS.

Demikian disampaikan Ramdhan Pomanto saat menghadiri Milad KAHMI ke-58 yang diselenggarakan Majelis Daerah (MD) KAHMI Kota Makassar, di Tokka Tena Rata, Ahad (28/7).

"Banyak yang tidak tahu pantai Losari itu karena beliau (Prof. Rokhmin Dahuri. red). Banyak yang tidak tahu. Jadi mohon maaf kalau saya buka rahasia ini, prof," ungkap Danny Pomanto sapaan akrabnya.

Lalu ia menceritakan ketika diundang Prof Rokhmin Dahuri ketika menjabat sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan Kabinet Gotong Royong di rumah dinas Widya Chandra Jakarta Selatan.

"Beliau menegaskan untuk cepat keluarkan anggarannya. Dan saya kira itulah jariyah beliau untuk Kota Makassar yang banyak orang tidak tahu," tegasnya.

Lalu, Danny mengakui Prof. Rokhmin Dahuri sebagai gurunya di bidang ilmu kelautan. "Saya mengenal ilmu kelautan inspirasi nya dari beliau," ucap Danny Pomanto yang pernah jadi konsultan di KPP, era Prof Rokhmin Dahuri menjadi menteri KKP.

Dia mengaku merasakan peletakan dasar tentang pesisir, lalu belajar di Universitas Xiamen China.

"Waktu itu bersama tim dari KPP (Freddy Numberi) membentuk lumbung ikan nasional di Maluku Selatan yang akhirnya tercetus ide Waterfront City," tuturnya.

Milad KAHMI ke-58 yang menghadiri Dewan Pakar Majelis Nasional (MN) KAHMI Prof Rokhmin Dahuri sebagai keynote speaker mengusung tema "Membangun SDM Berkualitas Menyongsong Indonesia Emas 2045", dirangkaikan dengan camping selama dua hari 27-28 Juli 2024.

Keunikan Tokka Tena Rata

Pada kesempatan yang sama juga, Danny Pomanto memperkenalkan keunikan Tokka Tena Rata yang telah dinobatkan sebagai South Gate Geopark Maros-Pangkep.

Danny Pomanto bercerita pekan lalu, Tim Revitalising Informal Settlements and their Environment (RISE) dari Monash University juga tertarik dengan Tokka Tena Rata.

Kepada para profesor yang tergabung di RISE Monash University, Danny Pomanto juga menjelaskan keistimewaan Geopark Maros-Pangkep yang saat ini sudah masuk warisan dunia UNESCO.

Dulu arkeolog menemukan lukisan gua di Leaang-Leang Bantimurung yang umurnya 49.500 tahun, namun ternyata ada yang lebih tua lagi yaitu di Leang Karampuang yang usianya 51.200 tahun.

“Geopark Maros itu tidak ada samanya di dunia, dan inikan pariwisata luar biasa terhistori, dan disini-mi south gatenya,” ungkapnya.

Bukit Tokka Tena Rata yang berlokasi di Kecamatan Moncongloe memiliki bentuk yang khas. Terdapat tingkatan berbentuk bulat-bulat yang bisa digunakan sebagai area camp.

Bukit ini juga kaya akan sumber daya alam (SDA). Terlebih-lebih lagi di Sulsel. “Apalagi kalau KAHMI turun tangan,” tutupnya.

Waterfront City 

Dalam kesempatan lain, Prof. Rokhmin Dahuri menyampaikan, Waterfront City menjadi pusat kemajuan dan kesejahteraan wilayah. Hampir seluruh kota-kota dunia basisnya adalah perairan, contohnya Pantai Losari (Makassar), Pantai Losari (Makassar), Manado, Kota Padang Pariaman, dan Kuta (Bali).

Menurutnya, Kota pesisir atau waterfront city merupakan suatu kawasan yang terletak berbatasan dengan air dan menghadap ke laut, sungai, danau dan sejenisnya (Ditjen. Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil, 2006).

“Pengertian 'waterfront'  dalam Bahasa Indonesia secara harfiah adalah daerah tepi laut, bagian kota yang berbatasan dengan air, daerah pelabuhan (Echols, 2003). Penerapan waterfront city di Indonesia telah dimulai pada zaman penjajahan Belanda di tahun 1620,” tutur Pakar Kemaritiman yang juga Guru Besar Ilmu Kelautan dan Perikanan IPB University itu.

Ia menambahkan, waterfront city  juga dapat diartikan suatu proses dari hasil pembangunan yang memiliki kontak visual dan fisik dengan air dan bagian dari upaya pengembangan wilayah perkotaan yang secara fisik alamnya berada dekat dengan air di mana bentuk pengembangan pembangunan wajah kota yang terjadi berorientasi ke arah perairan.

Tokoh Sentral Revitalisai Anjungan Pantai Losari

Dikutip dari koranmakassar.com, beberapa tahun lalu, Dr. H. Syamsu Rizal Marzuki Ibrahim, S.Sos., M.Si. atau yang biasa akrab disapa dengan Deng Ical saat berkunjung ke Jakarta,  menyempatkan diri untuk bertemu dengan Prof. Rokhmin Dahuri salah satu tokoh sentral revitalisai Anjungan Pantai Losari.

Prof. Rokhmin Dahuri merupakan menteri Kelautan dan Perikanan pada Kabinet Gotong Royong saat Ilham Arief Sirajuddin menjabat sebagai Walikota Makassar dan juga guru besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB.

Saat itu, kata Deng Ical, atas dasar konsep mitigasi yang baik, rencana revitalisasi anjungan akhirnya terwujud, maka jadilah saat ini Pantai Losari sebagai Public Space, walaupun tetap ada kalangan yang belum sepaham dengan konsep ini.

Saat bertemu dengan beliau, kata Deng Ical, Prof. Rokhmin Dahuri menjelaskan tentang konsep Trilogi pengelolaan kawasan pesisir pantai dan pulau-pulau kecil, menurutnya Makassar kaya akan potensi maritim.

“Hubungan antara faktor ekonomi dengan pertumbuhan, faktor sosial dengan pemerataan dan dimensi lingkungan dengan kelestarian, mesti proporsional dengan ujung tombak saling bergantian tergantung lingkungan strategis aktual," kata Prof Rokhmin Dahuri.

“Kadang ekonomi harus jadi tulang punggung, pada kondisi tertentu lingkungan mesti jadi prioritas, dilain waktu faktor sosial harus didahulukan disitulah peran pemerintah, Makassar harus bijak mengendalikan,” lanjut Prof. Rokhmin Dahuri.

Menurut Deng Ical pertemuan singkatnya dengan Prof.Rokhmin Dahuri hari ini disalah satu warung kopi di kawasan Diponegoro, Jakarta, Senin, (17/2) sangat berarti.

“Singkat tapi berkesan, penjelasan Prof tentang hubungan antara pembangunan ekonomi, faktor lingkungan dan dimensi Sosial memberi saya pemahaman arti tentang peran penting pemerintah dalam mengelola kawasan pesisir, ini ngonteks dengan Kota Makassar terima kasih Prof," ujar Deng Ical.

Komentar