Field Trip Melintasi Dua Negara: Pengalaman Tak Terlupakan Mahasiswa Komunikasi Digital dan Media
Oleh: Raden Gladis Muthia Fauziah
Mahasiswa Komunikasi Digitak dan Media Sekolah Vokasi IPB
ASKARA - Pada tanggal 22 Januari 2024 menjadi momen tak terlupakan bagi para mahasiswa Komunikasi Digital dan Media Sekolah Vokasi IPB. Mereka memulai perjalanan field trip yang melintasi dua negara berbudaya, Malaysia dan Thailand, selama 4 hari 3 malam. Di balik kegembiraan perjalanan ini, Raden Gladis Muthia Fauziah, salah satu mahasiswa angkatan 59, menemukan pengalaman pribadi yang sangat menarik.
Sebelum keberangkatan, Gladis dihadapkan pada situasi rumit. Ibunya yang tersayang mengalami masalah kesehatan dan harus dirawat di rumah sakit. Meskipun dilema antara keberangkatan atau tidak, Gladis memutuskan untuk tetap ikut field trip sebagai bentuk penghormatan pada keinginan ibunya.
Bersama 10 temannya dan dua dosen, Bapak Bayu Suriaatmaja Suwanda S.Ikom, M.I.Kom. dan Bapak Muhammad Al Farissy S.I.Kom., M.Sc., perjalanan dimulai dari Bandara Soekarno Hatta. Setelah tiba di Bandara Kuala Lumpur, Malaysia, mereka melewati proses imigrasi yang ketat sebelum mengunjungi Kantor Kedutaan Besar Republik Indonesia dan melanjutkan perjalanan ke Hat Yai, Thailand.
Perjalanan panjang menuju kota Hat Yai
Perjalanan menuju kota Hat Yai menempuh 9 jam Gladis menemui berbagai keunikan, termasuk akses sepeda motor ke jalan tol dan cuaca ekstrem.
Selama istirahat di rest area Malaysia, mereka menikmati berbagai makanan khas seperti nasi lemak. Di perbatasan Malaysia-Thailand, dengan proses imigrasi yang cepat sebelum mereka tiba di Hat Yai, kota di sebelah selatan Thailand.
Meskipun perjalanan cukup jauh, kehadiran pandu wisata dan suasana Kota Hat Yai yang indah memberikan semangat baru.
Di Hat Yai, mereka mengunjungi berbagai tempat wisata seperti Sleeping Buddha, Samila Beach, dan Chang Puak Champ. Malam harinya, mereka menelusuri pasar malam Asean Night Bazaar dengan menggunakan Tuk-Tuk.
Kuala Lumpur Kota Metropolitan
Selama di Malaysia, mereka juga mengunjungi Kuala Lumpur, menjelajahi Menara Kembar Petronas, Istana Negara, dan Genting Highlands.
Gladis merasa tidak sulit untuk beradaptasi di Negara Malaysia karena hampir banyak aspek yang memang mirip dengan Indonesia. Sama seperti pendapat dari Fira Nursyahyuni salah satu Alumni Sekolah Vokasi IPB program studi Komunikasi angkatan 53 yang pernah mengikuti Field trip kala itu.
“Malaysia sendiri culturenya sebenernya ga jauh beda ya dengan jakarta, karena kita masih satu pulau iklimnya masih sama, apa yang dipakai juga masih sama makanan juga tidak terlalu worry, banyak memang yang tidak halal tapi harus - hati hati juga,” kata Fira Nursyahyuni.
Pentingnya persiapan sebelum perjalanan, seperti paspor, wifi, dan pengecekan bagasi, menjadi pelajaran berharga bagi Gladis dan Teman - temannya. Pernyataan ini di dukung oleh Fira Nursyahyuni, alumni Sekolah Vokasi IPB angkatan 53 mengatakan bahwa perjalanan luar negeri membutuhkan perhatian khusus pada dokumen dan berat bagasi.
Perjalanan ini tak hanya meninggalkan kenangan indah, tetapi juga mengajarkan nilai-nilai tentang keluarga, keberanian, dan persiapan yang matang sebelum mengarungi dunia luar. Bagi Gladis dan rekan-rekannya, field trip ini telah menjadi sebuah petualangan yang tidak akan dilupakan dalam perjalanan pendidikan mereka.

Komentar