Senin, 17 Juni 2024 | 21:27
COMMUNITY

STEBank YAPI Telah Berhasil Mewisuda 45 Orang Program Sarjana Perbankan Syariah

STEBank YAPI Telah Berhasil Mewisuda 45 Orang Program Sarjana Perbankan Syariah

ASKARA - Momen wisuda adalah momen yang sangat istimewa bagi para mahasiswa yang sekian lama menuntut ilmu dan berhasil meraih gelar sarjana. Sekolah Tinggi Ekonomi dan Perbankan Syariah Mr. Sjafruddin Prawiranegara Yayasan Asrama Pelajar Islam (STEBank YAPI) mewisuda 45 orang Program Sarjana Perbankan Syariah.

Bertempat di Rimbawan 1 Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta Pusat, Sabtu (17/5/2024), acara pelaksanaan Wisuda ke-IV Program Sarjana Perbankan Syariah ini dihadiri oleh segenap Civitas Akademika STEBank YAPI, para pimpinan YAPI, dan rekan kerjasama STEBank YAPI yang berjumlah sekitar 300 orang.   

Dalam sambutannya, Rektor STEBank YAPI, Dr. Bedjo Santoso, S.T., M.Si, menyampaikan, bahwa hari ini adalah hari yang sangat istimewa bagi kita semua, terutama bagi para wisudawan dan wisudawati yang telah menyelesaikan perjalanan panjang dalam menuntut ilmu. “Perjalanan yang penuh dengan tantangan, pengorbanan, dan kerja keras. Atas nama seluruh civitas akademika Stebank, saya mengucapkan selamat kepada para wisudawan dan wisudawati. Kalian telah mencapai satu tonggak penting dalam hidup kalian, dan kami sangat bangga atas pencapaian ini, “ ujarnya.

Lebih lanjut, Dr. Bedjo menerangkan, wisuda sarjana tahun ini berjumlah 45 orang dimana 40 orang diantaranya sarjana ekonomi yang havidz dan havidzah. “Hal inilah yang menjadi perbedaan dan keunggulan dari STEBANK Mr. Syafruddin Prawiranegara dimana para havidz/havidzah tersebut selama menjadi mahasiswa mendapat fasilitas beasiswa dan asrama sampai dengan lulus, “ terangnya.

Saat ini sebanyak 103 orang, kata Dr. Bedjo, dan selama 3 tahun terakhir telah meluluskan sarjana Ekonomi sebanyak 63 orang dimana 38 orang lulusan selain bergelar sarjana ekonomi juga bergelar hafidz atau hafidzah.  Lulusan sarjana dan hafidz/hafidzah itulah kelebihan lain kebanggaan tersendiri. “Kelebihan-kelebihan itulah yang akan terus kita kembangkan dimasa mendatang agar menjadi Icon STEBANK Mr. Syafruddin Prawiranegara.  Kita percaya kedepan mereka para lulusan Stebank ini kelak akan pemimpin bangsa ini, oleh karena itu mereka harus dipandu Kitabullah ketika memimpin bangsa ini, “ tuturnya.

Menurut Dr. Bedjo, wisuda bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal dari babak baru dalam kehidupan kalian. “Kalian akan menghadapi dunia yang penuh dengan dinamika, perubahan, dan tantangan. Di era globalisasi dan digitalisasi ini, tantangan yang kalian hadapi tentu tidaklah mudah. Kalian akan dihadapkan pada persaingan yang ketat, perubahan teknologi yang cepat, dan berbagai dinamika sosial dan ekonomi. Namun, ingatlah bahwa

setiap tantangan adalah kesempatan untuk belajar dan berkembang. Jangan pernah berhenti belajar dan berinovasi. Jadilah agen perubahan yang positif di masyarakat. Gunakan ilmu yang telah kalian peroleh untuk kebaikan dan kemajuan bersama, “ bebernya mengingatkan.

Dr Bedjo percaya bahwa setiap dari para mahasiswa memiliki potensi besar untuk meraih kesuksesan. Jangan pernah takut untuk bermimpi besar dan berusaha keras untuk mewujudkannya. Ingatlah bahwa kesuksesan bukan hanya diukur dari seberapa banyak yang kita miliki, tetapi juga dari seberapa besar kontribusi kita terhadap orang lain dan lingkungan sekitar kita. “Untuk itu saya yakin, dengan bekal ilmu pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai yang telah kalian dapatkan selama menempuh pendidikan di STEBANK, kalian akan mampu menghadapi segala tantangan tersebut dengan penuh percaya diri, “ paparnya.

Dr. Bedjo menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada para dosen dan staf Stebank. Tanpa dedikasi dan kerja keras bapak/ibu dosen, maka kesuksesan para wisudawan dan wisudawati ini tidak akan terwujud. Bapak ibu dosen maupun tenaga sekretariat telah memberikan yang terbaik dalam mendidik, membimbing, dan menginspirasi mereka. Kami sangat menghargai setiap usaha dan kontribusi yang bapak/ibu dosen berikan.

