Kamis, 18 Juni 2026 | 05:18
OPINI

Ahmad Fauzi: Membangun Jalan Dakwah Melalui Pendidikan

Ahmad Fauzi: Membangun Jalan Dakwah Melalui Pendidikan
Ketua Yayasan Pendidikan Alfalah Kalibata City (Dok Pribadi)
Oleh: Wina Athifah Zahrah
Mahasiswa Komunikasi Digital dan Media Sekolah Vokasi IPB University

 

ASKARA - Pendidikan, sebagai pilar masyarakat yang membentuk karakter dan budi pekerti, menjadi landasan bagi perjalanan hidup Ahmad Fauzi. Cerita ini dimulai dari akar pendidikan yang kuat dan terus berkembang hingga menjadi lahan dakwah melalui lembaga pendidikan Al Falah. Ahmad Fauzi atau bisa dipanggil Fauzi lahir di Surabaya tanggal 01 April 1978.

Setelah lulus dari jurusan Teknik Sipil di Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya, Ahmad Fauzi menapaki jalur konstruksi sebagai kontraktor. Namun, sebuah panggilan baru muncul setelah perjalanan menikah dan bekerja di dunia konstruksi. Fondasi generasi penerus tidak hanya dibangun di atas struktur beton, tapi juga di ladang pendidikan.

Al Falah sebagai Jalan Berdakwah 

Mengawali perjalanan dengan ayahnya, Ahmad Fauzi memaparkan awal mula Al Falah di Surabaya. Al Falah didirikan di Sidoarjo yang dimana awalnya dari Masjid Al Falah Darmo. Masjid Al Falah, berdiri di jantung kota Surabaya, tumbuh sebagai pusat ibadah, pembinaan SDM, dan dakwah. 

Masjid Al Falah terletak di jantung kota Surabaya, Jl. Raya Darmo No.137A Surabaya telah menjalankan fungsinya dengan baik, yaitu sebagai pusat ibadah, sebagai pusat pembinaan SDM, sebagai pusat dakwah, sebagai pusat pelayanan sosial dan sebagai pusat untuk membangun jama’ah dan memupuk ukhuwah Islamiyah. 

Untuk mencapai tujuan tersebut, upaya segenap jajaran pengurus serta semua unsur yang bernaung dalam yayasan ini adalah bagaimana melaksanakan kegiatan-kegiatan sebagaimana yang telah diprogramkan agar bisa mencapai hasil yang optimal. Tujuan utama dari pendirian Yayasan ini adalah untuk memakmurkan masjid dengan mengamalkan fungsi dan misi masjid serta dakwah islamiyah pada umumnya, dengan berpedoman pada Al Qur’an dan As Sunnah. 

Ayah Fauzi merupakan seorang Remaja Islam Masjid Al Falah, menjalankan panggilan dakwah di masa remajanya. Remaja Islam Masjid Al Falah Surabaya terbentuk pada tanggal 10 Muharram 1399 H / 10 Desember 1978, adalah suatu organisasi pemuda yang bergerak dibidang kemasjidan khususnya pemuda Masjid Al Falah Surabaya.

Tahun 2011, langkah ekspansi Al Falah membawa Ahmad Fauzi ke Jakarta, mendirikan lembaga pendidikan di Kalibata City. Alfalah Jakarta, dengan daycare, TK, dan SD, menjadi pusat baru bagi pendidikan berbasis dakwah. Perpindahan ini melibatkan tantangan unik, meninggalkan dunia konstruksi untuk membangun fondasi generasi penerus melalui pendidikan.

Ahmad Fauzi mengatakan berdirinya Al Falah di landaskan pada Surat Ash Shaff  Ayat 10. Dalam ayat ini Allah memerintahkan kaum Muslimin agar melakukan amal saleh dengan mengatakan, “Wahai orang-orang yang beriman kepada Allah dan rasul -Nya, apakah kamu sekalian mau Aku tunjukkan suatu perniagaan yang bermanfaat dan pasti mendatangkan keuntungan yang berlipat ganda dan keberuntungan yang kekal atau melepaskan kamu dari api neraka.”

