Jumat, 05 Juni 2026 | 02:53
TRAVELLING

Perjalanan Menuju Tempat Healing Warga Bogor

Perjalanan Menuju Tempat Healing Warga Bogor
Danau Situ Gede Bogor (Dok Fatimah)

Oleh: Fatimah Azzahra Citra Adila

Mahasiswi Sekolah Vokasi IPB University Program Studi Komunikasi Digital dan Media

ASKARA - Perjalanan ini dimulai pada pukul 13.00 siang menggunakan sebuah sepeda motor lengkap dengan jaket, sarung tangan, serta kacamata hitam untuk menjaga diri dari panasnya matahari. Hari ini tepat pada akhir minggu di akhir bulan Februari, di mana banyak orang memilih untuk berlibur, ada yang memilih untuk tidur ataupun seperti saya yang berada di atas motor, memilih untuk mencari tempat healing untuk sejenak, menenangkan pikiran.

Perjalanan dimulai dari daerah yang bernama Bojong Gede menuju salah satu tempat Healing yang sering dikunjungi oleh warga Bogor, di derah Cifor, Dramaga, menempuh perjalanan sekitar 1 jam dengan suasana terik matahari. Akan tetapi Bogor tidak menjadi jati dirinya, kala itu Bogor memberikan jalan yang begitu mudah untuk dilewati oleh seorang bermotor menuju tempat healingnya.

Dalam perjalanan, saya sempat singgah ke sebuah masjid untuk menjalankan panggilan Tuhan. Dengan salat di tempat ini, tak ada seorangpun yang mengenal kita, maka rasanya ada rasa tenang yang tak bisa dirasakan di tempat lain. Semua permasalahan, semua gundah gulana dituangkan dalam sujud, mengadu dalam doa kepada Sang Kholik Pencipta. Setelah salat kembali melanjutkan perjalanan menuju tempat di mana terkenal dengan ketenangannya, melewati jalan di Bogor yang begitu penuh dengan kesejukan dan pohon rindang.

Situ Gede Bogor Danau dengan Penuh Ketenangan

Wajar saja jika kota ini banyak dikunjungi warga dari kota lain, walaupun dengan predikatnya sebagai sebuah kota, Bogor bisa menjadikan dirinya begitu asri dan tenang, menjadi tempat banyak orang untuk healing dan menyembuhkan berbagai permasalahan. Dalam perjalanan yang dilakukan banyak sekali pelajaran yang didapatkan, saya paham bahwa setiap orang akan memiliki permasalahan yang berbeda-beda dan mereka akan memiliki cara penyelesaian yang berbeda-beda juga. Tugas seorang manusia ketika melihat orang lain dalam permasalahan bukan hanya memberi prasangka bahwa permasalahan kita lebih besar daripada permasalahannya, tapi menyadari bahwa setiap orang akan memiliki permasalahan yang berbeda dan semua orang mampu untuk menghadapinya. Tak terasa renungan yang dirasakan ketika mengendarai motor membuat saya tidak sadar sudah dekat dengan tempat yang dituju.

Danau Situ Gede, danau yang tidak jauh dari kota Bogor, sekitar 20 menit dari Stasiun Bogor, lokasi yang menjadi tempat berlibur warga Bogor. Danau ini tidak terlalu besar, tidak seperti danau-danau lainnya, akan tetapi karena revitalisasi yang dilakukan pemerintah Kota Bogor, menjadikan danau ini begitu indah, lengkap dengan bangunannya, dibuat seperti desain khas yang ada di Singapura. Terdapat jembatan indah yang menyatukan ujung-ujung danau. Saat itu tepat pada hari Minggu, dan pengunjung terbilang cukup ramai, mulai dari muda-mudi yang berpasangan hingga keluarga yang berpiknik. Akan tetapi keramaian tersebut juga tidak menghilangkan pesan ketenangan dari danau ini.

