Senin, 22 Juli 2024 | 14:31
TRAVELLING

Wisata Seru dan Asyik di Kota Cirebon, Salah Satunya Wisata Kuya Asih

Wisata Seru dan Asyik di Kota Cirebon, Salah Satunya Wisata Kuya Asih
Wisata Kuya Asih (Foto Lpmmissi.com)

 

ASKARA - Kabupaten Cirebon merupakan salah satu kota yang berada di Provinsi Jawa Barat ini terkenal dengan wisata budaya dan sejarahnya terletak di pesisir utara Pulau Jawa, sehingga memiliki keindahan laut yang memukau.

Selain terkenal sebagai kota wisata religi dan sejarah ternyata banyak juga tempat wisata hits dan kekinian Terutama karena hadirnya tol Cipali membuat Cirebon, Jawa Barat, terus berkembang dalam sektor ekonomi dan pembangunan.

Saat ini di Kabupaten Cirebon, terdapat sejumlah lokasi wisata. Bukan hanya wisata religi saja, namun juga terdapat destinasi wisata kuliner, sejarah, belanja, alam dan lainnya.

Hal tersebut membuat banyak wisatawan berbondong-bondong memillih Cirebon sebagai tujuan wisata. Bahkan jumlah wisatawan yang berkunjung ke Kabupaten Cirebon mencapai 971,054, terdiri 956,827 domestik dan 14,227 mancanegara.

Dari berbagai sumber, berikut daftar rekomendasi wisata di Cirebon yang seru dan asyik:

Sumber foto radarcirebon

Wisata Kuya Asih

Objek wisata Kuya Asih terletak di Desa Belawa, Lemahabang, Kab. Cirebon. Desa ini memiliki objek wisata yang unik, yaitu Wisata Kura-Kura Belawa. Jam operasional dari Wista Kuya Asih buka setiap hari Senin hingga Minggu, mulai pukul 08.00 hingga 17.00 waktu setempat.

Berfokus pada konservasi kura-kura Belawa (Amdya cartilaginea). Namun, diupayakan juga pengembangan wisata edukasi. Obyek wisata observasi dan edukasi Cikuya sebenarnya salah satu obyek wisata langka dan hanya ada di Kab. Cirebon, akan tetapi keberadaannya tak mampu berkembang pesat.

Objek wisata adi Desa Belawa memiliki daya tarik dari kura-kura yang mempunyai ciri khusus di punggung dengan nama latin ”Aquatic Tortose Ortilia norneensis”.  Kura-Kura Belawa memiliki ciri-ciri fisik yang unik, yaitu ukurannya yang relatif kecil dan memiliki warna kulit yang gelap. Kura-kura ini juga merupakan jenis kura-kura air tawar yang hidup di sungai. Menurut penelitian, kura-kura di Desa Belawa ini merupakan spesies langka dan patut dilindungi keberadaannya.

Wisata Kura-Kura Belawa merupakan tempat konservasi kura-kura langka yang hanya ada di desa ini. Kura-kura tersebut dikenal dengan sebutan "Kura-Kura Cikuya". Di tempat ini, terdapat kolam khusus pemeliharaan, ruang penetasan telur, dan kolam pemeliharaan tukik.

Kuwu Desa Belawa, Deni Kusuma menuturkan, pihaknya terus berusaha untuk menggelar kegiatan di tempat wisata Kuya Asih ini. Hal ini bertujuan, untuk bisa mengenalkan tempat wisata ini kepada masyarakat luas.

Deni mengungkapkan, bahwa wisata Kuya Asih ini bukan hanya akan fokus pada konservasi kura-kura saja, namun akan ditambah fasilitas edukasi lainnya. “Nanti akan kita buat taman lalu lintas juga,” ujar Deni.

Rencananya, tempat wisata ini akan lebih dikembangkan menjadi wisata edukasi, yang nantinya bisa dimanfaatkan oleh para pengunjung, terutama pelajar agar bisa mendapatkan pengetahuan secara langsung. Dengan demikian, diharapkan pengunjung tidak hanya berekreasi, tapi juga mendapatkan pengetahuan tentang kura-kura, khususnya bagi pengunjung pelajar.

Sumber foto salsawisata.com

Setu Patok, Mundu

Danau Setu Patok yang menjadi destinasi wisata baru bagi pengunjung yang terletak di Desa Setu Patok, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon Jawa Barat. Setu Patok adalah sebuah waduk yang dibangun di Mundu, Cirebon untuk menampung air dari Sungai Cikaramat.

