Aku Sangka Aku
Untuk PWI
ASKARA - Aku sangka aku wartawan
Ternyata penaku majal-tumpul
Aku sangka aku muara kebenaran
Rupanya sungai keruh berlumpur
Aku sangka aku wartawan
Begitu bisik cermin retak di rumah
Aku sangka aku saksi peradaban
Peradaban mengganggapku entah
Aku sangka aku wartawan
Mataku tajam telingaku dalam
Kalau aku turun ke lapangan
Para penguasa pasti demam
Tapi yang meriang adalah istriku
Yang melolong nyaring anak-anakku
Rompiku hitam banyak sakunya
Kutuk dan nasib buruk numpuk di sana
Aku ikut uji kompetensi
Aku masuk organisasi PWI
Kusangka purna kewartawananku
Kenapa yang tumbuh lebat cuma benalu
Logo PWI padi dan kapas
Bersanding anggun satu sama lain
Padi kutampi menjadi beras
Kapas kutenun sebagai kain
Demikianlah, kalamku masih sebatas sandang pangan
Aku menyangka aku sudah wartawan
Orang bilang aku watchdog anjing penyalak
Pahahal hanya mengunyah tulang-belulang cashback
~ ramon damora ~

Komentar