Mendidik Nutrisi: Kunci Mengatasi Ancaman Gizi Berlebih
ASKARA - Ancaman gizi berlebih, terutama pada anak-anak, semakin mendesak untuk mendapatkan perhatian yang serius. Di tengah kekhawatiran akan gizi kurang, masalah gizi berlebih semakin merajalela di Indonesia. Untuk mengatasi ancaman ini, edukasi nutrisi menjadi langkah mendesak yang harus diambil.
Dalam upaya memerangi gizi berlebih, tim Pengabdian Pada Masyarakat Universitas Sumatera Utara (USU) telah meluncurkan program edukasi nutrisi yang inovatif. Acara ini digelar di TK Khansa, Pasar 1, Setiabudi Medan, dan menjadi sorotan bagi para guru PAUD dan orangtua murid.
dr. Putri Chairani Eyanoer, salah satu dosen USU yang terlibat dalam program ini, menjelaskan permasalahan gizi berlebih menjadi masalah yang semakin mendalam di Indonesia.
"Data dari Survei Status Gizi Indonesia tahun 2022 menunjukkan bahwa lebih dari 3 persen anak balita mengalami gizi berlebih, dengan 2,8 persen di Provinsi Sumatera Utara, dan Kota Medan menjadi salah satu fokus masalah ini," katanya, Jumat (29/9).
Dijelaakannya, edukasi nutrisi menjadi jawaban untuk mengatasi tantangan ini. Dalam kegiatan tersebut, peserta diajak untuk bermain dengan "Kartu Nutrisi," suatu inovasi yang membantu orangtua dan guru untuk memahami pentingnya komposisi nutrisi yang tepat dalam makanan anak-anak.
"Hasilnya mencengangkan karena sebagian besar peserta memilih makanan yang melebihi kebutuhan harian yang dianjurkan," katanya.
Menurut dosen USU lainnya, dr. Fotarisman Zaluchu, SKM, MPH, salah satu penyebab gizi berlebih adalah kurangnya pemahaman tentang nutrisi yang tepat. Banyak orangtua memberikan makanan dengan proporsi karbohidrat yang berlebihan, yang berdampak pada masalah kesehatan anak.
Peserta sangat antusias dan menyadari bahwa selama ini mereka salah dalam memberikan makanan kepada anak-anak mereka. Ini adalah langkah awal yang penting dalam mengatasi ancaman gizi berlebih di kalangan anak-anak.
Dr. Putri berharap bahwa program edukasi semacam ini akan mendorong kolaborasi yang lebih erat antara orangtua dan guru-guru untuk memastikan anak-anak mendapatkan nutrisi yang seimbang. Sekolah bisa menjadi lokasi penting dalam memastikan anak-anak tumbuh sehat.
Acara ini diakhiri dengan slogan bersama, "anak sehat, anak pintar!" Pesan yang diusung adalah bahwa pendidikan nutrisi bukan hanya penting untuk kesehatan fisik, tetapi juga perkembangan intelektual anak-anak. Edukasi nutrisi adalah kunci untuk mengatasi ancaman gizi berlebih dan memberikan masa depan yang lebih sehat untuk generasi mendatang.

Komentar