Mengupas Kepemimpinan Anies Baswedan Membangun Kota Jakarta
Oleh: Nasha Shaira
Mahasiswa Ilmu Administrasi Negara, Universitas Indonesia.
ASKARA - Dalam suatu organisasi pemimpin merupakan sosok yang sangat dibutuhkan dan memegang peranan yang sangat penting. Pemimpin dapat diibaratkan seperti seorang nahkoda kapal. Pemimpin merupakan seorang nahkoda yang memiliki kewajiban untuk menetapkan arah dan tujuan dari organisasi yang dipimpinnya. (Ghifary & Suryanto, 2019). Seorang pemimpin juga harus memiliki kemampuan untuk mempengaruhi orang lain atau bawahannya. Kemampuan untuk mempengaruhi orang lain atau bawahannya merupakan pengertian kepemimpinan. Menurut suwatno& priansa (2018) kepemimpinan juga dapat didefinisikan sebagai kemampuan untuk memberikan pengaruh kepada orang lain atau bawahannya agar dapat bekerjasama dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Seiring dengan perkembangan zaman seorang pemimpin juga harus menghadapi berbagai tuntutan perubahan. Untuk menghadapi berbagai tuntutan perubahan yang ada, seorang pemimpin harus mampu menciptakan terobosan baru dengan menerapkan kepemimpinan yang inovatif. Kepemimpinan yang inovatif bukan hanya sebatas tentang menciptakan ide-ide baru semata, tetapi juga bagaimana mengimplementasikan ide-ide tersebut ke dalam suatu program atau kebijakan yang dapat menjadi sebuah terobosan baru untuk dapat menghadapi berbagai tuntutan perubahan dan menyelesaikan berbagai masalah yang ada. Selain itu pemimpin yang inovatif juga akan mendorong dan membantu orang-orang mengeksplorasi ide-ide yang mereka miliki (Marques, 2021).
Selama menjabat Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menerapkan kepemimpinan yang inovatif dalam membangun kota Jakarta yang memliki beragam permasalahan dan tuntutan perubahan yang harus dihadapi. Kepemimpinan inovatif Anies dalam membangun kota Jakarta dapat tercermin dari program, kebijakan, produk, dan layanan inovatif yang telah dihasilkan oleh Anies selama dirinya memegang jabatan sebagai Gubernur DKI Jakata.
Pada bidang transportasi Anies menciptakan terobosan baru dengan membuat sistem layanan transportasi publik menjadi terhubung satu dengan yang lainnya. Sebagai Ibukota negara Indonesia, Provinsi DKI Jakarta menempati Provinsi dengan jumlah penduduk terpadat di Indonesia dan jumlahnya akan terus mengalami peningkatan. Jumlah penduduk yang mengalami peningkatan juga akan menyebabkan jumlah pengguna kendaraan bermotor di Jakarta meningkat. Jumlah pengguna kendaraan bermotor yang meningkat juga dapat menimbulkan kemacetan di sejumlah jalan Ibukota (Handayani et al, 2021).
Selain itu, orang-orang yang berasal dari luar Jakarta seperti Depok, Tanggerang, dan Bekasi yang bekerja di Jakarta menggunakan kendaraan pribadi juga turut memperparah tingkat kemacetan di sejumlah jalan Ibukota. (Merdekanews.co, 2021). Kemacetan yang terjadi di sejumlah jalan Ibukota merupakan permasalahan yang berkaitan dengan transportasi publik (Ahmad, 2019). Masih banyak warga Jakarta maupun orang-orang dari luar Jakarta yang bekerja di Jakarta lebih memilih menggunakan kendaraan pribadi karena kualitas dan kemudahan akses transporasi publik masih belum cukup baik dan belum memadai.
Berangkat dari permasalahan kemacetan di sejumlah jalan Ibukota yang terus menerus terjadi karena pengguna kendaraan pribadi yang masih lebih tinggi dibandingkan dengan pengguna transportasi publik mendorong Anies untuk menciptakan sebuah terobosan yakni dengan membuat sistem layanan transportasi publik yang saling terhubung dan terintegrasi yang disebut dengan Jaklingko. Jaklingko sendiri dibuat oleh Anies sebagai sebuah terobosan untuk mengubah sistem layanan transportasi publik Jakarta yang sebelumnya tidak saling terhubung satu dengan yang lainnya menjadi saling terhubung dan terintegrasi. Melalui Jaklingko, Anies berupaya meningkatkan minat masyarakat untuk menggunakan transportasi publik agar kemacetan yang terjadi di sejumlah jalan Ibukota dapat berkurang dengan cara membuat sistem layanan transportasi publik yang saling terhubung dan terintegrasi antar moda transportasi seperti mikrotrans, minitrans, metrotrans, MRT, dan LRT. Mikrotrans sendiri merupakan nama yang diberikan untuk angkot yang termasuk ke dalam Jaklingko (Zahra et al, 2020).
