Senin, 17 Juni 2024 | 21:23
TRAVELLING

Berkunjung ke Tanah Surga Suku Chang di Shangril-La yang Kaya Budaya dan Tradisi

Berkunjung ke Tanah Surga Suku Chang di Shangril-La yang Kaya Budaya dan Tradisi
Wisatawan asal Batam, Afo dan istri ketika menggunakan pakaian tradisional suku Chang yang indah (Dok Nina Nathalia)

ASKARA - Suku Chang, yang tinggal di Shangri-La, Yunnan, adalah bagian dari masyarakat etnis yang kaya budaya dan tradisi. Shangri-La, sering disebut sebagai "tanah surga", terletak di dataran tinggi barat laut provinsi Yunnan, dan dikenal dengan keindahan alamnya yang memukau serta keanekaragaman etnisnya.

Suku Chang memiliki sejarah panjang, kaya dengan tradisi dan kebudayaan yang diwariskan dari generasi ke generasi. Mereka hidup di lingkungan pegunungan yang indah dan sebagian besar berprofesi sebagai petani, peternak, dan pengrajin. Pertanian mereka berfokus pada tanaman seperti barley dan gandum, serta peternakan yak yang menjadi bagian penting dari kehidupan sehari-hari dan ekonomi mereka.

Kehidupan spiritual suku Chang sangat erat kaitannya dengan alam dan lingkungan sekitar. Mereka menganut kepercayaan tradisional yang sering kali berhubungan dengan agama Buddha Tibet, yang juga banyak dianut di wilayah Shangri-La.

Upacara keagamaan, festival, dan ritual tradisional adalah bagian integral dari kehidupan sosial mereka. Festival-festival seperti Losar (Tahun Baru Tibet) dirayakan dengan penuh semangat, menampilkan tarian tradisional, musik, dan pakaian khas yang berwarna-warni.

Arsitektur tradisional suku Chang juga merupakan daya tarik tersendiri. Rumah-rumah mereka sering dibangun dengan gaya Tibet, menggunakan bahan-bahan lokal seperti batu dan kayu. Atap-atap yang datar, dinding berwarna cerah, dan ornamen-ornamen artistik mencerminkan keahlian dan estetika yang tinggi.

Dalam beberapa dekade terakhir, wilayah Shangri-La telah menjadi tujuan wisata yang populer, menarik banyak pengunjung yang ingin merasakan keindahan alam dan kekayaan budaya suku Chang. Meskipun modernisasi membawa perubahan, suku Chang berusaha menjaga dan melestarikan tradisi dan identitas budaya mereka.

Secara keseluruhan, suku Chang di Shangri-La, Yunnan, adalah contoh masyarakat yang berhasil mempertahankan warisan budaya mereka di tengah perubahan zaman, menawarkan wawasan yang berharga tentang kehidupan yang harmonis dengan alam dan tradisi leluhur.

 

 

Komentar