Kamis, 18 Juli 2024 | 08:02
NEWS

Pada Seminar Sejarah Budaya & Pariwisata

Prof. Rokhmin Dahuri Harap Sultan dan Raja Nusantara Tebarkan Virus Akhlak Mulia

Prof. Rokhmin Dahuri Harap Sultan dan Raja Nusantara Tebarkan Virus Akhlak Mulia
Prof Dr Ir Rokhmin Dahuri MS

ASKARA - Guru Besar Manajemen Pembangunan Pesisir dan Lautan-IPB University, Prof Dr Ir Rokhmin Dahuri MS, berharap para sultan dan raja menebarkan virus akhlak mulia, menebarkan virus sejahtera, menebarkan virus tangan diatas.

Demikian disampaikan Prof Rokhmin Dahuri pada Seminar Sejarah Budaya & Pariwisata dalam rangkaian launching  Edu Heritage dan Haul Sultan Gunung Jati di Cirebon, Sabtu (22/6) malam.

"Jangan seperti pejabat sekarang kunjungan kerja hanya bagi kaos, nasi bungkus, bagi uang sehingga rakyat kita dirusak menjadi tangan dibawah, rakyat kita dirusak bahwa pemimpin yang baik itu bagi uang dan bagi sepeda. Itu merusak," tegas Prof. Rokhmin Dahuri.

Dalam kesempatan itu, anggota DPR RI terpilih dari Dapil Jabar VIII itu menyebut korupsi timah di Pulau Bangka hanya satu komoditas sebesar 300 triliun. 

"Sebagai perbandingan Kementerian Kelautan dan Perikanan yang pernah dipimpin nya lada zaman Gus Dur dan Ibu Mega hanya 6 triliun untuk gaji pegawai 50 persen, sementara untuk membangun pabrik ikan, tambak udang, hanya 3 triliun," ujar Menteri Kelautan dan Perikanan periode 2001 - 2004.

Lalu, ia mengungkapkan ketika ketua KPK dipimpin Abraham Samad, IPB dan ITB melakukan studi kalau sektor energi dan sumber daya mineral dikelola berdasarkan Pasal 33 UUD 45 itu benefit nya setahun minimal 20.000 triliun. Padahal APBN kita anggaran pembangunan tahun 2024 hanya 3.400 triliun.

"Bisa dibayangkan jika sektor energi dan pertambangan dikelola secara UUD 45 kita punya uang APBN minimal 20.000 triliun. Maka seluruh sultan di Nusantara ini akan dibiayai," sebut Prof. Rokhmin Dahuri.

Menurut nya, kalau dikaitkan dengan sejarah, budaya dan pariwisata diharapkan supaya negeri kita ini cepat lulus dari negara berpendapatan menengah, negara terbelakang menjadi negara maju, adil makmur dan berdaulat menuju Indonesia Emas 2045.

Dalam paparannya, Prof. Rokhmin Dahuri mengatakan, sejak merdeka sampai sekarang sebagai bagaimana bangsa Indonesia menuju perbaikan hampir disemua bidang kehidupan, baik ekonomi maupun kesejahteraan rakyat.

"Saya ingat tahun 1970 tingkat kemiskinan Indonesia masih 60 persen. Dan sekarang tahun ini kita sudah 9,3 persen saja atau sekitar 26 juta orang yang miskin," ujarnya.

Hal Itu, katanya, kalau berdasarkan kriteria BPS (Badan Pusat Statistik), dimana garis kemiskinannya yang 580 ribu perorang/bulan. 

Sedangkan kalau berdasarkan kriteria Bank Dunia garis kemiskinan itu seharusnya 96 dolar perorang/bulan, atau sekitar 1,5 juta.

"Kalau garis kemiskinan 1,5 juta perorang/bulan, maka orang Indonesia yang miskin ada 111 juta orang, atau sekitar 37 persen," terang Ketua Umum Masyarakat Akuakultur Indonesia itu.

Prof. Rokhmin Dahuri mengingatkan, itulah tantangan para sultan, tantangan kita semua bagaimana negeri Gemah ripah loh jinawi (tentram, makmur dan tanahnya sangat subur)ini yang ibarat kolam susu tongkat dan kayu jadi tanaman bisa kita konversi menjadi negara  maju, adil makmur dan berdaulat.

Jika negara dinobatkan menjadi negara adil dan makmur pendapatan perkapita nya harus minimal 13.850 dolar perorang/tahun. Sementara Indonesia baru mencapai 4.900 dolar. "Jauh panggang dari api," tandasnya.

Hal ini, tegasnya, sungguh paradoks karena ternyata jumlah judi online  Indonesia paling besar di seluruh dunia. Kemudian konsumsi narkoba menurut BNN terbesar dari Indonesia, karena 87 persen rakyat Indonesia muslim, sekitar 287 juta terbesar di dunia. 

"Tapi semua itu judi online, narkoba, orang tua membunuh anaknya, polwan di Jatim membakar suaminya. Sepertinya bunuh membunuh jadi langganan, sementara dalam sebuah hadits membunuh orang yang tidak berdosa itu sama dengan membunuh seluruh umat manusia," tukasnya.

Secara khusus, Prof. Rokhmin Dahuri yang juga merupakan Anggota Dewan Pakar ICMI itu meyakini kehadiran para sultan, para raja yang sangat religius dan islami bisa menghadirkan wajah pembangunan yang mengutamakan pertumbuhan ekonomi, pemerataan kesejahteraan.

Kesultanan Nusantara ini berdiri di garda depan seperti waktu melawan penjajah supaya negara Indonesia bebas,  merdeka dari judi online, dari akhlak yang rusak dst.

"Saya berharap sejarah Sultan Gunung Jati yang merupakan salah satu Walisanga menjelang wafatnya dalam pesannya jaga shalat, bisa dijaga," imbuhnya.

Selanjutnya, Prof. Rokhmin Dahuri menguraikan hasil penelitian Monash University, 2014, ternyata sebagai negara berpenduduk Muslim terbesar di dunia, umat Islam yang melaksanakan shalat fardhu hanya sekitar 25 persen.

Sebagian besar mengerjakan amal saleh hanya untuk diri sendiri atau keluarganya. "Jangan-jangan yang khusu hanya 5 persen. Padahal untuk mencegah kemungkaran itu syaratnya shalatnya khusu," tandasnya.

Sedihnya, walaupun umat Islam terbesar di Indonesia tapi keberkahan yang dijanjikan oleh Allah  dalam Alquran Surah (QS) al-Araf ayat 96. ”Dan sekiranya penduduk suatu negeri beriman dan bertakwa, pasti Allah akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi ternyata mereka mendustakan (ayat-ayat Allah), maka Allah siksa mereka sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan”.

"Problemnya hanya 20 persen yang melakukan shalat. Secara spiritual itulah biang kerok yang menjadikan Indonesia tetap terbelakang," katanya.

Maka, tandas Penasehat Menteri Kelautan dan Perikanan 2020 – Sekarang berharap acara ini bisa membantu dari jebakan kemiskinan, pengangguran, jebak judi online, saling bunuh.

"Keimanan dan ketakwaan yang akan menuntun manusia menuju kebahagiaan sejati. Tidak menjadikan materi sebagai tujuan utama sehingga menghalalkan segala cara," tegas Dosen Kehormatan Mokpo National University Korea Selatan itu.

Komentar