“Selanjutnya Kepada Bapak ibu orang tua dan keluarga, terima kasih atas dukungan dan cinta kasih yang Bapak ibu berikan kepada para wisudawan dan wisudawati. Tanpa doa dan dorongan dari Bapak/Ibu, mereka mungkin tidak akan mencapai titik ini. Hari ini adalah hari kebanggaan bersama, karena kesuksesan mereka juga merupakan hasil dari kerja keras dan pengorbanan Bapak/Ibu, “ uraiannya.

Dr. Bedjo menyebut dari sisi SDM dosen atau staf pengajar secara jumlah sudah cukup memadai tetapi secara kualitas perlu untuk terus ditingkatkan untuk memenuhi standar yang berlaku yang dinamis maupun tuntutan zaman globalisasi, digitalisasi, partisipasi dan transparansi yang menuntut efisiensi dan kecepatan tinggi. Dengan Standard dan tuntutan tersebut kita sebagai lembaga pendidikan tinggi mau tidak mau harus dapat mengikutinya.   Kita tidak bisa hanya bersikap dan bertindak secara konvensional atau bussinis as ussual (BAU) semata. 

“Dari sisi Mahasiswa didik STEBANK saat ini masih tergolong masih sangat sedikit yaitu sebanyak 103 orang dimana setiap tahun hanya berkisar 20-30 orang. Hal ini tidak membuat kecil hati pengurus sebab sejak awal berdirinya STEBANK ini yang diinisiasi oleh tokoh nasional, bapak kita, pembina kita Almarhum Bapak AM Fatwa yang menginginkan mahasiswa “sedikit tetapi berkualitas” dengan mewajibkan semua mahasiswa mengikuti program tahfiz, “ tegasnya. 

Dr. Bedjo menyampaikan, majunya perguruan tinggi, disamping kualitas pendidikan yang baik, penelitian dan pengabdian masyarakat juga harus baik. “Penelitian dan pengabdian masyarakat STEBANK masih kami rasakan kurang, maka kedepan penelitian dan pengabdian masyarakat tersebut harus kita dorong ke arah wilayah bermanfaat ganda yaitu ke dalam dapat mendorong kemandirian STEBANK dan ke luar dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Prioritas penelitian dan penggabdian tersebut berupa terbangunnya ‘industrial teaching’ di beberapa tempat. Industrial Teaching tersebut bisa dibangun sendiri oleh STEBANK atau bekerjasama dengan pihak lain yang saling menguntungkan, “ pungkas Dr. Bedjo optimis.*** YAPI Telah Berhasil Mewisuda 45 Orang Program Sarjana Perbankan Syariah
 
Momen wisuda adalah momen yang sangat istimewa bagi para mahasiswa yang sekian lama menuntut ilmu dan berhasil meraih gelar sarjana. Sekolah Tinggi Ekonomi dan Perbankan Syariah Mr. Sjafruddin Prawiranegara Yayasan Asrama Pelajar Islam (STEBank YAPI) mewisuda 45 orang Program Sarjana Perbankan Syariah.

Bertempat di Rimbawan 1 Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta Pusat, Sabtu (17/5/2024), acara pelaksanaan Wisuda ke-IV Program Sarjana Perbankan Syariah ini dihadiri oleh segenap Civitas Akademika STEBank YAPI, para pimpinan YAPI, dan rekan kerjasama STEBank YAPI yang berjumlah sekitar 300 orang.   

Dalam sambutannya, Rektor STEBank YAPI, Dr. Bedjo Santoso, S.T., M.Si, menyampaikan, bahwa hari ini adalah hari yang sangat istimewa bagi kita semua, terutama bagi para wisudawan dan wisudawati yang telah menyelesaikan perjalanan panjang dalam menuntut ilmu. “Perjalanan yang penuh dengan tantangan, pengorbanan, dan kerja keras. Atas nama seluruh civitas akademika Stebank, saya mengucapkan selamat kepada para wisudawan dan wisudawati. Kalian telah mencapai satu tonggak penting dalam hidup kalian, dan kami sangat bangga atas pencapaian ini, “ ujarnya.

Lebih lanjut, Dr. Bedjo menerangkan, wisuda sarjana tahun ini berjumlah 45 orang dimana 40 orang diantaranya sarjana ekonomi yang havidz dan havidzah. “Hal inilah yang menjadi perbedaan dan keunggulan dari STEBANK Mr. Syafruddin Prawiranegara dimana para havidz/havidzah tersebut selama menjadi mahasiswa mendapat fasilitas beasiswa dan asrama sampai dengan lulus, “ terangnya.