Hal tersebut pun diungkap salah satu pengunjung bernama Risa yang datang dari daerah Cemplang.  Menuturnya, tempat ini sangat cocok untuk menjadi tempat heling, walaupun Rida rela melakukan perjalanan dari Cemplang ke daerah Cifor Bogor di bawah terik matahari.

Ketenangan di danau ini memberi banyak kesempatan bagi pengunjung untuk merefresh pikiran mereka, baik dengan memancing, mengobrol, hingga ada juga yang sekedar bengong melihat keindahan danau tersebut.

Perjalanan yang Penuh dengan Pelajaran

Perjalanan ini membawa pemahaman mendalam akan arti kehidupan dan hikmah yang tersembunyi di balik setiap momen. Saat berjalan melalui Danau Situ Gede, alam mengajarkan tentang keberagaman dan keindahan dalam perbedaan. Perjalanan ini memberi pelajaran tentang spiritualitas dan ketenangan batin. Di tengah kesibukan dunia yang begitu cepat, tempat ini menjadi oase ketenangan yang menyimpan kedamaian untuk mereka yang merindukan ketenangan dalam kesederhanaan.

Tempat ini menjadi pelarian bagi mereka yang sering stres dengan kehidupan sehari-hari. Di tepian Situ Gede, air yang tenang mencerminkan kemampuan untuk menyejukkan pikiran dan menghilangkan beban yang terasa berat. Dalam perjalanan ini, kita belajar bahwa kadang-kadang jawaban untuk ketenangan ada di dalam keindahan sederhana yang alam tawarkan.

Melanjutkan perjalanan sepanjang tepian Situ Gede, cahaya senja mulai memeluk danau dengan warna-warni kehangatan. Sinar matahari yang merayap perlahan, memantulkan rona emas di atas air, menciptakan atmosfer siluet yang menenangkan. Saat matahari tenggelam, perjalanan berlanjut untuk kembali ke rumah. Setiap langkah menemani refleksi dalam diri, mengajarkan bahwa kehidupan adalah perjalanan tanpa akhir yang penuh dengan kejutan dan keindahan. Bertemu dengan orang-orang lokal yang ramah di sepanjang perjalanan, menyadarkan bahwa kebahagiaan juga terletak dalam hubungan antarmanusia. Cerita hidup mereka menjadi sumber inspirasi, mengajarkan ketangguhan dan kebijaksanaan dalam menghadapi tantangan.

Soto Mie Bogor, Kuliner Khas Kota Hujan

Setelah puas menikmati keindahan dari Danau Situ Gede, saya memilih untuk beranjak pergi meninggalkan danau yang tenang tersebut, pulang untuk bersiap memulai hari esok. Dalam perjalanan pulang saya melewati sebuah icon khas Kota Bogor, Tugu Narkoba, yang berada di Kota Bogor tempat menyambut para peloncong yang datang dari luar Bogor. Letak tugu ini sangat pas dengan jalan keluar tol Kota Bogor.

Saat sedang berada di fly over, saya melipir ke sebuah tempat makan yang menyediakan salah satu kuliner khas Bogor, Soto Mie Bogor, di mana lokasinya berdekatan dengan rel kereta api. Saya menikmati hangatnya Soto Mie Bogor  ditambah es teh manis sambil menikmati suara kereta api yang melintas.

Pada malam hari, langit Bogor dipenuhi gemintang, memberikan nilai bahwa kita adalah bagian kecil dari alam semesta yang begitu luas. Di bawah langit yang dipenuhi bintang, perjalanan ini membimbing kita untuk merenung tentang makna hidup, memahami bahwa setiap langkah adalah bagian dari cerita yang lebih besar. Saat akhirnya kembali ke rumah, bulan purnama bersinar dengan anggun. Perjalanan ini tidak hanya meninggalkan kenangan indah, tetapi juga melahirkan pemahaman bahwa ketenangan sejati dapat ditemukan di dalam diri, di mana pun kita berada, asalkan kita mau membuka mata dan hati untuk merasakannya.

 

Komentar