Dalam merealisasikan layanan transportasi publik yag saling terhubung dan terintegrasi dibangunlah sejumlah jembatan penyebrangan dan simpang temu. Pembangunan sejumlah jembatan penyebrangan dan simpang temu juga berguna untuk mempermudah mobilisasi masyarakat dari moda transportasi satu ke moda transportasi yang lainnya. Selain itu, sistem pembayaran juga terintegrasi di bawah naungan PT Jaklingko dimana sistem pembayaran cukup dilakukan dengan satu kartu dengan cara tapping pada mesin yang tersedia di pintu masuk stasiun, halte, dan di dalam mobil untuk mikrotrans dan minitrans. Keberhasilan Jaklingko dalam menghubungkan dan mengintegrasikan layanan transportasi publik berhasil membawa kota Jakarta sebagai juara pertama Sustainable Transportation Award (STA) pada tahun 2021 dan menjadikan kota Jakarta sebagai kota pertama dari Asia Tenggara yang berhasil menyabet juara pertama STA.
Inovasi lainnya yang diluncurkan Anies Baswedan selama dirinya menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta adalah JAKI. JAKI merupakan sebuah aplikasi yang dirancang dengan tujuan untuk memberikan kemudahan bagi warga Jakarta untuk mendapatkan layanan dan mengakses berbagai informasi penting melalui berbagai fitur yang tersedia. Melalui berbagai fitur yang tersedia, warga dapat mengetahui informasi seputar pergerakan harga bahan pangan di seluruh pasar jaya Jakarta, dapat mengetahui tempat-tempat rekreasi yang ada di Jakarta, dapat mengakses berbagai layanan kesehatan dan kontak darurat yang dapat dihubungi, dapat melaporkan berbagai masalah yang terjadi seperti jalanan raya yang berlubang dan laporan yang telah kita buat juga dapat kita pantau proses tindaklanjutnya, serta masih banyak yang lainnya yang dapat diakses dan dinikmati melalui fitur-fitur yang tersedia di JAKI. Melalui JAKI PemProv DKI Jakarta berhasil mendapatkan sejumlah penghargaan yakni top 45 inovasi pelayanan publik pada ajang KIPP yang diselenggarakan oleh KemenPAN-RB tahun 2022, berhasil menyabet medali emas dalam ajang ASEAN ICT Awards 2021, dan berhasil menjadi pemenang dalam kategori “Future of Digital Innovation” pada IDC Future Enterprise Awards 2021.
Kepemimpinan Anies yang inovatif juga mampu mendorong inovasi Pemprov DKI Jakarta dalam menangani masalah banjir yang sering melanda kota Jakarta yaitu dengan membuat dan mengembangkan sebuah sistem pengendali banjir yang disebut dengan “flood control system”. Flood control system akan melakukan analisis terhadap data historis berupa level air, getaran, dan suhu yang telah dikumpulkan oleh sensor dan IoT yang diletakkan di 178 pintu air dan rumah pompa di wilayah Jakarta. Data yang telah dianalisis nantinya dapat memberikan informasi penting terkait potensi, kondisi, dan prediksi terjadinya banjir di Jakarta sehingga pemerintah dapat mengambil dan membuat keputusan dan kebijakan yang tepat dalam menangani masalah banjir yang sering melanda wilayah Jakarta dengan berbasis data yang ada. Flood control system juga berhasil meraih kemenagan dalam ajang The World Summit on the Information Society (WSIS) tahun 2022 pada kategori E-Science dan berhasil mengalahkan Italia, Chili, Arab Saudi dan China.
Kepemimpinan Anies yang inovatif selama menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta telah membawa berbagai perubahan dan cara-cara baru dalam mengatasi berbagai masalah yang terjadi di Ibukota seperti masalah kemacetan dan banjir yang menjadi permasalahan yang selalu melanda kota Jakarta sebagai Ibukota. Melalui program, kebijakan, produk, dan layanan yang inovatif, Anies dapat membawa Provinsi DKI Jakarta memenangkan berbagai ajang penghargaan bergengsi tingkat nasional maupun tingkat internasional yang sekaligus mengahrumkan dan membanggakan nama Indonesia di kancah internasional. Saran yang dapat penulis berikan adalah seseorang yang nantinya terpilih menjadi Gubernur DKI Jakarta sebaiknya dapat melanjutkan, mempertahankan, bahkan mengembangkan Jaklingko, JAKI, dan Flood control system yang telah ada dan diciptakan pada masa kepemimpinan Anies sebagai Gubernur DKI Jakarta karena tidak jarang terjadi peristiwa dimana seorang pemimpin yang baru tidak mau melanjutkan program atau kebijakan dari pemimpin sebelumnya meskipun program atau kebijakan pemimpin sebelumnya itu bagus, telah mendapatkan banyak penghargaan, dan membawa banyak perubahan yang dapat memberikan dampak positif bagi kehidupan warga Jakarta.

Komentar