Rabu, 10 Juni 2026 | 05:47
OPINI

Aku Sangka Aku

Untuk PWI

Aku Sangka Aku
Ramon Damora tengah baca puisi (Dok Ist)

ASKARA - ​Aku sangka aku wartawan
Ternyata penaku majal-tumpul
Aku sangka aku muara kebenaran
Rupanya sungai keruh berlumpur

Aku sangka aku wartawan
Begitu bisik cermin retak di rumah
Aku sangka aku saksi peradaban
Peradaban mengganggapku entah

Aku sangka aku wartawan
Mataku tajam telingaku dalam
Kalau aku turun ke lapangan
Para penguasa pasti demam

Tapi yang meriang adalah istriku
Yang melolong nyaring anak-anakku
Rompiku hitam banyak sakunya
Kutuk dan nasib buruk numpuk di sana

Aku ikut uji kompetensi
Aku masuk organisasi PWI
Kusangka purna kewartawananku
Kenapa yang tumbuh lebat cuma benalu

Logo PWI padi dan kapas
Bersanding anggun satu sama lain
Padi kutampi menjadi beras
Kapas kutenun sebagai kain

Demikianlah, kalamku masih sebatas sandang pangan
Aku menyangka aku sudah wartawan
Orang bilang aku watchdog anjing penyalak
Pahahal hanya mengunyah tulang-belulang cashback


~ ramon damora ~

 

 

Komentar