Danau Setu Patok memiliki luas sekitar 65 hektar dengan daya tampung air mencapai 14 juta meter kubik yang digunakan untuk mengairi sawah dan kebun tebu seluas sekitar 20.000 hektar,

Awalnya, waduk ini dimanfaatkan tetapi seiring dengan makin berkembangnya permukiman dan industri di Cirebon, maka luas lahan pertanian yang diairi oleh waduk ini diperkirakan tinggal 1.900 hektar.

Adapun rute menutu danau Setu Patok jika dari arah Alun-Alun kota Cirebon pengunjung bisa melewati jalan Siliwangi lalu belok kiri ke arah jalan Veteran sampai keluar jalan Yos Sudarso lalu lurus terus sampai Jalan Kalijaga.

Kemudian belok kanan ke jalan Mundu lalu belok kiri ke Jalan Penpen Sinarancang lalu belok ke arah kiri di arah Banjarwinangun Setu Patok lalu belok kanan dan sampailah pengunjung ke tempat wisata danau Setu Patok.

Sumber foto ugj.ac.id

Batu Lawang, Gempol

Batu Lawang yang berlokasi di Desa Cupang, Kecamatan Gempol, Kabupaten Cirebon salah satu objek wisata yang dibuka pada 2016.  Luas area wisata ini mencapai 3 Ha dan dikelola bersama oleh Perum Perhutani dengan masyarakat sekitar. Daya tarik Batu Lawang Cirebon mengundang banyak wisatawan.

Daya tarik alami lain di lokasi tersebut adalah Sumur Keramat. Sumur yang sudah berumur tua tersebut sampai sekarang keberadaannya masih dilestarikan. Menurut mitos yang dipercaya oleh masyarakat setempat, bagi pengunjung yang dapat melihat air di dalamnya, maka semua keinginannya akan terwujud.

Meski sampai sampai sekarang hal tersebut belum bisa dibuktikan, namun mitos yang terlanjur dipercaya masyarakat tersebut menjadikan banyak pengunjung yang datang berulang kali. Tujuannya adalah agar bisa melihat air di dalamnya dan mendapat keberuntungan. Terlepas dari benar atau tidak info berikut, banyak yang rela memanjat tebing untuk melihat keindahan sumur misterius tersebut.

Penamaan Batu Lawang berkaitan erat dengan bentuk objek wisata utama yang ada di area ini. Lawang dalam Bahasa Jawa berarti pintu, seperti bentuk batu yang ada di lokasi tersebut. Berbeda dengan pintu pada umumnya, yang terbuat dari batu ini prosesnya alami.

Objek wisata ini berupa tebing bebatuan alam yang berjajar dengan beragam bentuk. Keindahan tebing bebatuan tersebut menjadikan Batu Lawang sebagai salah satu obyek wisata terkenal di Cirebon.

Tak hanya bebatuan, Batu Lawang juga dikelilingi dengan pepohonan dan tanaman rindang. Jadi, meskipun terdiri dari tebing batu, namun obyek wisata ini cukup rindang sehingga cocok untuk melepas penat.

Secara administrasi Batu Lawang berada di Desa Cupang, Kecamatan Gempol, Kabupaten Cirebon Provinsi Jawa Barat. Dari pusat kota, hanya berjarak sekitar 28 km saja.

Karena aksesnya yang mudah dan pemandangan alamnya sangat cantik, tidak sedikit wisatawan yang berulang kali datang untuk berlibur.

Untuk mencapai area wisata alam ini cukup mudah. Meski tidak berada di tengah kota, namun jalan menuju Batu Lawang sudah bagus sehingga memudahkan pengunjung yang ingin bersantai dan melakukan berbagai kegiatan alam di kawasan wisata ini.

Sumber foto harapanrakyat.com

Wisata Banyu Panas Gempol

Banyu Panas mungkin tidak asing bagi masyarakat jawa karena " Banyu" artinya air dalam bahasa jawa. Jadi, banyu panas dalam Bahasa Indonesia adalah air panas.

Banyu Panas Palimanan merupakan  kolam renang di Cirebon yang memiliki ciri khas sebagai  kolam terapi  air panas alami panas yang keluar langsung dari perut bumi, selalu ramai dikunjungi terutama di akhir pekan.

Objek wisata Banyu Panas ini terletak dikawasan pabrik indocement yaitu tepatnya di Desa Gempol, Palimanan Barat, Kabupaten Cirebon., merupakan yang pertama dan satu-satunya di Kabupaten Cirebon dikelola oleh koperasi pabrik Indocement Palimanan.

Di sungai itu, banyak juga yang terapi dengan cara melumuri bagian tubuhnya dengan menggunakan lumpur. Bahkan, sebagian pengunjung ada yang membawa lumpur dari sungai tersebut.

