Selasa, 21 Juli 2026 | 18:11
NEWS

Nelayan Asal Sri Lanka Alami Kecelakaan Kerja di Perairan Samudera Hindia

Nelayan Asal Sri Lanka Alami Kecelakaan Kerja di Perairan Samudera Hindia
Dua Nelayan Asal Sri Lanka kecelakaan kerja, Perairan Samudera Hindia, Basarnas Medan lakukan Medis Evakuasi (Dok Basarnas)

ASKARA - Kapal SAR RB 203 Belawan tiba di Dermaga Bandar Deli Belawan setelah melaksanakan medivac terhadap dua orang warga negara asing (WNA) asal Sri Lanka. Setibanya di dermaga, Kepala Kantor Basarnas Medan, Mustari, S.E., M.M., selaku Search Mission Coordinator (SMC), bersama Dirpolair Polda Sumut langsung menyerahkan kedua nelayan tersebut kepada Petugas Kesehatan Pelabuhan Kelas I Medan dan juga petugas Imigrasi Belawan guna proses lebih lanjut.

"Sejak Rabu, (17/07) malam, Petugas siaga Komunikasi Basarnas Medan terus berkoordinasi dengan Nahkoda kapal CMA CGM Concorde terkait rencana medivac kedua nelayan tersebut yang direncanakan proses medivac di perairan Selat Malaka, di mana wilayah tersebut merupakan rute kapal dari Perancis menuju Singapura. Selanjutnya, pada Kamis pagi tadi telah ditentukan koordinat pertemuan intercept antara kapal CMA CGM Concorde dengan Kapal SAR RB 203, di mana jarak tempuh sekitar 2 jam dari Dermaga Pelabuhan Bandar Deli Belawan menuju arah Perairan Selat Malaka," ucapnya, dalam keterangan yang diterima, Jumat (19/7).

Sebelumnya, pada Selasa, 16 Juli 2024, kapal kontainer berbendera Perancis, CMA CGM Concorde, dengan rute Le Havre (Perancis) tujuan Singapura mengevakuasi dua orang nelayan Sri Lanka yang mengalami kecelakaan kerja akibat dua jari putus terkena jepitan tali kapal di perairan Sri Lanka. Selanjutnya, kedua korban dibawa oleh kapal tersebut menuju Selat Malaka. Pada Rabu, 17 Juli 2024, pukul 20.52 WIB, kapten kapal CMA CGM Concorde meminta bantuan SAR medivac kepada Basarnas Pusat yang diteruskan melalui UPT Kantor Basarnas Medan untuk melakukan intercept dan medivac di perairan Selat Malaka.

"Alhamdulillah, setibanya di dermaga Bandar Deli Belawan, kedua WNA berjenis kelamin laki-laki tersebut dalam keadaan sehat dan selamat. Salah seorang WNA yang mengalami luka akan dilakukan tindakan lebih lanjut oleh Petugas Kesehatan Pelabuhan Kelas I Belawan," tambahnya.

 

 

Komentar