Arkeolog Dunia Ragukan Klaim Gunung Padang Situs Tertua di Dunia, Ini Alasannya?
ASKARA - Sejumlah arkeologi dunia menilai, tidak ada bukti yang membenarkan klaim tentang kepurbakalaan Gunung Padang. Mereka mengatakan permukiman di sekitar Gunung Padang baru dibangun pada 6.000 hingga 7.000 tahun lalu.
“Data yang disajikan dalam makalah ini tidak memberikan dukungan terhadap kesimpulan akhirnya, bahwa permukiman tersebut sudah sangat tua. Namun, hal itulah yang menjadi berita utama,” kata arkeolog Cardiff University, Flint Dibble.
“Saya sangat terkejut makalah ini diterbitkan sebagaimana adanya,” sambungnya, dikutip akun Good News From Indonesia, @GNFI di medsos X, Sabtu (27/1).
Bahkan Bill Farley, arkeolog di Southern Connecticut State University di New Haven menyindir Graham Hancock memunculkan mitos-mitos dan penafsiran takhayul kepada situs-situs arkeolog.
“Sebuah teori yang mengatakan bahwa sekelompok orang bijak kuno mengajari kita semua yang kita ketahui, menyederhanakan sejarah ke tingkat yang kasar dan juga merampas klaim masyarakat adat bahwa mereka mengembangkan budaya kuno dan kerajinan canggih mereka sendiri,” paparnya.
Film Dokumenter Dari Netflix
Kontroversi mengenai usia Gunung Padang muncul setelah film dokumenter dari Netflix. Ancient Apocalypse tayang bulan lalu. Pada film dokumenter itu, peneliti kontroversial Inggris, Graham Hancock meninjau temuan tersebut.
Dirinya beranggapan kebudayaan kuno yang dahulunya canggih, tetapi hancur karena peristiwa kosmik. Mereka membawa ilmu pengetahuan, teknologi, pertanian, dan arsitektur monumental kepada masyarakat primitif setelah zaman es berakhir.
“Gunung Padang bisa menjadi contoh hasil karya mereka,” kata Graham.
Graham Hancock adalah jurnalis dan penulis yg berlatar belakang pendidikan Sosiolog, bukan arkeolog. Pendapat dia tidak bisa dijadikan referensi arkeologi seharusnya
Situs Gunung Padang merupakan situs prasejarah peninggalan kebudayaan Megalitikum di Jawa Barat yang diduga berusia 10.000 - 25.000 Sebelum masehi. Tepatnya berada di perbatasan Dusun Gunungpadang dan Panggulan.
Laporan pertama mengenai keberadaan situs ini dimuat pada Rapporten van de Oudheidkundige Dienst (ROD, "Buletin Dinas Kepurbakalaan") tahun 1914. Sejarawan Belanda, N. J. Krom juga telah menyinggungnya pada tahun 1949.
Laporan ini disusun oleh disusun oleh peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Danny Hilman Natawidjaja dkk di Archeological Prospection. Laporan ini berjudul Geo-Archaeological Pyramid in West Java.
Menurut peneliti, Gunung Padang bukanlah sebuah bukit, tetapi sebuah konstruksi berbentuk piramida yang dibuat oleh manusia. Bahkan diklaim sebagai bangunan tertua yang ada di dunia.
“Konstruksi tertua, kemungkinan besar berasal dari bukit lava alami kemudian dipahat dan diselimuti secara arsitektural, selama periode glasial terakhir antara 25.000 dan 14.000 SM,” tulis Dannya yang dimuat dari The Guardian.

Komentar