Sabtu, 20 Juli 2024 | 03:30
COMMUNITY

Braditi Moulevey: Tolong Dievaluasi Izin Konser Coldplay!

Braditi Moulevey: Tolong Dievaluasi Izin Konser Coldplay!
Braditi Moulevey

ASKARA - Melihat perkembangan informasi di berita dan media sosial terkait konser coldplay di Indonesia, tokoh muda Jakarta Timur, Braditi Moulevey menyarankan kepada Polda Metro Jaya dan Pemprov DKI Jakarta untuk bisa mengevaluasi izin Konser Band Coldplay di Jakarta.

“hal ini dikarenakan diduga Band tersebut mendukung LGBT secara terbuka, terlihat disetiap konser yang mereka lakukan di berbagai negara, Coldplay mengkampanyekan dukungan kepada LGBT,” ujar Braditi Moulevey yang akrab disapa Bang Levi ini, dalam keterangannya, Kamis (25/5).

“Banyak aspirasi masyarakat di Jakarta Timur menyampaikan ke saya. Tolong Bang Levi sampaikan kepada pemerintah dan pihak terkait, jika memang lebih banyak mudaratnya daripada manfaatnya, konser Band Coldplay di Jakarta tolong dibatalkan saja,” sambungnya.

LGBT ini, jelasnya, adalah penyakit yang sangat membahayakan ditengah masyarakat. Seharusnya pemerintah bisa mengambil sikap tegas dikarenakan MUI pun sudah menyarankan untuk membatalkan konser Coldplay di Indonesia.

“Walaupun negera kita berdasarkan pancasila, akan tetapi yang namanya LGBT tidak boleh ada di Indonesia. Ini sangat berbahaya, tidak hanya agama islam disemua agama pun melarang yang namanya LGBT,” tegasnya.

Menurutnya, ini menyangkut masa depan anak dan cucu kita kelak. manusia itu diciptakan berpasang-pasangan. “Nabi Adam sebagai nenek moyang manusia diciptakan berbasangan dengan Hawa. Jadi sudah kodrat laki-laki berpasangan dengan wanita,” ujar Bang Levi yang juga menjabat sebagai Sekretaris ICMI Jakarta Timur.

Bang Levi pengusaha muda yang berdarah minang ini dengan tegas menyampaikan kepada pihak Polri maupun Pemprov DKI Jakarta untuk bisa menolak dan mengevaluasi kembali izin dari konser Coldplay di Jakarta. LGBT tidak bisa dianggap enteng.

“Saya tidak membeci musik ya. Tetapi panitia juga harus mempertimbangkan segala sesuatunya jika ingin mengundang artis atau band dari luar negeri. Negara kita ini masih menggunakan adab ketimuran, berbeda dengan negara barat. Mereka bebas melakukan apa saja dengan alasan sebagai manusia kita memiliki HAM,” tandasnya.

Di negara kita ini, kata Bang Levi, ada agama dan norma adat-istiadat yang mengatur kehidupan bermasyarakat. “Masih banyak kok band dan artis yang bagus-bagus diluar sana yang tidak mendukung LGBT,” katanya.

“Saya sebagai generasi muda juga mempunyai kewajiban untuk menjaga nilai dan norma moral yang ada di masyarakat khususnya generasi muda. Banyak hal positif yang bisa kita lakukan, mudah-mudahan aspirasi kami ini didengar oleh pemerintah yang mengambil keputusan,” tutup Politisi Partai Gerindra ini.

Komentar