Rabu, 12 Juni 2024 | 22:39
NEWS

Ganjar dan Prof. Nasaruddin Umar Hadir Bareng Halal Bihalal Tokoh Agama di Sulut, Sinyal Duet Capres-Cawapres 2024?

Ganjar dan Prof. Nasaruddin Umar Hadir Bareng Halal Bihalal Tokoh Agama di Sulut, Sinyal Duet Capres-Cawapres 2024?
Ganjar Pranowo dan Prof. Nasaruddin Umar

ASKARA - Setelah bersilaturahmi dengan pemuka agama Kristiani se Sulawesi Utara (Sulut), Capres PDI Perjuangan (PDIP) Ganjar Pranowo berhalal bihalal dengan tokoh agama Islam Sulut, dan dihadiri juga oleh Imam Besar Mesjid Istiqlal Prof. Dr.KH Nasaruddin Umar.

Halal bihalal itu dilaksanakan di Lapangan Tikala, Kota Manado, pada Kamis (18/5) sore, dan dihadiri ribuan warga Kota Manado. Tampak hadir juga Gubernur Sukut Olly Dondokambey, Wali Kota Manado Andrei Angouw, dan lain-lain. Hadir juga petinggi PDIP Said Abdullah serta Dolfie OFP.

Berbagai pertunjukkan seni dan budaya lokal ditampilkan. Termasuk tarian reog Ponorogo, hingga lagu kerohanian Islam yang ditampilkan kelompok choir.

Kehadiran Ganjar tentu mengundang antusiasme warga yang hadir di halal bihalal tersebut. Puluhan orang perlahan bergerak ke tengah dan mengerubungi Ganjar. Masing-masing berusaha bersalaman dengan Ganjar, atau sekedar mengambil foto bersama Ganjar. Wartawan pun jadi ikut-ikutan melarut di tengah keramaian tersebut.

Prof.Dr. KH Nasaruddin Umar berbicara banyak mengenai makna kata halal bihalal, dan kaitannya dengan Islam. Beliau juga bebricara soal makna terdalam Islam adalah cinta.

Pada kesempatan itu, Prof.Nasaruddin juga memuji Provinsi Sulut dan Manado yang menghidupi dan menunjukkan diri sebagai kota toleransi.

“Kota Manado itu percontohan kota toleran. Sulawesi Utara ini adalah Indonesia kecil. Tadi ditampilkan kesenian Jawa di tempat ini. Disinilah tampak konfigurasi agama dan budaya yang bagus. Kita pantas mengenang Sulut dan Manado sebagai percontohan kota toleransi,” kata Nasaruddin Umar.

Di dalam sambutannya, Ganjar mengatakan dirinya merasa terhormat atas penerimaan warga Sulut terhadap dirinya. Baginya, Sulut adalah wilayah dengan keramahan warga dan kekayaan kuliner yang sangat luar biasa.

“Dahsyat. Maka perjalanan ini sungguh menggembirakan dan tadi Prof. Nasaruddin sudah menjelaskan bagaimana Manado, Sulut ini memang betul-betul menunjukkan kota, provinsi yang penuh toleransi. Dan inilah investasi yang tidak mudah dan harus dirawat terus menerus, yang kelak kemudian hari jadi modal sosial kita, modal politik kita, modal ekonomi kita, untuk bisa hidup dan damai,” urai Ganjar.

Iapun mengucapkan ungkapan mohon maaf lahir dan batin bagi warga Sulut beragama Islam usai Idul Fitri, sekaligus selamat merayakan kenaikan Isa Almasih bagi warga beragama Kristiani.

“Saya ingin menyampaikan selamat menjalankan kegiatan yang sangat menyenangkan dan menggembirakan, dan tentu mohon maaf lahir batin. Salam saya untuk keluarga,” tegasnya.

Komentar