Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32
OPINI

Memetik Makna dari Perubahan Karakter: Review Film Ancika 1995

Memetik Makna dari Perubahan Karakter: Review Film Ancika 1995
Film Ancika 1995 (Dok Najwa)

Oleh: Najwa Shofia 

Mahasiswa IPB University


ASKARA - Film Ancika: Dia yang bersamaku 1995 yang di produksi oleh MD Pictures merupakan salah satu film yang kini penontonnya mencapai lebih dari 1 juta penonton. Ancika sendiri merupakan film adaptasi dari buku karya Pidi Baiq. Menjadi salah satu film dari sekuel Dilan yang sangat bagus dan menarik untuk ditonton sebagai waktu refreshing pada akhir pekan.

Seperti kabar yang sudah banyak beredar, pada film kali ini Iqbaal Ramdhan sudah tidak lagi memerankan karakter ketua geng motor itu. Dilan diperankan oleh aktor muda berbakat Arbani Yazis yang dipilih langsung oleh Pidi Baiq. Tokoh utama dalam film ini adalah Ancika yang diperankan oleh Azizi Asadel salah satu anggota JKT48. Cewek yang akrab disapa Zee ini sebelumnya sempat bermain di film genre horor dengan judul “Kalian Pantas Mati” yang rilis tahun 2022 lalu.

Tidak hanya pergantian pemeran, pergantian sutradara dari Fajar Bustomi ke Benni Setiawan menjadi sesuatu yang berbeda juga pada universe Dilan. Walaupun Pidi Baiq sang penulis novel tetap berperan sebagai pengawas kreatif, hal ini menuai pro kontra kepada penggemar novel Dilan. Wajar saja banyak sekali penggemar Dilan yang mungkin kecewa atau belum move on dengan karakter Dilan yang sudah melekat pada Iqbal Ramadhan.

Namun bagi saya film ini cukup bagus walaupun dengan karakter   yang baru, dikarenakan di film Dilan 1990 ini mengambil plot tahun 1990 menceritakan saat Dilan masih duduk di bangku SMA, yang dapat kita wajarkan saat itu Dilan mungkin masih pada masa pubertas, dengan pikiran anak muda yang masih labil soal percintaan. Di Film Dilan 1990, Dilan merupakan anak geng motor yang terkenal dengan sebutan nama "Panglima Tempur", ia mendapat sebutan dikarenakan sering ikut serta dalam tawuran pelajar. Sedangkan pada Ancika:Dia yang bersamaku 1995, Dilan sudah menjadi mahasiswa yang berkuliah di ITB. Dan juga pada film Ancika, Dilan sudah menyudahi duniawinya sebagai anak geng motor dan fokus untuk menyuarakan suara hati rakyat.

Dapat dilihat pada film Ancika, plot yang terjadi pada tahun 1998 dimana terjadi krisis moneter dibawah pemerintahan Presiden Soeharto, banyak sekali aksi demokrasi untuk pengunduran diri dari Presiden kedua tersebut. Pada novel plot yang diambil juga sama, karena film ini based of selling novel. Tetapi, saya merasa kecewa dikarenakan pada film Ancika:Dia yang bersamaku 1995 menurut saya terlalu pendek akan durasi film nya. Karena bagi saya banyak sekali alur yang terpotong seperti sedang dikejar deadline. Saya sendiri bukan dari tim produksinya maka wajar saja jika saya tidak tahu apa yg terjadi. Pada tokoh Bi Opi atau bibi dari Ancika yang suka mencomblangi Ancika dengan Kang Yadit, seharusnya hal itu terdapat maksud tertentu tetapi dalam film tidak di tampilkan banyak adegan yang menggambarkan peran dari tokoh tersebut.
 

Hal lain yang membuat gantung atau menurut saya terskip adalah proses Dilan dan Ancika menikah serta apa yang terjadi setelahnya. Padahal pada novel dijelaskan sangat detail namun pada filmnya sangat kurang digambarkan, hanya melalui narasi pendek saja. Kisah lain mengenai apa yang terjadi dengan kisah asmara sahabat Ancika yaitu Indri terkait hubungannya dengan pujaan hatinya yaitu Dudi Si ketua OSIS juga tidak dijelaskan dan gambarkan dengan baik di film.

Wajar saja sebenarnya biasanya film dan novel pasti akan berbeda, dan terkadang pada film ada yang dipotong alurnya dari sebuah novel. Tapi bagi saya hal ini cukup menggantung, tetapi overall film ini sangat bagus dan saya sangat berterima kasih kepada tim produksi karena tidak menghilangkan pemeran dari Bunda Dilan yang diperankan oleh Ira Wibowo dari film Dilan 1990 yang identik dengan logat Sumatra nya, kerap dipanggil oleh Dilan dengan sebutan 'Bundahara".

Untuk saya sendiri saya merating film ini 8/10. Karena sudah bagus sekali, sudah cukup lengkap dengan adaptasi novel ke film walaupun masih ada kurang nya. Pemeran dari Zee JKT48 cukup bagus sekali akting romantis sebagai pemeran Ancika, meskipun banyak sekali penggemarnya yang cemburu dengan peran yang dimainkannya. Menurut saya sendiri novel nya sudah sangat bagus sekali saya memberi rating 9/10. untuk para pembaca buku yang mungkin suka akan novel romantis di luar sana sangat direkomendasikan membaca sekuel Dilan.

Komentar