Pantai Carita: Perjalanan Satu Kampung Menuju Keindahan Alam Banten
Oleh: Fadlan Praditya
Mahasiswa Sekolah Vokasi IPB University Program Studi Komunikasi Digital dan Media
ASKARA - Banten merupakan sebuah provinsi yang terletak di Pulau Jawa, Indonesia. Dengan posisinya yang dekat dengan pesisir pantai, provinsi ini menawarkan keindahan alam yang menakjubkan. Pantai yang terhampar di sepanjang garis wilayah Banten menampilkan panorama yang memesona. Salain pantai, provinsi Ini juga kaya akan keindahan alam lainnya, seperti gunung, flora, dan fauna yang menambah daya tarik dari provinsi ini. Bagi para wisatawan, jangan sampai melewatkan kesempatan berharga untuk menjelajahi Provinsi Banten, khususnya dalam mengeksplorasi pesona yang memukau disepanjang pesisir pantainya.
Keindahan Pantai Carita
Pantai Carita, terletak di Kabupaten Pandeglang, Banten, adalah salah satu destinasi wisata yang wajib dikunjungi bagi para wisatawan untuk berlibur bersama keluarga. Ketika Anda mengunjungi pantai carita, maka akan disuguhkan oleh pemandangan alam yang memukau. Deburan ombak yang bergemuruh ditepi pantai siap menyambut kehadiran Anda dan memberikan suasana yang menenangkan serta menyegarkan pikiran. Jajaran pohon kelapa yang melambai-lambai memberikan kesan yang sejuk dan menambah keindahan dari pantai ini. Dengan langit yang cerah dan bersih, dapat mendukung aktivitas yang ingin dilakukan oleh wisatawan.
Terdapat berbagai macam kegiatan yang bisa dilakukan saat berlibur kesini, seperti piknik bersama keluarga, untuk menyantap bekal makanan yang telah dibawa dari rumah. Bayangkan jika Anda makan ditemani dengan pemandangan pantai yang indah, pasti selera makan Anda akan turut bertambah juga. Selain itu, rasanya tidak lengkap ketika pergi ke pantai tidak bermain air dan pasir, tentunya aktivitas ini sangat menyenangkan untuk dilakukan, namun dengan demikian pengunjung harus tetap waspada agar peristiwa yang tidak diinginkan tidak dapat terjadi.
Perjalanan Menuju Pantai Carita
Menelusuri perjalanan bersama keluarga saat pergi ke Pantai Carita. Bermula ketika RT setempat, membuka pendaftaran untuk pergi bertamasya ke Pantai Carita, yang akan dilaksanakan pada tanggal 14 Januari 2024. Kebetulan saat itu merupakan momen liburan, tidak ada salahnya untuk ikut serta. Dengan biaya tarif yang terjangkau juga, akhirnya memutuskan untuk pergi bersama keluarga mengikuti rombongan dari RT tersebut. Kehidupan yang dijalani dengan aktivitas yang padat, harus diimbangi dengan istirahat dan mencari hiburan untuk diri sendiri, salah satunya dengan cara berlibur ke suatu tempat yang menyenangkan atau menenangkan. Mendekati hari keberangkatan ke Pantai Carita, mendengar informasi bahwa tamasya ini akan dihadiri oleh warga se-kampung lebih tepatnya merupakan warga dari Kelurahan Srengseng, Jakarta Barat.
Semua kebutuhan yang diperlukan untuk liburan ini telah disiapkan dengan baik, mulai dari konsumsi hingga keuangan. Saat hari yang ditunggu telah tiba, segera bergeas menuju titik kumpul yang telah ditetapkan sebelumnya, pada pukul 06.00 WIB. Sangat terkejut saat melihat jalan raya yang dipenuhi oleh barisan bus yang sangat panjang. Banyak sekali warga yang sibuk berlalu lalang untuk mencari bus sesuai dengan rombongan asal RT mereka. Nampak sebagian warga yang kebingungan, mungkin dikarenakan bus yang terlalu banyak dan instruksi dari panitia yang kurang jelas. Mengalami hal yang serupa, pada awalnya kesulitan dalam mencari bus yang akan ditumpangi. Menelusuri jalan sambil memperhatikan tulisan keterangan pada setiap bus, dan pada akhirnya menemukannya juga. Bersiap naik kedalam bus dan menduduki kursi yang sudah diberi label nama masing-masing orang. Terlihat dari jendela bus, kondisi jalanan yang semrawut, terjadi kemacatan dimana-mana dikarenakan bus-bus tersebut parkir di sepanjang bahu jalan. Setiap rombongan memiliki warna baju yang berbeda-beda, salah satunya adalah menggunakan baju berwarna hitam sebagai identitas dari rombongan.