Saat ini sebanyak 103 orang, kata Dr. Bedjo, dan selama 3 tahun terakhir telah meluluskan sarjana Ekonomi sebanyak 63 orang dimana 38 orang lulusan selain bergelar sarjana ekonomi juga bergelar hafidz atau hafidzah.  Lulusan sarjana dan hafidz/hafidzah itulah kelebihan lain kebanggaan tersendiri. “Kelebihan-kelebihan itulah yang akan terus kita kembangkan dimasa mendatang agar menjadi Icon STEBANK Mr. Syafruddin Prawiranegara.  Kita percaya kedepan mereka para lulusan Stebank ini kelak akan pemimpin bangsa ini, oleh karena itu mereka harus dipandu Kitabullah ketika memimpin bangsa ini, “ tuturnya.

Menurut Dr. Bedjo, wisuda bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal dari babak baru dalam kehidupan kalian. “Kalian akan menghadapi dunia yang penuh dengan dinamika, perubahan, dan tantangan. Di era globalisasi dan digitalisasi ini, tantangan yang kalian hadapi tentu tidaklah mudah. Kalian akan dihadapkan pada persaingan yang ketat, perubahan teknologi yang cepat, dan berbagai dinamika sosial dan ekonomi. Namun, ingatlah bahwa

setiap tantangan adalah kesempatan untuk belajar dan berkembang. Jangan pernah berhenti belajar dan berinovasi. Jadilah agen perubahan yang positif di masyarakat. Gunakan ilmu yang telah kalian peroleh untuk kebaikan dan kemajuan bersama, “ bebernya mengingatkan.

Dr Bedjo percaya bahwa setiap dari para mahasiswa memiliki potensi besar untuk meraih kesuksesan. Jangan pernah takut untuk bermimpi besar dan berusaha keras untuk mewujudkannya. Ingatlah bahwa kesuksesan bukan hanya diukur dari seberapa banyak yang kita miliki, tetapi juga dari seberapa besar kontribusi kita terhadap orang lain dan lingkungan sekitar kita. “Untuk itu saya yakin, dengan bekal ilmu pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai yang telah kalian dapatkan selama menempuh pendidikan di STEBANK, kalian akan mampu menghadapi segala tantangan tersebut dengan penuh percaya diri, “ paparnya.

Dr. Bedjo menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada para dosen dan staf Stebank. Tanpa dedikasi dan kerja keras bapak/ibu dosen, maka kesuksesan para wisudawan dan wisudawati ini tidak akan terwujud. Bapak ibu dosen maupun tenaga sekretariat telah memberikan yang terbaik dalam mendidik, membimbing, dan menginspirasi mereka. Kami sangat menghargai setiap usaha dan kontribusi yang bapak/ibu dosen berikan.

“Selanjutnya Kepada Bapak ibu orang tua dan keluarga, terima kasih atas dukungan dan cinta kasih yang Bapak ibu berikan kepada para wisudawan dan wisudawati. Tanpa doa dan dorongan dari Bapak/Ibu, mereka mungkin tidak akan mencapai titik ini. Hari ini adalah hari kebanggaan bersama, karena kesuksesan mereka juga merupakan hasil dari kerja keras dan pengorbanan Bapak/Ibu, “ uraiannya.

Dr. Bedjo menyebut dari sisi SDM dosen atau staf pengajar secara jumlah sudah cukup memadai tetapi secara kualitas perlu untuk terus ditingkatkan untuk memenuhi standar yang berlaku yang dinamis maupun tuntutan zaman globalisasi, digitalisasi, partisipasi dan transparansi yang menuntut efisiensi dan kecepatan tinggi. Dengan Standard dan tuntutan tersebut kita sebagai lembaga pendidikan tinggi mau tidak mau harus dapat mengikutinya.   Kita tidak bisa hanya bersikap dan bertindak secara konvensional atau bussinis as ussual (BAU) semata. 

“Dari sisi Mahasiswa didik STEBANK saat ini masih tergolong masih sangat sedikit yaitu sebanyak 103 orang dimana setiap tahun hanya berkisar 20-30 orang. Hal ini tidak membuat kecil hati pengurus sebab sejak awal berdirinya STEBANK ini yang diinisiasi oleh tokoh nasional, bapak kita, pembina kita Almarhum Bapak AM Fatwa yang menginginkan mahasiswa “sedikit tetapi berkualitas” dengan mewajibkan semua mahasiswa mengikuti program tahfiz, “ tegasnya. 

Dr. Bedjo menyampaikan, majunya perguruan tinggi, disamping kualitas pendidikan yang baik, penelitian dan pengabdian masyarakat juga harus baik. “Penelitian dan pengabdian masyarakat STEBANK masih kami rasakan kurang, maka kedepan penelitian dan pengabdian masyarakat tersebut harus kita dorong ke arah wilayah bermanfaat ganda yaitu ke dalam dapat mendorong kemandirian STEBANK dan ke luar dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Prioritas penelitian dan penggabdian tersebut berupa terbangunnya ‘industrial teaching’ di beberapa tempat. Industrial Teaching tersebut bisa dibangun sendiri oleh STEBANK atau bekerjasama dengan pihak lain yang saling menguntungkan, “ pungkas Dr. Bedjo optimis. (Byl)

Komentar