Namun, ada batasan waktu bagi pengunjung yang akan berendam di kolam dengan aroma belerang itu. Pihak pengelola wisata Banyu Panas Palimanan Barat mengatur durasi berendam di kolam, yakni selama 10 menit.

Batasan waktu itu ditetapkan untuk menghindari lemas hingga pingsan jika terlalu lama berendam. Selain itu, pengunjung juga disarankan membawa air minum sendiri agar diminum di sela-sela berendam. Ini untuk menghindari dehidrasi.

Sumber foto jagoantravel.com

Setu Sedong, Sedong Lor

Setu Sedong, Sedong Lor, Kec. Sedong, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, menyajikan destinasi wisata yang cukup menarik dan asik. Situ Pengasinan atau sekarang lebih dikenal dengan nama Situ Sedong mulai dialiri sekitar tahun 1921.

Situ Sedong adalah danau indah yang dikelilingi dataran luas. Pesona utama danau ini adalah penampakan Gunung Ciremai di salah satu sudut cakrawala. Pemandangan hijau membentang dari utara ke selatan dan dari timur ke barat, didominasi oleh pepohonan, kebun, dan persawahan. Ada juga beberapa permukiman warga.

Luas Situ Sedong sekitar 150 hektar dengan kedalaman air 5-10 meter  dan luas yang mencapai 150 hektar, ikan-ikan penghuni situ pun sangat banyak sehingga banyak orang yang berkunjung dengan niat untuk memancing ikan.

Maka tidak heran, objek wisata Situ Sedong cocok untuk dijadikan sebagai tempat pilihan rekreasi anda bersama keluarga atau rombongan untuk berwisata.

Fasilitas yang sudah tersedia di Wisata Situ Sedong diantaranya area parkir kendaraan, toilet, warung wisata, spot foto menarik, gazebo, camping ground dan tempat memancing. Akses Jalan menuju lokasi wisata cukup mudah terjangkau karena jalanya pun sudah mulus. Sehingga bisa dijangkau oleh kendaraan roda dua maupun roda empat.

Di Situ Sedong terdapat perahu dan wahana air lainnya yang bisa disewa pengunjung untuk mengelilingi perairan. Jumlah wahananya memang belum banyak, tapi kamu bisa menikmati pengalaman menjajal sebagian besar area sambil menikmati sepoi angin.

Untuk menambah pilihan aktivitas bagi pengunjung, pengelola setempat belakangan menyediakan wahana permainan untuk anak.

Sebelum dikenal sebagai Situ Sedong, nama danau tersebut adalah Situ Pengasinan, yang dibangun pada zaman kolonial Belanda. Pembangunannya selesai di awal abad ke-20, persisnya tahun 1918.

Pemerintah kolonial di saat itu membutuhkan pengairan yang cukup untuk perkebunan tebu milik Pabrik Gula Sindanglaut. Lalu Situ Pengasinan baru dialiri pada tahun 1921. Lalu fungsinya sebagai sumber pengairan bertahan hingga sekarang.

Sumber foto: teluklove.com

Bukit Gronggong, Beber

Bukit Gronggong yang berada di Desa Patapan, Kecamatan Beber, merupakan salah satu yang hits di Kota Cirebon, sebuah kawasan dataran tinggi di daerah perbatasan Cirebon dan Kuningan. Bukit ini merupakan kawasan wisata yang dapat memperlihatkan pemandangan kota Cirebon dari ketinggian.

Bukit ini menyuguhkan pemandangan kota yang sangat indah di malam hari, karena lampu-lampu yang menyala di daerah tersebut. Terlebih terdapat kafe atau tempat makan yang berada di sana. Dari bukit ini, pengunjung bisa merasakan pesona alam yang romantis.

Saat musim hujan, Bukit Gronggong akan diwarnai oleh hijaunya lahan rumput. Pemandangan ini dipercantik dengan sebaran pohon kersen berbagai ukuran. Wisatawan bisa berfoto ria dengan latar pemandangan yang cantik. Sekadar bersantai di bawah rindangnya pohon kersen pun tidak masalah.

Sedangkan restoran yang ada di Bukit Gronggong didesain dengan ruang semi tertutup. Bangunannya beratap, namun tanpa jendela dengan pemandangan bebas ke arah kota. Nuansa romantis semakin kuat dengan lampu-lampu restoran yang sedikit remang. Ditambah dengan sajian makanan dan minuman restoran yang memanjakan lidah.

