Senin, 08 Juni 2026 | 01:13
COMMUNITY

Legenda Orang Basap di Kutai Kartanegara

Legenda Orang Basap di Kutai Kartanegara
Ilustrasi orang dayak (Dok Pixabay)

ASKARA - Kabupaten Kutai Kartanegara merupakan sebuah wilayah kabupaten yang terletak di provinsi Kalimantan Timur, Indonesia. Ibu kotanya berada di kecamatan Tenggarong, yang berbatasan dengan Kota Samarinda. Kutai Kartanegara tidak dapat dilepaskan dari legenda lahirnya orang Basap.

Cerita tersebut dimulai dari runtuhnya Kerajaaan Kutai Martadipura pada abad ke-14 dan memunculkan kerajaan baru, Kerajaan Kutai Kartanegara di Tepian Batu atau Kutai Lapa. Dengan sang raja pertama bernama Aji Batara Agung Dewa Sakti. 

Legenda dari Kutai Kartanegara ini bermula dari kisah sang raja bernama Aji Batara Agung Dewa Sakti dengan hobi bermain sabung ayam (adu ayam) dan memiliki seekor ayam jantan bernama Perak Kemudi Besi. Konon, ayam peliharaan sang raja dikenal sakti dan bisa mengalahkan semua ayam milik para raja Jawa, Brunei, hingga ke Tiongkok.

Ada seorang pangeran Tiongkok tertantang untuk melawan ayam tersebut dan datang ke Kutai Kertanegara membawa 15 ekor ayam. Ia bertaruh menggunakan 100 emas dan sebutir berlian setiap ayam jago yang menang. 

Pertarungan demi pertarungan pun berlangsung, tapi ayam milik pangeran Tiongkok selalu kalah hingga tersisa satu ayam. Karena masih penasaran dan ingin menang, sang pangeran bertaruh sebuah wangkang (perahu besar) dan seluruh isinya. Tapi lagi-lagi, ayam ke-15 milik pangeran Tiongkok pun kalah. Karena merasa tidak siap seluruh wangkang dan isinya diambil, sang pangeran melarikan diri. 

Alih-alih mengejar, Raja Kutai Kartanegara justru hanya duduk tenang dan mengucapkan sebuah mantra, yang kemudian mendatangkan angin puting beliung sehingga memaksa kapal milik sang pangeran Tiongkok menepi dan memutuskan bersembunyi di sekitar Teluk Sangkulirang. 

Hal inilah yang akhirnya membuat pangeran Tiongkok menetap di daerah tersebut dan menikah dengan penduduk asli sehingga “melahirkan” orang Basap, yakni keturunan Tiongkok yang menikah dengan Suku Dayak Punan.

 

Komentar