Senin, 17 Juni 2024 | 20:00
TRAVELLING

Seharian di kota Solo Menjelajah Sejarah, Kemana Saja?

Seharian di kota Solo Menjelajah Sejarah, Kemana Saja?
Pilihan destinasi wisata sejarah di kota Solo (Dok.Pribadi)

ASKARA - Kota Surakarta atau yang lebih dikenal dengan sebutan Kota Solo adalah sebuah kota yang terletak diantara Kabupaten Karanganyar dan Sukoharjo, serta dikelilingi oleh Sungai Solo di sebelah timur, kota ini sangatlah mudah dijangkau.

Beberapa waktu lalu ketika penulis sedang berada di kota Yogyakarta, kami memutuskan untuk melakukan perjalanan wisata sejarah di kota Solo seharian penuh.

Perjalanan dari kota Yogyakarta dimulai dengan menggunakan jasa kereta api commuter line relasi Yogyakarta - Solo.

Perjalanan kami awali dari Stasiun Lempuyangan dan kami akhiri di Stasiun Solo Balapan.

Bangunan Ponten Ngebrusan (Dok.Girindra B)

Ikuti rute kunjungan  wisata sejarah di Solo sesaat setelah tiba di kota Solo.

1. Ponten Ngebrusan di kampung NgebrusanStabelan
Awalnya Ponten dibangun pada tahun 1936 oleh Mangkunegaran VII.

Ponten dibangun untuk mencegah terjadinya proses penyebaran wabah atau penyakit menular seperti kolera atau pes saat itu.

Gerbang masuk Benteng Vastenburg (Dok.Girindra B)

Bangunan Ponten bergaya Eropa dan berfungsi sebagai MCK (mandi,cuci,kakus)

Puas mengelilingi ponten yang mini diproyeksikan menjadi ikon sanitasi nasional, perjalanan dapat dilanjutkan dengan mengunjungi Benteng Vastenburg.

2.Benteng Vastenburg
Benteng Vastenburg adalah benteng peninggalan Belanda yang terletak d Kelurahan Kedung Lumbu, Kecamatan Pasar Kliwon yang tak jauh dari Balai Kota Solo.

Sejarah mencatat Benteng Vastenburg merupakan salah satu dari 275 benteng yang dibangun oleh Kolonial Belanda pada mula keberadaannya di Nusantara. 

Benteng ini dibangun tahun 1745 - 1779 atas perintah Gubernur Jenderal Baron Van Imhoff. Benteng ini dibangun sebagai bagian dari pengawasan Belanda terhadap penguasa Surakarta, khususnya terhadap keraton Surakarta dan sekaligus sebagai pusat garnisun.

Saat ini bangunan yang tersisa adalah gerbang,parit dan tembok yang  mengelilingi benteng,semua masih kokoh berdiri.

Bagian dalam benteng hanya tersisa lapangan rumput tanpa adanya bangunan apapun. Puas mengelilingi benteng ini penulis melanjutkan perjalanan menuju Gedung Djoeang 45.

Bangunan Gedung Djoeang 45 (Dok.Pribadi)

3.Gedung Djoeang 45
Gedung Djoeang 45 merupakan saksi bisu perjalanan panjang perjuangan kemerdekaan Indonesia. Dibangun pada tahun 1876 oleh Hindia Belanda, gedung ini telah melalui berbagai fungsi, mulai dari kantin tentara Belanda, asrama militer, markas pasukan Jepang, panti asuhan, sekolah, markas militer TNI, hingga akhirnya menjadi museum dan salah satu destinasi wisata bersejarah di kota Solo.

Dari sini kami melanjutkan perjalanan menuju Museum Radya Pustaka.

Koleksi Museum Radya Pustaka (Dok.Girindra B)

4.Museum Radya Pustaka
Museum ini merupakan museum yang tertua di Indonesia yang di bangun pada 28 Oktober 1890 oleh Kanjeng Adipati Sosrodiningrat IV, Pepatih Dalem pada masa pemerintahan Paku Buwono IX dan Paku Buwowo X.

Museum yang letaknya  di Jl. Brigjend Slamet Riyadi No.275 berdekatan dengan Taman Sriwedari.

Museum Radya Pustaka merupakan banyak menyimpan cerita masa lalu yang berkaitan dengan Kota Solo, seperti naskah-naskah perjuangan dan naskah-naskah peninggalan kerajaan. Museum ini juga memiliki banyak koleksi yang berkaitan dengan kerajaan-kerajaan di Indonesia, seperti Kerajaan Majapahit, Kerajaan Pajang, Kerajaan Mataram, dan Kerajaan Demak. Koleksi-koleksi peninggalan tersebut berupa tulisan, sastra, patung, dan peninggalan lainnya yang bertuliskan Sansekerta dan huruf Palawa. 

Museum Radya Pustaka juga memiliki perpustakaan yang menyimpan beraneka buku-buku budaya dan pengetahuan sejarah, seni, dan tradisi serta kesusastraan baik yang di tulis dalam bahasa jawa kuno maupun bahasa Belanda. 

Selain berwisata sejarah sempatkan pula untuk melakukan wisata kuliner dan salah satu yang harus dinikmati saat berada di kota Solo adalah New Es Krim Tentrem.

Pilihan es krim di New Es Krim Tentrem (Dok.Girindra B)

5.New Es Krim Tentrem
Lokasinya terletak di Jalan Slamet Riyadi No.132 tepatnya di perempatan Ngarsopuro.

Tutty Fruity konon merupakan es krim yang paling legendaris dan selalu menjadi favorit pilihan pengunjungnya.

Selain es krim,tempat ini juga menyajikan menu lain tang layak dipesan seperti kroket kentang,nasi liwet,gado - gado dan beberapa menu tradisional lainnya.Bila berkunjung di hari Jumat dan Sabtu pada malam hari kita dapat sejenak melihat bazaar di jalan Ngarsopuro yang menyediakan stand aneka pilihan kuliner dan kerajinan tangan.

Puas seharian menikmati pilihan wisata sejarah di kota Solo kami kembali melanjutkan perjalanan ke kota Yogyakarta dengan menggunakan kereta commuter dari Stasiun Solo Balapan.

Demikian rekomendasi perjalanan seharian wisata sejarah di kota Solo.Semoga rekomendasi perjalanan yang dilakukan penulis dapat menjadi pilihan untuk siapa saja yang ingin memanfaatkan waktunya.Selamat berwisata dengan mencintai sejarah.

 

 

Komentar