Dalam surat tersbeut yaitu, dijelaskan bahwa orang-orang yang beriman akan Allah SWT tunjukkan usaha yang tidak pernah rugi. Di tunjukkan surat tersebut yang tidak pernah rugi adalah berdakwah. Fauzi mengatakan, Al Falah didirikan untuk berdakwah bukan untuk usaha bisnis investasi.

Alfalah didirikan untuk berdakwah di dalam dunia pendidikan untuk membantu orang tua agar mendidik anak sesuai akidah nya. Acara berakhlak karimah, jadi bisa membantu orang tua untuk berakhlak mulia, bisa mengaji, dan shalat 5 waktu.

Tantangan dan Perubahan Positif dalam Pengelolaan Pendidikan Al Fala

Dalam dunia pendidikan tentunya tidak mudah seperti usaha lainnya. Fauzi mengatakan bahwa mendirikan pendidikan harus dengan niat yang ikhlas bukan untuk balik modal usaha. Lebih dari 10 tahun untuk balik modal usaha di bidang pendidikan. 

Selain itu Al Falah pernah dihujung kebangkrutan karena adanya penurunan siswa untuk mendaftar Al Falah. Sehingga pemasukan dana menurun drastis dari yang diperkirakan. Oleh kare itu, Fauzi menghadapi tantangan ini dengan menggantikan posisi direktur dengan yang baru. Setelah tergantinya direktur baru, Fauzi bersama direktur baru mengalami perubahan pesat yang membuat Al Falah berjalan dengan normal kembali.

Dengan ide-ide baru Al Falah semakin berkembang pesat di pasaran. Fauzi dan direktur baru lebih meningkatkan promosi melalui media cetak dan media online. Media cetak di sebarkan melalui brosur dan media online di sebarkan melalui berbagai media sosial, contohnya seperti Facebook dan Instagram. 

Pencapaian yang Telah di Raih

Sebagai pengakuan atas dedikasi dan kontribusinya dalam mengemban peran sebagai Ketua Yayasan Al Falah, Ahmad Fauzi meraih sejumlah penghargaan bergengsi. Salah satunya adalah sekalung penghargaan dan ingatan tulus ikhlas dari Panti Asuhan Tunas Islam di kawasan Gombak. Penghargaan ini menandai apresiasi atas peran kepemimpinan Ahmad Fauzi dalam membimbing yayasan menuju puncak prestasi di bidang pendidikan dan dakwah.

Melalui pembelajaran yang diterapkan oleh Ahmad Fauzi, Al Falah juga telah menyebarkan luas alumni-alumni ke perguruan tinggi favorit seperti ITB dan ITS. Namun setelah lulus masih menerapkan apa yang telah di pelajari dan tidak meninggalkan akidah. Seperti berbuat kebaikan terhadap sesama orang dan menjalankan shalat 5 waktu.

Saran untuk Generasi Penerus Pendidikan

Ahmad Fauzi memberikan saran tulus untuk generasi penerus di dunia pendidikan. Ia mengajak untuk membuka usaha pendidikan dengan niat ikhlas, menjadikan pendidikan sebagai bentuk ibadah dan dakwah, bukan semata-mata bisnis investasi.

Ia menegaskan bahwa membawa pendidikan ke arah yang lebih baik memerlukan keikhlasan dan kualitas. Generasi penerus hendaknya mengembangkan kreativitas, inovasi, dan semangat berdakwah dalam setiap langkah mereka. Dengan demikian, setiap upaya pendidikan bukan hanya menjadi bisnis investasi, melainkan menjadi tonggak kebaikan yang akan melangkah jauh dalam membangun masa depan umat dan nega

 

 

Komentar