Jumat, 05 Juni 2026 | 03:48
COMMUNITY

Misi Kunjungan Paus Fransiskus dan Peran Indonesia Terhadap Perdamaian Dunia

Misi Kunjungan Paus Fransiskus dan Peran Indonesia Terhadap Perdamaian Dunia

ASKARA- Rencana kunjungan Paus Fransiskus ke Indonesia membawa angin segar bagi hubungan kedua negara yang hampir memiliki kesamaan corak dan latar belakang dimensi keagamaan yang sangat kental.

Pancasila sebagai dasar bernegara sudah seharusnya tidak dilupakan oleh segenap masyarakat. Sebab peradaban suatu bangsa tidak akan tegak kecuali dengan dasar atau ideologi bangsa tersebut.

Bukan hal yang aneh jika sila pertama adalah "Ke-Tuhanan Yang Maha Esa." Hal itu merupakan abstraksi dari tradisi keagamaan yang ada di jiwa masyarakat. Maka itu, berbicara Indonesia tanpa membawa nilai agama rasa-rasanya kurang tepat. 

Kiai Damas dalam sebuah diskusi publik yang diadakan oleh Lafadz Nusantara Center mengatakan bahwa "Teologi lama dengan dogma lama, harus ditinjau ulang dalam konteks sekarang. Semangat persaudaraan harus ditanamkan. Jangan bicara peradaban kalau kita tidak menghargai perbedaan." 

Pancasila merupakan satu terobosan bagi semangat teologi baru yang cenderung ramah lingkungan dan memberikan pesan perdamaian atas dunia. Inklusivitas sangat diperlukan dalam kehidupan umat manusia.

Bagaimanapun wacana keterbukaan yang menyongsong dialog antar kepercayaan adalah kunci era post-secular.

Dialog itu membentuk semangat perdamaian dan persaudaraan dunia. Kiai damas mengungkapkan: "Harus3 dengan tulus bahwa kita ini bersaudara." 

Maka itu, kedatangan Paus Fransiskus ke Indonesia dengan membawa misi perdamaian dunia adalah keuntungan bagi Indonesia dengan paradigma dan latar belakangnya sebagai negara yang menjunjung tinggi toleransi kepercayaan yang dengan itu mampu memberikan peran signifikan dalam membangun peradaban dunia.

Adapun misi kedatangan Paus sebagaiman diungkap oleh Padre Marcus Solo: "Agama harus memberikan solusi, Kerjasama dan tanggung jawab bersama adalah imperatif."

Komentar