Sebelum berangkat, tidak lupa untuk melakukan doa bersama-sama agar diberikan kelancaran dan keselamatan, tidak lama dari itu bus pun segera berangkat. Ketika memperhatikan kondisi sekitar, ternyata kebanyakan dari rombongan adalah kaum ibu-ibu dan bapak-bapak. Di sepanjang perjalanan, terdengar suara yang mengganggu pendengaran, hal ini dikarenakan aktivitas karaoke yang dilakukan oleh ibu-ibu dan bapak-bapak. Lagu yang dinyanyikan oleh mereka adalah lagu-lagu dangdut dan religi. Dengan asyik mereka bernyanyi tanpa henti, namun bukan suara merdu yang terdengar, melainkan suara sumbang yang menyakiti gendang telinga. Sebenarnya, cukup terganggu dengan hal tersebut dan sedikit menyesal mengikuti perjalanan ini. Sebagai salah solusi yang dapat dilakukan adalah mencoba untuk berdamai dengan keadaan agar dapat menerima kondisi yang terjadi di bus saat itu. Meskipun demikian, ternyata terdapat tingkah laku lucu yang dilakukan oleh ibu-ibu tersebut. Tidak lupa, saat di bus menikmati camilan yang telah dibawa, agar tidak bosan diperjalanan yang cukup panjang. Akibat lamanya perjalanan yang ditempuh, sempat berpikir mungkin tujuan perjalanan ini bukan ke Pantai Carita, melainkan ke Ujung Kulon untuk bertemu dengan satwa badak.
Perjalanan ditempuh dengan lancar dan tidak terlalu macet, nampak juga rombongan dari bus lain yang berjalan secara beriringan. Suara sirine polisi sangat jelas sekali terdengar, ternyata perjalanan ini dikawal oleh pihak kepolisian, karena melibatkan rombongan yang banyak, agar tercipta keamanan. Ketika sudah memasuki Provinsi Banten, terjadi perbedaan yang cukup jelas antara Jakarta dengan Banten, dilihat dari sisi infrastruktur dan kondisi lingkungan. Dari jendela bus, terlihat perkebunan dan hampar sawah yang masih cukup asri. Saat mendekati Pantai Carita, jalanan mulai berkelok dan nampak lautan berwarna biru yang sangat menyegarkan mata, terlihat juga gunung Krakatau yang sangat gagah di tengah lautan. Terdapat Vila dan hotel-hotel berjejer di sepanjang jalan menuju Pantai Carita, jarang sekali rumah warga yang terlihat di area tersebut. Setelah menempuh perjalanan yang cukup panjang dengan berbagai lika-liku, akhirnya sampai di Pantai Carita.
Akhir Perjalanan yang Menyenangkan
Setelah itu, terdapat segerombolan anak kecil yang menyambut kedatangan rombongan, mereka sedang menunggu supir bus memberikan kelaksonnya. Ternyata lumayan banyak juga toko-toko yang menjajakan makanan dan oleh-oleh, namun tidak jarang terdapat pedagang yang secara langsung menghampiri wisatawan dalam menawarkan produk yang mereka jual, biasanya produk yang dijual merupakan oleh-oleh khas Banten seperti ikan asin, petai, dan sebagainya. Memasuki area Pantai Carita, kaki ini langsung dihampiri oleh deburan ombak yang sangat sejuk dan terpukau dengan panorama alam yang ditampilkan di depan mata. Demikian cerita perjalan ke Pantai Carita yang cukup asyik dengan keindahan alam yang menakjubkan.

Komentar