Minggu, 16 Juni 2024 | 12:04
NEWS

DPR Laporkan Kasus Richard Mille Langsung ke Sigit, Hinca: Akan di-Follow Up Kapolri

DPR Laporkan Kasus Richard Mille Langsung ke Sigit, Hinca: Akan di-Follow Up Kapolri
Anggota DPR Komisi III dari Fraksi Demokrat, Hinca Panjaitan
ASKARA - Anggota DPR Komisi III dari Fraksi Demokrat, Hinca Panjaitan mengatakan bahwa dirinya sudah menyampaikan kasus Richard Mille yang diadukan Tony Sutrisno kepadanya di DPR saat rapat kerja pada 13 April 2023
 
"Kemarin raker tentang program dan anggaran. Tapi saat break sudah saya sampaikan. Akan difollowup," kata politisi Partai Demokrat tersebut kepada wartawan, Selasa (25/04).
 
Kasus yang dimaksud adalah persoalan penipuan dan pemerasan yang menimpa Tony Sutrisno.
 
Pada Juni 2021 pihak Tony Sutrisno mengadukan kasusnya ke pihak kepolisian dengan kerugian 77 miliar Rupiah akibat penipuan/penggelapan jam tangan Richard Mille yang ia beli.
 
Sebelumnya, Tony memesan jam itu pada 2019 dengan sistem pre-order serta dibayarkan lunas dan seharusnya sudah diterima pada 2021 lalu.
 
Namun hingga kini pihak Tony belum mendapatkan dua arloji tersebut bahkan tidak ada itikad baik dari pihak Richard Mille Jakarta.
 
Setelah kehilangan puluhan miliar karena jam tangan yang diidamkan hilang rimbanya. 
 
Pengusaha muda tersebut mengadukan kasusnya ke polisi. Alih-alih ditangani, Tony justru diperas milyaran rupiah dengan janji kasusnya diselesaikan.
 
Merasa ‘sudah jatuh tertimpa tangga’, Pihak Tony yang sudah dizalimi oleh perusahaan Richard Mile Jakarta, kecewa ketika dirinya diperas untuk penyelesaian aduannya.
 
Tony Sutrisno tak terima dengan pemerasan tersebut dan mengadukannya ke sejumlah pihak, khususnya ke Propam Polri terkait tindakan kedua oknum tersebut.
 
Hingga pada 23 Februari 2022, pihak kepolisian merespon aduan Tony dan dua oknum tersebut yaitu Kombes Rizal Irawan dan Aria Wibawa sudah dihukum demosi karena terbukti bersalah. Putusan itu sendiri telah dikeluarkan oleh Sidang Komisi Kode Etik Profesi Polri.
 
Rizal Irawan yang di demosi 5 tahun justru mendapat potongan menjadi 1 tahun hukuman. Hal ini membuat Tony tak puas.
 
 
 Heroe Waskito selaku kuasa hukum Tony Sutrisno korban pemerasan polisi, meminta Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo turun tangan atas kasus ini
 
"Kapolri tidak bisa diam, sebab orang-orang di sekitarnya justru berusaha merongrong citra kepolisian," kata Heroe Waskito.
 
Anggota Komisi III DPR RI dari fraksi Partai Demokrat, Hinca Pandjaitan merasa kasus ini harus segera diselesaikan karena akan menurunkan wibawa kepolisian.
 
Hinca mengatakan bahwa belakangan ini polisi tengah disorot oleh publik karena ada masalah terkait integritas personilnya.
 
"Pertama ada problem besar dalam internal polri, dan itu berkaitan dengan integritas personil polrinya," kata Hinca kepada wartawan beberapa waktu lalu
 
Karena itu Hinca mengutarakan kasus Richard Mille tersebut kepada Kapolri saat break Rapat Kerja (Raker) DPR-Polri.
 
"Nanti akan difollow up" tutup Hinca.

Komentar