Penggrebekan Kampung Muara Bahari, 103 Gram Sabu dan 31 Orang Diamankan
ASKARA - Puluhan orang dan berbagai barang bukti narkotika jenis sabu kembali diamankan dalam operasi Nila Polres Metro Jakarta Utara di Kampung Muara Bahari pada Sabtu (13/7).
Operasi ini melibatkan sekitar 200 personel gabungan dari Polres Metro Jakarta Utara dan Polsek Tanjung Priok, termasuk satuan Sat Narkoba, Sat Reskrim, Sat Intel, Polsek Tanjung Priok, dan Sat Samapta.
Dipimpin oleh Kombes Pol Gidion Arif Setyawan bersama Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Utara AKBP Prasetyo Nugroho dan Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara AKBP Hady Saputra Siagian, operasi dimulai sejak pukul 5 pagi dengan apel dan bergerak ke tiga titik target pada pukul 05.30 WIB.
"Kami melakukan penegakan hukum di Kampung Muara Bahari, Kecamatan Tanjung Priok pada Sabtu, 13 Juli. Operasi dimulai pukul 05.30 WIB hingga sekitar pukul 08.00 WIB. Kami berhasil mengamankan 31 orang, terdiri dari 26 laki-laki dan 5 perempuan," ujar Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Pol Gidion Arif Setyawan.
Dalam operasi ini, pihak kepolisian juga menyita barang bukti berupa sepeda motor, monitor, CCTV, dan drone yang terkait langsung maupun tidak langsung dengan penyalahgunaan narkotika.
"Kami mengamankan sejumlah paket besar sabu seberat bruto 103 gram, 26 paket kecil sabu, 12 timbangan digital, 2 televisi, empat unit recorder, satu unit laptop, serta alat pemantau lainnya. Semua ini digunakan untuk memantau situasi jika terjadi penegakan hukum," jelas Gidion Arif Setyawan.
Selain itu, polisi juga menyita satu unit mesin hitung uang, 14 alat hisap atau bong, satu senapan angin, empat air gun berikut gas CO2, 25 senjata tajam, satu unit drone, dan satu kotak petasan.
"Kami akan melakukan prosedur tes urine terhadap 31 orang yang diamankan untuk melihat sejauh mana keterlibatan mereka dalam penggunaan narkoba," tambah Gidion.
Gidion menyatakan, Kampung Muara Bahari, Kampung Bahari, hingga Kampung Kebon Pisang adalah pusat peredaran narkotika di Tanjung Priok, Jakarta Utara, yang telah berkali-kali digrebek namun masih terus menjadi pusat peredaran narkotika.
"Kami berharap ini yang terakhir kalinya kami melakukan penindakan. Kami tidak akan pernah lelah untuk memutus mata rantai peredaran narkotika," pungkasnya.

Komentar