Kelebihan Bukit Gronggong adalah lokasinya yang strategis. Ia berada di jalur Jalan Raya Cirebon-Kuningan, membuatnya mudah diakses siapapun yang sedang melakukan perjalanan di kedua daerah.

Bukit Gronggong hanya berjarak 7,3 kilometer dari Terminal Harjamukti, Kota Cirebon, dan dapat ditempuh dalam waktu sekitar 17 menit tergantung situasi lalu lintas. Untuk memasuki kawasan Bukit Gronggong, wisatawan sama sekali tidak dikenakan biaya tiket masuk alias gratis. Wisatawan cukup membayar untuk biaya parkir dengan harga yang terjangkau.

Sumber foto Hypeabis.id

Makam Sunan Gunung Jati

Makam Sunan Gunung Jati, selain menjadi tempat ziarah dan ibadah, juga menawarkan keindahan arsitektur yang menarik untuk dipelajari. Makam ini dihiasi dengan berbagai ornamen seperti kubah dan menara. Kubah makam yang berbentuk kerucut dan terbuat dari marmer putih menjadi salah satu ciri khas arsitektur Islam di Timur Tengah.

Di dalam kompleks makam ini juga terdapat sebuah menara dengan empat penjuru yang digunakan untuk menunjukkan arah kiblat dan melambangkan empat mazhab Islam. Di sekitar makam, terdapat kolam dan taman yang menambah keindahan dan ketenangan di lokasi tersebut.

Sunan Gunung Jati atau yang sebenarnya bernama Syarif Hidayatullah, adalah salah satu dari Walisongo yang berasal dari Demak. Dia dikenal sebagai salah satu penyebar agama Islam di Jawa Barat yang berhasil memperluas wilayah kekuasaannya hingga mencakup daerah Cirebon dan sekitarnya.

Sunan Gunung Jati merupakan tokoh penting bagi penyebaran agama Islam di Indonesia, sehingga mayoritas peziarah beragama Islam. Meski demikian, ada pula penganut agama lain yang datang berkunjung yang beragama Buddha maupun Konghucu.

Selain keberadaan makam Sunan Gunung Jati tersebut, kompleks religi ini juga memiliki beberapa bagian menarik yang perlu diketahui. Termasuk keberadaan makam Putri Ong Tien Nio, putri keturunan Cina yang menjadi istri Sunan Gunung Jati. Area makam sang putri didominasi oleh ornamen-ornamen khas China sebagaimana tempat beliau berasal.

Para peziarah Tionghoa biasanya berdatangan untuk mendoakan Putri Ong Tien Nio keturunan Kaisar Dinasti Ming, istri Sunan Gunung Jati dari Tiongkok. Mereka biasanya datang melalui Lawang Mergu, tepatnya di sebelah barat serambi muka.

Komplek pemakaman Sunan Gunung Jati berada di Desa Astana, Kecamatan Gunung Jati, Kabupaten Cirebon. Lokasinya sendiri berada di sebuah perbukitan yang dikenal dengan sebutan Gunung Sembung.

Terdapat 9 pintu utama, yakni Pintu Pasujudan, Gapura, Krapyak, Ratna Komala, Jinem, Rararoga, Kaca, Bacem, dan Teratai. Masing-masing pintu memiliki akses khusus dan dijaga ketat oleh petugas keamanan sehingga peziarah perlu berhati-hati. Peziarah umum biasanya diperbolehkan sampai pintu ke-4 yang berada di serambi muka Pesambangan.

Selanjutnya, pintu ke-5 hingga 9 hanya diperuntukkan bagi keturunan Sunan Gunung Jati dari keraton Kasepuhan dan Kacirebonan. Setelah pintu ke-9 tersebut barulah terletak Makam Sunan Gunung Jati yang menjadi pusat dari kompleks ini. Lokasi tersebut berada di puncak Gunung Sembung dengan ketinggian mencapai 20 meter.

Dari sembilan pintu yang ada di kompleks permakaman ini, lokasi makam Sunan Gunung Jati sendiri berada di pintu ke sembilan, yakni di pintu Teratai. Selain Sunan Gunung Jati, komplek permakaman yang berada di Gunung Sembung Desa Astana ini juga merupakan tempat makamkannya keluarga maupun keturunan dari Sunan Gunung Jati.

Ada pula kawasan 7 sumur yang biasanya menjadi lokasi para peziarah untuk mandi dan mengharapkan keberkahan airnya. Masing-masing sumur tersebut memiliki filosofi dan khasiat yang berbeda-beda. Mulai dari untuk memulihkan kesehatan, urusan asmara dan penghasilan, kesejahteraan hidup, dan masih banyak lagi.

Komentar